Materi Bahasa Indonesia kelas XII halaman 119 Kurikulum Merdeka mengajak siswa menganalisis teks berjudul “Angsa dan Itik”, yang diambil dari novel Unfriend You: Masihkah Kau Temanku?. Teks ini menyoroti perbedaan latar sosial, kepercayaan diri, serta dinamika pertemanan antartokoh.
Melalui pembelajaran ini, siswa tidak hanya diminta memahami alur cerita, tetapi juga mampu mendeskripsikan tokoh, menafsirkan makna konotatif, serta menyusun ringkasan cerita berdasarkan pemahaman pribadi. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Raras Hafidha Sari dalam buku Apresiasi Sastra Indonesia: Puisi, Prosa, dan Drama (2022) yang menyatakan bahwa tokoh merupakan sumber utama tindakan, dialog, konflik, sekaligus penyelesaiannya dalam cerita.
Berikut kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 12 halaman 119 Kurikulum Merdeka pada bagian Ayo Berlatih.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 119
Ayo Berlatih
1. Deskripsi Tokoh dalam Novel Unfriend You: Masihkah Kau Temanku?
a. Katrissa Satin
Gambaran fisik:
Katrissa sebelumnya dikenal sebagai gadis pintar berkacamata yang pendiam dan kurang memiliki teman. Setelah berteman dengan Aura, penampilannya berubah menjadi lebih menarik dan modern, hingga akhirnya dikenal sebagai salah satu siswi yang cukup populer di Egan.
Gambaran watak:
Ia adalah pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan hidup. Katrissa juga setia dan sulit melupakan orang-orang yang memiliki arti penting baginya.
b. Langit Lazuardi
Gambaran fisik:
Langit berpenampilan geeky dengan kacamata berbingkai tebal. Rambutnya berponi panjang yang diikat ke belakang menggunakan gelang karet. Tubuhnya tinggi menjulang, dengan senyum manis dan wajah yang enak dipandang.
Gambaran watak:
Ia dikenal sebagai sosok yang pemaaf, ramah, dan selalu siap membantu. Langit memiliki kepribadian kuat, tetapi tidak menyukai sorotan berlebihan atau menjadi pusat perhatian.
c. Aura Amanda
Gambaran fisik:
Aura memiliki tubuh tinggi dan ramping, sangat cocok menjadi model. Wajahnya cantik dengan mata indah, hidung mancung, kulit putih bersih, serta latar blasteran Cina–Sunda. Senyumannya membuatnya menjadi pusat perhatian di Egan.
Gambaran watak:
Meskipun populer dan menawan, Aura bersikap rendah hati dan tidak sombong. Ia menjaga sikap dalam pergaulan, tidak bergantung pada perhatian laki-laki, serta memiliki batasan jelas dalam hubungan sosial.
d. Milani Atmaja
Gambaran fisik:
Milani memiliki paras cantik dengan darah blasteran Inggris. Tubuhnya besar dan gemuk meskipun telah berusaha menurunkan berat badan.
Gambaran watak:
Ia merupakan sosok setia kawan dan sangat patuh pada Aura. Milani tidak terlalu memikirkan posisinya sendiri, selama tetap diterima dalam lingkaran pertemanan Aura.
2. Makna Konotasi “Angsa” dan “Itik”
Sebutan angsa dan itik dalam Bab 1 memiliki makna konotatif yang merepresentasikan perbedaan kelas sosial dan kepercayaan diri. Angsa melambangkan sosok yang dianggap sempurna, cantik, dan unggul secara sosial. Karakter ini tercermin pada Aura Amanda, yang memiliki penampilan menarik, popularitas tinggi, serta daya tarik yang membuatnya menonjol di lingkungan sekolah.
Sebaliknya, itik melambangkan individu yang dipandang sebelah mata, kurang percaya diri, dan berada di posisi sosial yang lebih rendah. Katrissa Satin menjadi representasi itik, terutama pada masa sebelum ia mengalami perubahan. Makna ini menegaskan adanya jurang sosial sekaligus proses pencarian jati diri yang dialami tokoh utama.
3. Ringkasan Bab 1 “Itik dan Angsa”
Bab pertama novel Unfriend You: Masihkah Kau Temanku? yang berjudul Itik dan Angsa mengisahkan kehidupan Katrissa Satin, seorang gadis yang kerap dipandang rendah dan dijuluki itik karena penampilannya yang sederhana serta minim pergaulan. Kehidupannya mulai berubah ketika ia berteman dengan Aura Amanda, siswi cantik dan populer yang dianalogikan sebagai angsa.
Aura menjadi sosok yang sangat berpengaruh dalam hidup Katrissa. Kedekatan mereka membuat Katrissa merasa diterima, tetapi sekaligus menumbuhkan rasa minder karena perbedaan status sosial yang mencolok. Aura selalu menjadi pusat perhatian, sementara Katrissa sering merasa berada di balik bayang-bayangnya.
Meski demikian, Katrissa berusaha bangkit dan mengubah dirinya. Ia mulai belajar percaya diri dan menghadapi kenyataan bahwa setiap orang memiliki kelebihan masing-masing. Bab ini menggambarkan awal perjalanan perubahan Katrissa, sekaligus konflik batin yang muncul akibat perbedaan sosial dalam sebuah persahabatan.
Disclaimer:
Jawaban ini disusun sebagai referensi pendamping belajar. Karena soal bersifat terbuka dan interpretatif, jawaban siswa dapat berbeda sesuai pemahaman masing-masing.
