Barru, fajarpendidikan.co.id – Suasana pagi di Dusun Pesse, Desa Lempang, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, mendadak gempar, Kamis (9/4/2026).
Seorang perempuan lanjut usia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di aliran Sungai Paria.
Korban diketahui bernama I Soloh alias Ma Solo (82), warga Dusun Garongkong, Desa Lempang.
Kapolsek Tanete Riaja, IPTU Mudhaffar, mengatakan korban ditemukan dalam posisi tertelungkup.
“Korban ditemukan pagi hari dalam posisi tertelungkup dan mengapung di Sungai Paria,” kata Mudhaffar kepada wartawan.
Penemuan mayat tersebut bermula saat seorang warga bernama Hamka hendak memeriksa jaring ikan miliknya di sungai.
Saat tiba di lokasi, ia turun untuk mengecek jaring. Namun seketika ia dikejutkan oleh sosok tubuh manusia yang mengapung.
Tanpa berpikir panjang, saksi langsung naik ke darat dan memanggil warga sekitar.
Tak lama kemudian, warga berdatangan dan memastikan bahwa yang ditemukan adalah sesosok mayat perempuan.

Laporan warga langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian.
Personel Polres Barru bersama Polsek Tanete Riaja yang dipimpin IPTU Mudhaffar segera menuju tempat kejadian perkara (TKP).
“Berkat laporan warga, kami langsung ke TKP dan berkoordinasi dengan Puskesmas Lisu,” jelasnya.
Petugas kemudian mengevakuasi korban dan membawa jenazah ke Puskesmas Lisu untuk pemeriksaan.
Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Tidak ada tanda kekerasan,” tegas Mudhaffar.
Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan tas milik korban yang berisi kerang hasil tangkapan.
“Di dalam tas korban juga ditemukan minyak kayu putih,” tambahnya.
Polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 12 jam sebelum ditemukan.
Korban diketahui sehari-hari kerap turun ke sungai untuk mencari kerang, sambung Mudhaffar.
Warga sekitar pun mengenalnya sebagai sosok yang rutin beraktivitas di Sungai Paria.
Kapolsek menyebut, kejadian serupa juga pernah terjadi sebelumnya.
“Tahun lalu 2025 ada kejadian serupa, korban saat itu juga sedang mencari kerang di sungai,” ungkap Mudhaffar.
Keluarga Ikhlaskan, Jenazah Dipulangkan Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait penanganan lebih lanjut.
“Keluarga sudah mengikhlaskan dan meminta agar tidak dilakukan autopsi,” ujarnya.
Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kapolsek Tanete Riaja, IPTU Mudhaffar, mengimbau warga agar berhati-hati beraktivitas di sungai.
“Kami mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di sungai, apalagi saat cuaca sering hujan deras,” tutupnya.
Hengki

