Mahasiswa PBL II FKM Unhas Beri Penyuluhan Pencegahan Hipertensi dan Diabetes Melitus Melalui Pengenalan TOGA

Mahasiswa Prodi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) tengah melaksanakan kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) II di Desa Tarowang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar terhitung sejak 5 Januari 2022.

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut pengimplementasian dari susunan rancangan program intervensi pada Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) I yang telah dilaksanakan pada bulan Juli 2021 lalu.

Berdasarkan prioritas masalah dan observasi lapangan yang dilakukan di Desa Tarowang, masalah kesehatan yang dijumpai pada masyarakat adalah hipertensi dan diabetes mellitus.

- Advertisement -

Kedua penyakit tersebut merupakan permasalahan kesehatan yang cukup serius dan dapat menimbulkan komplikasi apabila tidak di kendalikan dengan tepat.

BACA JUGA :   Selain Teken MoU, FUD Gelar seminar Parenting Berwawasan Gender
- Advertisement -

Para penderita hipertensi seringkali tidak merasakan gejalanya, oleh karena itu seringkali penyakit ini disebut dengan pembunuh senyap.

Mengangkat permasalahan tersebut, mahasiswa PBL II Posko 26 melakukan penyuluhan “Pencegahan Hipertensi dan Diabetes Mellitus melalui pengenalan TOGA”.

Penyuluhan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 12 Januari 2022 bertempat di Kantor Desa Tarowang.

Penyuluhan dilakukan dengan metode interaktif (komunikasi dua arah) dan dihadiri sebanyak 18 orang masyarakat Desa Tarowang.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Posko 26 PBL II FKM Unhas memberikan penyuluhan mengenai pentingnya untuk mencegah dan mengendalikan penyakit hipertensi dan diabetes mellitus.

Serta memberikan pengenalan tanaman-tanaman obat keluarga yang dapat dimanfaatkan sebagai pengendalian penyakit hipertensi dan diabetes mellitus.

BACA JUGA :   Kukuhkan Profesor Bidang Fisika dan Kimia, Rektor UNM Dorong Akselerasi Pembelajaran Baru

Masyarakat tidak hanya menyimak penyuluhan yang diberikan, namun juga aktif berpartisipasi dalam permainan dan diskusi kelompok yang dilakukan melalui metode Focus Group Discussion.

Di akhir kegiatan, masyarakat ditunjukkan mengenai cara pengolahan tanaman obat agar dapat dikonsumsi sebagai penurun tekanan darah tinggi dan gula darah.

Diharapkan dari adanya penyuluhan tersebut, mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat desa Tarowang akan pentingnya mencegah penyakit hipertensi dan diabetes mellitus.

Harapan besar dari mahasiswa Posko 26 PBL II, kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat desa Tarowang dan mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagikan

REKOMENDASI UNTUK ANDA
- Advertisment -

POPULER: