Konsumsi Air Putih Bagus untuk Tubuh, Tapi Kalau Berlebihan Bisa Berbahaya

Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. Oleh karena itu, penting bagi Anda memenuhi kebutuhannya dengan minum air putih. Namun, apa jadinya kalau terlalu banyak minum air putih? Yuk, simak dampak buruknya berikut ini.

Dilansir-hellosehat.com, Semua bagian tubuh manusia membutuhkan air untuk bekerja dengan semestinya. Air terdapat dalam aliran darah dan mengisi sel beserta rongga antarsel.

Dengan begitu, tentu Anda harus memenuhi kebutuhan air minum setiap harinya. Meski begitu, terlalu banyak minum air ternyata bisa berbahaya bagi kesehatan.

- Iklan -

Kebanyakan minum air mungkin memicu terjadinya overhidrasi dan keracunan air.

Berikut ini adalah penjelasan dari kedua kondisi tersebut.

  1. Overhidrasi

Overhidrasi adalah istilah untuk menggambarkan kondisi tubuh yang kelebihan asupan cairan. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan dehidrasi atau tubuh kekurangan cairan.

Baca Juga:  Cara Lain Hilangkan Flek di Wajah Secara Alami

Orang dengan overhidrasi umumnya mengalami penyakit atau kondisi tertentu sehingga tubuh tidak mampu membuang kelebihan air dengan benar.

- Iklan -

Kondisi ini juga bisa terjadi saat Anda minum lebih banyak air daripada yang bisa organ ginjal keluarkan melalui cairan urine.

Air yang tidak bisa dikeluarkan ini akan kembali terserap ke dalam aliran darah. Pada akhirnya, tubuh Anda akan menyimpan terlalu banyak air.

2. Keracunan air

Keracunan air adalah gangguan fungsi otak yang divsebabkan oleh konsumsi air yang terlalu banyak tanpa disertai dengan penambahan asupan garam harian.

- Iklan -
Baca Juga:  Penyebab Terjadinya Flek Hitam

Kondisi ini terjadi saat garam (natrium) dan elektrolit lain dalam tubuh menjadi terlalu encer, di mana dalam istilah medis di kenal sebagai hiponatremia.

Hiponatremia bisa di alami saat kadar natrium dalam darah berada di bawah 135 milimol/liter (mmol/l).

Saat kadar natrium turun akibat konsumsi air berlebihan, sel-sel tubuh dapat menyerap lebih banyak air sehingga menyebabkan pembengkakan.

Jika terjadi pada sel-sel otak, hal ini bisa menimbulkan gejala serius dan bahkan kematian.

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU