Gowa, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) kembali menghelat agenda lanjutan Bina Desa di Desa Je’ne Madinging, Kecamatan Patallassang, Kabupaten Gowa. Sabtu, 26 Oktober 2019.

Kegiatan ini sebagai rangkaian dari Dies Natalis FKM Unhas ke-37 Tahun.

Adapun sasaran kegiatan mahasiswa ini yakni, murid SD Inpres Hombes Armed.

Kegiatan edukasi dini ini mengenai penyakit tidak menular melalui media kreatif ular tangga. Hal ini digunakan untuk menarik perhatian peserta. Metode belajar sambil bermain.

Permainan edukatif ular tangga merupakan media penyuluhan penyakit tidak menular yang dapat meningkatkan pengetahuan anak sekolah. Media ini dikembangkan sendiri oleh tim mahasiswa Bina Desa.

Murid yang ikut bermain pun mengakui bahwa ini kegiatan yang menarik. Mereka juga mengatakan bahwa metode edukasi seperti ini lebih mudah diingat dan menyenangkan dalam belajar memahami materi yang disampaikan.

Baca Juga :   FKG-FKM Siap Sukseskan Dies Natalis Unhas Ke-63

Peserta kegiatan ini sebanyak kurang lebih 27 orang. Setiap satu permainan diikuti oleh tiga orang.

Sebelum bermain ular tangga, peserta diberikan evaluasi dasar dengan metode cerdas cermat mengenai pengetahuan umum tentang kesehatan.

Kemudian, murid yang menjawab pertanyaan benar berhak turut serta menjadi salah satu pemain dari ular tangga.

Pada kegiatan ini, terdapat lima orang pemenang setelah berhasil menyelesaikan permainan dan menjawab pertanyaan secara benar.

Sekilas permainan ular tangga ini mirip dengan permainan ular tangga pada umumnya, dimana angka hasil kocokan dadu menjadi penentu berapa jumlah langkah perserta.

Namun, pada setiap poin-poin blok ular tangga terdapat pertanyaan-pertanyaan yang muncul seputar penyakit tidak menular. Pertanyaan mencakup penyebab dan pencegahan PTM.

Menurut dosen pendamping Muhammad Rachmat, kegiatan ini diharapkan memberikan pengetahuan sejak dini bagi murid SD tentang PTM.

“Melalui permainan ular tangga ini proses penyerapan informasi di kalangan usia anak sekolah menjadi lebih baik. Hal ini karena melibatkan pancaindra yang beragam sehingga siswa mudah ingat,  terutama mengenai permasalahan kesehatan, membentuk sikap positif terhadap perilaku sehat tanpa menciptakan rasa jenuh untuk terus belajar mengamalkan perilaku hidup bersih dan sehat,” tutup Muhammad Rachmat. (FP/Rls)

Baca Juga :   PPDM UNM Gelar Pelatihan Pembuatan Asap Cair Hasil Pengolahan Tempurung Kemiri