Tuesday, November 24, 2020

MIB Indonesia Hadirkan Jantung Puisi Saat Launching Buku Diamorfosis

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Puluhan anak muda Makassar seru-seruan bermanfaat bersama Penulis Antologi Puisi ‘Diamorfosis’ dan salah satu Pegiat Literasi Makassar dalam rangka Launching Buku & Talkshow Kepenulisan, Sabtu, 27 Juli 2019, di Cafeteria 99, Pasar Segar, Panakkukang, Makassar.

Ada enam penulis buku ‘Diamorfosis’ diantaranya; Syahril Mappatabe, Diaul Muhsinat, Ihsan Hidayat, Dyah Fitrokhtul Insani, Musfirah Rahman dan Nur Ilmi. Mereka semua tergabung dalam Forum Kajian Ekonomi Syariah (Forkeis) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam tepatnya di kampus Universitas Islam Negeri (UIN).

Mereka bersepakat bahwa hasil penjualan buku Diamorfosis 100% akan diberikan kepada sekolah-sekolah terpencil.

Tak hanya launching buku kegiatan itu juga dirangkaikan tetapi berlangsung juga Talkshow Kepenulisan Puisi oleh Liyana Zahirah seorang Penulis & Pegiat Literasi di Makassar.

“Struktur batin puisi yaitu tema. Tema ibarat kompas dalam sebuah puisi, agar tidak tersesat, mengetahui kapan harus menyisipkan jantung dalam sebuah puisi,” kata Liyana.

“Jantung puisi lebih kepada amanat yang ada dalam puisi tersebut atau inti dalam puisi,” sambung pemateri, Zahira.

Lanjut pemilik nama lengkap Ratu Bulkis Ramli mengutarakan bahwa jika menulis baiknya ada isi dalam puisi tersebut.

“Dalam menulis puisi atau dalam menulis apa pun, penting sekali menyelipkan ilmu pengetahuan. Ada landasan ilmu yang melatarbelakangi tulisan itu,” ungkap Ratu.

“Bisakah puisi tanpa kata-kata? Puisi tanpa kata, itu bisa, dengan menggunakan simbol. Jadi kalau teman-teman baca tentang sejarah penulisan puisi, akan menemukan beberapa puisi yang minim kata tapi memiliki makna. Kadang malah kita’ gambar love saja itu bisa jadi puisi,” terang Liyana Zahira.

Di akhir acara Aurora Rahmah selaku Pimpinan Redaksi Penerbit MIB Indonesia turut menyumbang suara untuk memotivasi peserta untuk menulis.

“Manfaat menulis bebas berimajinasi, unek-unek yang ada di hati tersaluri. Perasaan akan enak. Menulis itu juga bisa menghasilkan finansial yang mencukupi,” ucap Aurora.

“Mental seorang penulis adalah menulis dan menerbitkan tulisannya, jangan coba-coba curhat di Facebook, curhatlah di Microsof Word kemudian edit, dan kirim ke penerbit MIB Indonesia. Itu lebih bermanfaat, bisa jadi buku, buku bisa dibeli dan bisa menghasilkan finansial. Kalau di FB bisa jadi gosip baru,” saran Pimred MIB Indonesia, Aurora Rahmah.

Citizen Jurnalis: Azimah Nahl

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

UKM UIN Alauddin Terima Bantuan Penguatan Kearifan Lokal dari Kemensos RI

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial memberikan bantuan penguatan kearifan lokal kepada dua Unit Kegiatan...

Tetap Produktif, Mahasiswa Departemen K3 FKM Unhas Selesaikan Magang di 20 Perusahaan

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Magang industri merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) FKM Unhas. Selasa (24/11/2020) telah...

IKAPTK Gowa Siap Gelar Kongres

Gowa, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kabupaten Gowa siap gelar Kongres dalam rangka pemilihan Ketua dan jajaran pengurus...

40 Persen Siswa SD Bajeng Telah Miliki Buku Rekening

Gowa, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Bajeng, HM Amir menyampaikan bahwa sudah 40 persen dari jumlah 6.520 siswa Sekolah Dasar...

Pengurus PGRI Ranting Gugus V Kecamatan Manggala Terbentuk

FAJARPENDIDIKAN.co.id - PGRI Ranting Gugus V Kecamatan Manggala, kini punya pengurus. Pembentukan pengurus PGRI Ranting Gugus V itu diadakan di SD Negeri...

REKOMENDASI