Selasa, Mei 11, 2021

Opini : Potensi Unggul Generasi Terancam Demi Korporasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) bersama Google, Gojek, Tokopedia, dan Traveloka menyelenggarakan program Bangun Kualitas Manusia Indonesia (Bangkit) 2021. Informasi tersebut disampaikan Ditjen Dikti melalui akun Instagram resmi, Jumat (8/1/2021).

Bangkit merupakan program pembinaan 3.000 talenta digital terampil guna menyiapkan sembilan juta talenta digital terampil pada tahun 2030. Program ini ditawarkan kepada mahasiswa di semua perguruan tinggi Indonesia untuk dapat mengimplementasikan Kampus Merdeka melalui studi/proyek independen untuk mendapatkan kompetensi di bidangmachine learning, mobile development, dancloud computing.

Melansir laman resmi Bangkit 2021, pada akhir program, mahasiswa akan dibekali dengan keahlian teknologi dan soft skill yang dibutuhkan untuk sukses berpindah dari dunia akademis ke tempat kerja di perusahaan terkemuka.

Mahasiswa juga akan mendapatkan sejumlah manfaat, yakni: Mendapatkan 20 SKS.Mendapatkan sertifikasi dari Google; Kesempatan untuk menjadi salah satu dari 10 tim terpilih untuk menerima dana inkubasi untuk proyek yang dibuat; Kesempatan menjadi salah satu dari 40 nomine Bangkit untuk mengikuti program UIF di Stanford University.

Bahaya Pelibatan Korporasi Terhadap Potensi Generasi

Kualitas generasi muda sangat menentukan kualitas peradaban bangsa. Pentingnya peran generasi muda diungkap Khalifah Umar Bin Khaththab  ra. “tiap kali kuhadapi masalah-masalah besar, yang kupanggil adalah anak muda.”

Namun tidak bila korporasi terlibat dalam pemberdayaan potensi generasi. Jika demikian, sama saja mengebiri keilmuan para intelektual hanya sekedar menjadi tenaga kerja dan buruh industri. Tentu negara rela kehilangan SDM untuk keunggulan bangsa kepada korporasi yang sejatinya merugikan bangsa sendiri. Tidak akan pernah dijumpai generasi bermental menjadi pemimpin dan peduli terhadap urusan masyarakat. Mereka akan sibuk memantaskan diri agar dilirik para korporasi.

Inilah kondisi jika pendidikan sebuah negeri dicengkeram oleh sistem kapitalisme membuat negara berlepas tangan dari perannya yang seharusnya dominan untuk menyelenggarakan pendidikan bagi rakyat. Kapitalisme telah menjadikan negara bergantung pada swasta. Oleh karena itu, selama pendidikan masih diatur oleh sistem kapitalisme, maka keunggulan output generasi didik hanya disuguhkan untuk korporasi.

Islam Menjamin Terwujudnya Generasi Pembangun Peradaban

Dalam Islam, pendidikan dipandang sebagai sebuah investasi masa depan. Maka, visi politik pendidikan Islam adalah membentuk dan membangkitkan generasi muda menjadi insan yang berkualitas untuk memimpin umat manusia dan negara, serta membawanya dari kegelapan ke cahaya seperti yang diperintahkan Allah Swt.

Visi mulia ini dibangun berdasarkan arah tujuan pendidikan di dalam Islam yaitu membentuk kepribadian Islam, menguasai pemikiran Islam dengan handal, menguasai ilmu-ilmu terapan, pengetahuan dan teknologi, dan memiliki keterampilan yang tepat guna dan berdaya guna. Pembentukan kepribadian Islam akan menjadikan generasi memiliki pola pikir san pola sikap sesuai dengan syariah Islam. Materi pembelajaran ini harus dilakukan di semua jenjang pendidikan yang sesuai dengan proporsinya melalui berbagai pendekatan.

Salah satu diantaranya adalah dengan menyampaikan pemikiran Islam (tsaqafah Islam) kepada para siswa pada tingkat TK hingga SD. Materi kepribadian Islam yang diberikan adalah materi dasar karena mereka berada pada jenjang usia menuju baligh. Artinya, mereka lebih banyak diberikan materi yang bersifat pengenalan keimanan.

Setelah mereka mencapai usia baligh, yaitu SMP, SMA, dan PT, materi yang diberikan bersifat lanjutan, yakni pembentukan, peningkatan, dan pematangan. Hal ini dimaksudkan untuk memelihara sekaligus meningkatkan keimanan serta keterikatannya dengan syariat Islam. Idikatornya, anak didik dengan kesadaran yang dimilikinya berhasil melaksanakan seluruh kewajiban dan mampu memghindari segala tindak kemaksiatan kepada Allah Swt.

Adapun materi pembelajaran yang bertujuan untuk penguasaan iptek dan keterampilan bagi generasi didik, menjadikan mereka memiliki kemampuan berinteraksi dengan lingkungan yang berupa peralatan, inovasi, dan berbagai bidang terapan lainnya, seperti menggunakan peralatan listrik dan elektronika, peralatan industri, pertanian, dan semua hal yang dibutuhkan agar berdaya guna di tengah masyarakat.

Alhasil, outpun generasi didik dalam sistem pendidikan Islam akan melahirkan generasi cemerlang. Mereka akan menjadi orang² yang faqih fiddin atau ahli dalam agama serta ahli dalam keilmuannya mereka, dimana hal tersebut pun dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Visi ini tidak akan teralisasi keculai dengan peran negara di dalamnya. Oleh karena itu, Islam menetapkan pendidikan termasuk salah satu kebutuhan dasar publik yang mutlak ditanggung oleh negara. Negaralah yang berkewajiban mengatur segala aspek yang berkenaab dengan sistem pendidikan yang diterapkan.

Negar wajib menyediakan fasilitas dan infrastruktur pendidikan yang cukup dan memadai, seperti gedung-gedung sekolah, laboratorium, balai-balai penelitian, buku-buku pelajaran, dan lain sebagainya.

Selain itu, negara juga yang akan memastikan persoalan yang berkaitan dengan kurikulum, akreditasi sekolah, atau perguruan tinggi. Metode pengajaran dan bahan-bahan ajarnua sesuai dengan Islam. Bahkan, mengupayakan agar pendidikan diperoleh rakyat secara mudah bahkan gratis. Rasulullah Saw. besabda, “Seorang imam (khalifah/kepala negara) adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyat dan ianakan dimintai pertanggungjawaban atas urusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

Negara akan memanfaatkan keterampilan mereka yang luar biasa dari generasi terbaik untuk pengembangan negara. Dengab demikian kemampuan berharga mereka tidak disia-siakan atau dibajak oleh pemerintah asing. Terlebih suasana yang dibangun di tengah masyarakat adalah fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Dengan senang hati rakyat ingin membantu negara mewujudkan kemaslahatan.

Tidak heran jika dalam peradaban Islam akan ditemui banyak sekali orang-orang yang polymath. Bahkan keilmuan mereka dijadikan sebagai dasar peletakan ilmu modern saat ini. Sepert Az-Zahrawi yang mewariskan ilmu bedah, Al-Khawarizmi yang menemukan angka 0 yang dikenal dengan ilmu algoritma saat ini, dan masih banyak lagi ilmuan muslim yang lahir dari peradaban Islam.

Wallaahu a’lam bi ash-shawab

Penulis : Miladiah Al-Qibthiyah

ANDA MUNGKIN SUKA

BERITA DAERAH TERBARU

Mau Tahu Realisasi Dana Desa di BOSOWA, Cek di Inovasi Ini!

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Sobat Desa di Bone, Soppeng dan Wajo (BOSOWA) tentu ingin tahu penyaluran Dana Desa oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)...

Begini Cara Polres Bone Edukasi Masyarakat Agar Tak Mudik

Sosialisasi larangan mudik lebaran Idul Fitri di tahun ini tidak melulu dilakukan di jalanan. Polres Bone memiliki cara tersendiri untuk mengedukasi masyarakat...

Babak Baru Nasib Stadion Andi Mattalatta-Mattoangin Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Diskusi terbuka tentang Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoangin Makassar bersama Forum Pimpinan Redaksi Sulawesi Selatan (LFPR Sulsel) yang dipimpin ketuanya,...

Anda Bendahara? Yuk Ikuti Sharing Session Bendahara Mahir Pajak

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Watampone kembali bersinergi dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Watampone menggelar kegiatan “Sharing Session Bendahara...

Pekerja Bangunan Ditemukan Tak Bernyawa di Tempat Kerjanya

Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Seorang pekerja bangunan bernama Husen Bin Johan (46), ditemukan tak bernyawa di tempat kerjanya, di Jln. Bau Baharuddin, Kelurahan...

Operasi Ketupat 2021, Sat Sabhara Polres Wajo Melakukan Pengamanan Serta Penyekatan Arus Mudik

Sengkang, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sat Sabhara Polres Wajo melakasanakan Pam dan pengaturan lalulintas dari arah Kabupaten Bone Sulawesi Selatan untuk dilakukan pemeriksaan serta...

RAMADAN KEREN

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Masjid At Tabayyun : Manusia Merdeka Iktikaf di Tenda Arafah

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tenda " Arafah" Masjid At Tabayyun di komplek Taman Villa Meruya mendapat kunjungan "Manusia Merdeka " hari Minggu (9/5) pukul...

Canangkan Beasiswa Pendidikan Putra Putri Maros, Polibos Rajut Kerja Sama dengan Bupati Maros

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Direktur Politeknik Bosowa (Polibos) Asrul Hidayat M,T yang didampingi langsung oleh Wakil Direktur I Yoan Elviralita M.T,  Wakil Direktur II...

Operasi Ketupat 2021, Sat Sabhara Polres Wajo Melakukan Pengamanan Serta Penyekatan Arus Mudik

Sengkang, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sat Sabhara Polres Wajo melakasanakan Pam dan pengaturan lalulintas dari arah Kabupaten Bone Sulawesi Selatan untuk dilakukan pemeriksaan serta...

Pekerja Bangunan Ditemukan Tak Bernyawa di Tempat Kerjanya

Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Seorang pekerja bangunan bernama Husen Bin Johan (46), ditemukan tak bernyawa di tempat kerjanya, di Jln. Bau Baharuddin, Kelurahan...

La Liga : Sevilla vs Real Madrid Berakhir Seri

FAJARPENDIDIKAN.co.id- Laga pekan ini, Sevilla vs Real Madrid berkahir seri, pada pertandingan kali ini, real madrid mengejar puncak klasemen namun tertahan oleh...

REKOMENDASI