Majas Hiperbola : Pengertian, Contoh dan Fungsi dalam Kalimat

Majas hiperbola adalah gaya bahasa yang digunakan untuk melebih-lebihkan suatu hal atau keadaan dengan tujuan untuk memberikan efek dramatis atau memperkuat kesan. Majas ini sering digunakan dalam karya sastra, pidato, dan bahasa sehari-hari untuk menarik perhatian dan menekankan perasaan atau situasi tertentu.

Berikut adalah 25 contoh majas hiperbola dalam bentuk kalimat:

  1. Dia menangis sampai air matanya bisa membanjiri seluruh rumah.
  2. Suara teriakannya bisa membuat gunung runtuh.
  3. Keindahan senyumnya mampu menyinari seluruh dunia.
  4. Larinya secepat kilat.
  5. Lautan cinta yang dimilikinya tak terbatas.
  6. Dia tertawa hingga langit pun berguncang.
  7. Hatinya hancur berkeping-keping menjadi debu.
  8. Tugas sekolah menumpuk setinggi gunung.
  9. Kesedihannya begitu dalam hingga mencapai dasar lautan.
  10. Dia bekerja keras siang dan malam tanpa pernah tidur.
  11. Berjalan sejauh ribuan mil hanya untuk bertemu dengannya.
  12. Kepintarannya melampaui batas alam semesta.
  13. Ucapannya tajam bagaikan pisau yang bisa memotong baja.
  14. Hatinya sekeras batu karang yang tak dapat dihancurkan.
  15. Semangatnya membara seperti api yang tak pernah padam.
  16. Kelaparan yang dia rasakan sebesar bumi dan langit.
  17. Rindunya tak terhingga, lebih besar dari galaksi.
  18. Pandangan matanya menusuk sampai ke tulang.
  19. Tangannya bekerja secepat mesin.
  20. Setiap langkahnya menggetarkan bumi.
  21. Kebahagiaannya memancar hingga ke bintang-bintang.
  22. Keberanian yang dimilikinya sebesar gunung tertinggi.
  23. Kepeduliannya mengalir seperti sungai yang tak pernah kering.
  24. Kemarahan yang begitu dahsyat sampai membakar seluruh kota.
  25. Cintanya sebesar samudra yang tak pernah berakhir.

Majas hiperbola ini digunakan untuk memperkuat kesan dan memberikan efek dramatis dalam penulisan.

- Iklan -
Baca Juga:  Mengenal Jaringan, Organ, Sistem Organ pada Hewan

Fungsi majas hiperbola adalah:

  1. Menekankan Perasaan atau Keadaan: Majas hiperbola digunakan untuk menekankan perasaan atau situasi tertentu sehingga pembaca atau pendengar lebih merasakan intensitasnya.
    • Contoh: “Aku sangat lapar sampai rasanya bisa makan seekor kuda.”
  2. Membuat Tulisan Lebih Menarik: Penggunaan hiperbola dapat membuat tulisan atau ucapan lebih menarik dan tidak monoton.
    • Contoh: “Hari ini panasnya seperti di gurun Sahara.”
  3. Menggugah Emosi Pembaca atau Pendengar: Hiperbola dapat memancing emosi pembaca atau pendengar, baik itu rasa kagum, sedih, atau tawa.
    • Contoh: “Dia tertawa sampai keluar air mata.”
  4. Menekankan Kelebihan atau Kekurangan: Hiperbola sering digunakan untuk menunjukkan kelebihan atau kekurangan yang sangat mencolok.
    • Contoh: “Kecantikannya bisa membuat semua bintang di langit kalah bersinar.”
  5. Menciptakan Gambaran yang Kuat: Dengan melebih-lebihkan, hiperbola membantu pembaca atau pendengar membayangkan sesuatu dengan lebih jelas dan kuat.
    • Contoh: “Rumah itu begitu besar, seolah-olah bisa menampung seluruh penduduk kota.”
  6. Meningkatkan Humor: Dalam konteks yang tepat, hiperbola dapat digunakan untuk tujuan humor, membuat suatu situasi atau deskripsi menjadi lucu.
    • Contoh: “Buku itu begitu membosankan sampai aku merasa waktu berhenti.”
Baca Juga:  Sikap Ilmiah dalam Etika Penelitian

Penggunaan majas hiperbola memerlukan keseimbangan agar tidak berlebihan dan tetap dapat diterima oleh pembaca atau pendengar.

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU