Beranda blog

VIDEO: PSG 5-4 Bayern München | Champions League 25/26 | Match Highlights

0

Sejarah tercipta dalam laga semifinal Liga Champions UEFA ketika Paris Saint-Germain menaklukkan Bayern Munchen dengan skor dramatis 5-4 pada leg pertama di Parc des Princes, Rabu (28/4) waktu setempat.

Pertandingan ini menjadi sorotan karena menghasilkan sembilan gol—sebuah laga dengan intensitas tinggi yang menunjukkan kualitas lini serang kedua tim.

Babak Pertama: Adu Tajam Sejak Awal

Sejak menit awal, PSG dan Bayern langsung terlibat jual beli serangan. Total lima gol tercipta di babak pertama, mencerminkan betapa terbukanya permainan kedua tim.

PSG berhasil menutup 45 menit pertama dengan keunggulan 3-2 setelah Ousmane Dembele mencetak gol melalui titik penalti pada masa injury time.

Babak Kedua: PSG Menjauh, Bayern Bangkit

Memasuki babak kedua, PSG langsung menekan dan memperlebar keunggulan. Gol dari Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-56 disusul gol kedua Dembele di menit ke-59 membuat skor berubah menjadi 5-2.

Namun, Bayern tidak menyerah begitu saja. Bek tengah Dayot Upamecano memperkecil ketertinggalan pada menit ke-65.

Empat menit kemudian, Luis Diaz mencetak gol setelah memanfaatkan umpan matang dari Harry Kane, membuat skor menjadi 4-5.

Laga Sarat Kualitas dan Tegangan

Sembilan gol yang tercipta menjadi bukti betapa tajamnya lini serang kedua tim. PSG dan Bayern sama-sama diperkuat pemain kelas dunia yang mampu menciptakan peluang dari berbagai situasi.

Meski menang, PSG belum sepenuhnya aman. Selisih satu gol membuat peluang Bayern untuk membalikkan keadaan di leg kedua masih terbuka lebar.

Penentuan di Leg Kedua

Pertarungan akan berlanjut pada leg kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei mendatang. Bayern dipastikan akan tampil habis-habisan untuk mengejar defisit agregat, sementara PSG harus menjaga konsistensi jika ingin melangkah ke final.

Dengan performa kedua tim yang sama-sama agresif, leg kedua diprediksi kembali menghadirkan drama besar di panggung Eropa.

5 Ikan Air Tawar Berbisa yang Berbahaya bagi Manusia, dari Lele hingga Pari Sengat

0

Hewan berbisa biasanya identik dengan ular, laba-laba, atau kalajengking. Namun, tak banyak yang menyadari bahwa beberapa ikan air tawar juga memiliki bisa yang cukup berbahaya. Bahkan, dalam kondisi tertentu, sengatan atau tusukannya bisa berdampak serius bagi manusia.

Berbagai jenis ikan ini memiliki mekanisme pertahanan berupa duri atau sengat beracun yang tersembunyi di bagian tubuh tertentu. Berikut lima ikan air tawar berbisa yang perlu diwaspadai.

1. Ikan lele: Duri Patil yang Menyakitkan

Ikan lele termasuk dalam ordo Siluriformes dan dikenal luas sebagai ikan konsumsi. Ciri khasnya adalah tubuh licin tanpa sisik, bentuk memanjang, serta kumis di sekitar mulut.

Meski terlihat jinak, lele memiliki duri tajam yang disebut patil pada sirip pektoral dan dorsal. Tusukan dari patil ini dapat menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, mati rasa, hingga reaksi alergi. Dalam beberapa kasus, luka juga bisa memicu demam.

2. Ikan baung: Kerabat Lele dengan Tiga Duri Berbisa

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Upik Murinem (@murinemupik)

Ikan baung masih satu keluarga dengan lele, sehingga memiliki bentuk tubuh yang hampir serupa. Bedanya, sirip baung tidak memanjang seperti lele.

Baung memiliki tiga duri berbisa—dua di sirip pektoral dan satu di sirip dorsal. Jika mengenai manusia, bisa tersebut dapat menimbulkan rasa sakit intens, pembengkakan, serta reaksi alergi. Di alam liar, duri ini berfungsi sebagai alat pertahanan dari predator.

3. Bullrout: Sengatan Kecil, Rasa Sakit Besar

Bullrout merupakan ikan endemik Australia yang hidup di sungai dan perairan payau. Ukurannya relatif kecil, sekitar 20–30 cm, dengan warna gelap yang memudahkannya berkamuflase di dasar perairan.

Ikan ini memiliki duri berbisa di berbagai sirip, seperti dorsal, anal, dan pelvis. Meskipun tidak mematikan bagi manusia, sengatannya dikenal sangat menyakitkan dan efeknya bisa bertahan lama.

4. Ikan pari sengat air tawar: Sengatan yang Bisa Mematikan

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh J Toretto (@j_toretto6969)

Tak hanya hidup di laut, ikan pari juga memiliki spesies yang hidup di air tawar. Ikan ini memiliki tubuh pipih dengan duri berbisa di bagian ekornya.

Sengatan pari air tawar dapat menyebabkan rasa sakit luar biasa, pembengkakan, dan mati rasa. Dalam kasus tertentu, terutama jika mengenai organ vital, sengatan ini bahkan bisa berakibat fatal. Ikan ini biasanya ditemukan di dasar perairan dangkal dan merupakan predator aktif.

5. Ikan kiper: Sengatan yang Bikin Pusing

Ikan kiper atau Scatophagus argus dapat hidup di air tawar maupun payau. Tubuhnya pipih dengan pola tutul hitam yang khas, membuatnya cukup populer sebagai ikan hias.

Namun, ikan ini memiliki duri kecil berbisa di bagian depan tubuhnya. Sengatannya dapat menyebabkan rasa sakit hebat disertai pusing. Meski begitu, efeknya biasanya bisa diredakan dengan merendam area yang terkena dalam air hangat.

Tetap Waspada Saat Beraktivitas di Air

Keberadaan ikan berbisa di perairan air tawar menjadi pengingat bahwa risiko tidak hanya datang dari hewan darat. Saat berenang, memancing, atau mengolah ikan, penting untuk selalu berhati-hati dan tidak menyentuh ikan secara sembarangan.

Kabar baiknya, sebagian besar ikan ini tidak agresif dan hanya akan menyerang jika merasa terancam. Dengan pengetahuan yang tepat, risiko bisa diminimalkan dan aktivitas di alam tetap aman serta menyenangkan.

Pemkab Barru Raih Penghargaan UHC Awards 2026 Tingkat Nasional Kategori Madya

Jakarta — Pemerintah Kabupaten Barru kembali mencatatkan capaian membanggakan di tingkat nasional dengan menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori Madya. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan daerah dalam memperluas cakupan jaminan kesehatan bagi masyarakat.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, didampingi Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin serta Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mufti kepada Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, pada acara yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/01/2026).

Kabupaten Barru dinilai berhasil memenuhi kriteria sebagai daerah kategori madya dalam implementasi Universal Health Coverage, yaitu sistem perlindungan kesehatan yang menjamin masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang layak tanpa terkendala masalah biaya.

Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat sistem perlindungan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, capaian itu bukan sekadar prestasi seremonial, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah dalam memastikan seluruh warga Barru mendapatkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memastikan seluruh masyarakat Barru memperoleh hak layanan kesehatan dengan baik. Kami akan terus menjaga keberlanjutan kepesertaan JKN sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” ujar Wakil Bupati.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Barru akan terus memberikan perhatian pada sektor kesehatan melalui dukungan anggaran, peningkatan fasilitas layanan kesehatan, serta penguatan kerja sama dengan BPJS Kesehatan dan berbagai pihak terkait lainnya.

Selain itu, ia menilai kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat memiliki peran penting dalam mempertahankan capaian Universal Health Coverage agar manfaat program jaminan kesehatan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.

Penghargaan UHC Awards 2026 tersebut diterima bersama 31 gubernur serta 396 bupati dan wali kota dari seluruh Indonesia. Pengakuan tingkat nasional ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Barru di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif demi mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Turut mendampingi Wakil Bupati Barru dalam kegiatan tersebut antara lain Kabag Umum Setda Barru Ashar Hamid, Kabag Protokol Setda Barru H.M. Taufik, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Parepare dr. Muhammad Ali, Kabag Kepesertaan BPJS Kesehatan Parepare Ridjal Mursalim, serta Kepala BPJS Kesehatan Barru Desy Adriani Lubis.

Pemkab Barru Hadiri Perayaan HUT ke-65 Bank Sulselbar, Perkuat Kolaborasi dan Kepedulian Sosial

Barru — Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-65 PT Bank Sulselbar yang digelar di Kantor Bank Sulselbar Cabang Barru, Selasa (13/1/2026).

Kehadiran Wakil Bupati disambut hangat oleh Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Barru, Farida Riani, bersama jajaran pegawai. Suasana penuh keakraban terlihat sepanjang kegiatan, mencerminkan hubungan sinergis yang selama ini terjalin antara Pemerintah Kabupaten Barru dan Bank Sulselbar dalam mendukung berbagai program pelayanan dan kemasyarakatan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Barru bersama Pimpinan Cabang Bank Sulselbar menyempatkan diri berinteraksi dengan para pegawai dan nasabah serta meninjau langsung pelaksanaan donor darah yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HUT Bank Sulselbar ke-65.

Aksi sosial tersebut terlaksana melalui kerja sama antara Bank Sulselbar Cabang Barru, PMI Kabupaten Barru, dan UPT Transfusi Darah RSUD La Patarai Barru sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan kemanusiaan di masyarakat.

Dari kegiatan donor darah itu, terkumpul sebanyak 41 kantong darah. Wakil Bupati Barru memberikan apresiasi atas partisipasi masyarakat dan para peserta yang ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial tersebut.

Pada momentum penuh kebersamaan itu, Wabup Barru juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada PT Bank Sulselbar seraya berharap institusi perbankan daerah tersebut terus berkembang dan meningkatkan kualitas pelayanannya.

“Semoga di usia ke-65 ini, Bank Sulselbar semakin maju, terus bertumbuh, memperkuat sinergi, dan berkembang secara syariah,” ujar Abustan.

Ucapan selamat juga disampaikan Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H. Ia berharap Bank Sulselbar semakin sukses dan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Selamat ulang tahun ke-65 untuk Bank Sulselbar. Semoga semakin maju dan berkembang,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Barru, Farida Riani, mengungkapkan rasa syukur atas peringatan HUT tahun ini yang mengusung tema “Bertumbuh, Bersinergi, dan Bersyariah”.

Menurutnya, tema tersebut menjadi semangat Bank Sulselbar untuk terus tumbuh sebagai lembaga perbankan daerah yang mampu memperkuat kolaborasi dan memberikan layanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Farida juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Barru yang selama ini menjadi mitra strategis Bank Sulselbar, khususnya atas dukungan dan kerja sama yang terjalin dengan baik di Cabang Barru.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Barru beserta seluruh jajaran pemerintah daerah atas dukungan yang terus diberikan kepada Bank Sulselbar.

Selain itu, ia turut mengapresiasi kehadiran unsur Forkopimda dan berbagai pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut, dengan harapan hubungan kerja sama yang telah terbangun dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bersama.

Meski perayaan HUT dan kegiatan donor darah berlangsung, pelayanan kepada nasabah tetap berjalan normal sehingga masyarakat tetap dapat mengakses layanan perbankan seperti biasa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kejaksaan Negeri Barru, Pj Sekretaris Daerah Barru, staf ahli bupati, pimpinan OPD, pimpinan Baznas Barru, Direktur RSUD La Patarai Barru, mitra kerja dari kalangan developer dan koperasi, para kepala bagian Setda Barru, camat, kepala desa, lurah, serta sejumlah undangan lainnya.

Pemkab Barru Apresiasi Peresmian Pusat Ekonomi DDI Mangkoso pada Milad ke-87

Barru – Pemerintah Kabupaten Barru memberikan apresiasi atas peluncuran Pusat Perekonomian Toserba Terpadu DDI Mangkoso yang dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-87 Darud Da’wah Wal-Irsyad (DDI). Kegiatan tersebut dihadiri sekaligus ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., mewakili Bupati Barru, di GOR Kampus III Putri Bululampang, Kelurahan Mangkoso, Kecamatan Soppeng Riaja, Ahad (11/1/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Barru menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang DDI yang selama puluhan tahun terus berkontribusi dalam bidang pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia. Menurutnya, peringatan Milad DDI bukan hanya menjadi momentum bagi DDI Mangkoso, tetapi juga milik seluruh keluarga besar DDI yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air.

Ia menilai DDI telah tumbuh sebagai organisasi Islam yang besar dan moderat dengan tetap menjunjung nilai persatuan serta semangat ukhuwah Islamiyah.

“DDI hadir sebagai organisasi yang terus menjaga nilai wasathiyah dan konsisten mengajak umat pada kebaikan dengan tetap memperkuat persatuan,” ujarnya.

Wabup Barru juga memberikan penghargaan atas suksesnya rangkaian kegiatan Milad ke-87 yang diisi dengan berbagai agenda seperti kegiatan ilmiah, olahraga, seni, silaturahmi, hingga perlombaan. Ia menilai keberhasilan kegiatan tersebut lahir dari semangat kebersamaan dan kerja sama seluruh panitia serta keluarga besar DDI.

Menurutnya, antusiasme para santri dan santriwati dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan menjadi hal yang membanggakan. Di tengah berbagai tantangan moral dan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, para santri dinilai telah memilih jalan yang positif dengan mendekatkan diri pada pendidikan dan nilai-nilai agama.

“Menjadi sosok yang baik jauh lebih penting daripada sekadar menjadi orang penting. Nilai inilah yang diharapkan tumbuh dalam diri para santri sebagai generasi penerus bangsa,” tuturnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Barru, ia menegaskan dukungan penuh terhadap keberadaan Pondok Pesantren DDI Mangkoso yang selama ini dinilai memiliki kontribusi besar dalam membangun citra positif daerah melalui pendidikan dan pembinaan keagamaan.

Ia juga berharap sinergi antara pesantren, sekolah, dan madrasah di Kabupaten Barru terus diperkuat, termasuk peran aktif pesantren dalam memberikan masukan konstruktif bagi pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pendidikan keagamaan.

Terkait peluncuran Pusat Perekonomian Toserba Terpadu DDI Mangkoso, Wakil Bupati menilai langkah tersebut sebagai terobosan penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi umat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati Barru berharap DDI Mangkoso terus berkembang dan melahirkan generasi santri yang unggul dalam aspek spiritual, intelektual, mental, dan sosial, dengan tetap menjaga nilai persatuan dan keharmonisan di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso Prof. Dr. H. Muh. Faried Wadjedi, Lc., M.A., ulama Al-Azhar Mesir Syekh Ala Muhammad Mustafa Na’imah, pakar Qiraah Sab’ah Prof. Dr. Syekh Salah Saki Ibrahim Al-Gadiri Al-Hasanah, Lc., M.A., Pakar Budaya Unhas Prof. Dr. Hj. Nurhayati Rahman Mattammeng, M.Huk., Ketua TP PKK Barru Andi Milawati Abustan, S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah Barru Abubakar, S.Sos., M.M., unsur Kementerian Agama, Forkopimda, anggota DPRD Barru, pimpinan wilayah DDI Sulawesi Selatan, alumni, tenaga pendidik, serta para santri dan santriwati.

Pemkab Barru dan BREXA Raya Indonesia Bersinergi Cetak SDM Siap Bersaing di Tingkat Global

Barru — Pemerintah Kabupaten Barru terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di tingkat internasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Program Pengembangan SDM bersama BREXA Raya Indonesia yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Menara MPP Lantai V, Selasa (13/1/2026), dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Abustan menegaskan bahwa pembangunan Barru ke depan tidak hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam, melainkan lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas manusianya.

Menurutnya, generasi muda Barru harus dipersiapkan agar memiliki kemampuan dan kompetensi yang mampu menembus pasar kerja internasional, termasuk di Jepang dan negara lainnya.

“Hari ini yang kita siapkan adalah masa depan generasi Barru. Mereka harus mampu bersaing, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di dunia internasional. Melalui kerja sama ini, kita ingin melahirkan tenaga profesional yang siap bekerja di Jepang maupun negara lain,” ujar Abustan.

Ia menilai kerja sama dengan BREXA Raya Indonesia menjadi langkah strategis untuk membuka akses peluang kerja yang lebih luas bagi lulusan SMA, SMK, MA, serta generasi produktif di Kabupaten Barru. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendukung dan mengawal program tersebut agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Wabup juga berharap Barru nantinya tidak hanya menjadi daerah yang menyaksikan perkembangan global, tetapi mampu tampil sebagai daerah penghasil tenaga kerja profesional yang membawa nama baik daerah di kancah internasional.

Sementara itu, Prof. Dr. Hafid Abbas dari BREXA Raya Indonesia menjelaskan bahwa BREXA merupakan bagian dari BREXA Holdings Jepang, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang layanan sumber daya manusia internasional dan penyaluran tenaga kerja ke Jepang maupun negara lainnya.

Ia menerangkan bahwa BREXA menyediakan layanan terpadu yang mencakup proses rekrutmen, pelatihan tenaga kerja, persiapan kerja internasional, pengurusan legalitas dan visa, hingga pelatihan bahasa dan konsultasi SDM.

“Program ini disusun untuk memastikan tenaga kerja Indonesia tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami budaya kerja dan aturan yang berlaku di negara tujuan,” jelasnya.

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal terbangunnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja internasional dalam mendukung percepatan peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Barru menuju daerah yang lebih maju, mandiri, dan memiliki daya saing global.

Turut hadir dalam kegiatan ini para kepala SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Barru, jajaran perangkat daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Pemkab Barru Gelar Evaluasi Kinerja 2025 dan Matangkan Program Prioritas Tahun 2026

Barru — Pemerintah Kabupaten Barru mengawali Tahun 2026 dengan menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Kinerja Tahun 2025 sekaligus penyusunan rencana aksi Tahun 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Barru, Abubakar, S.Sos., M.Si., di Baruga Pettu Adae, Lantai VI Menara MPP Kantor Bupati Barru, Kamis (8/1/2026).

Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Barru untuk meninjau capaian seluruh perangkat daerah selama tahun sebelumnya, sekaligus menyusun strategi kerja yang lebih terukur guna meningkatkan efektivitas pemerintahan dan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Pelaksanaan evaluasi pada awal tahun dinilai tepat karena memberi kesempatan kepada pemerintah daerah untuk melakukan refleksi terhadap hasil kerja, hambatan, dan tantangan yang dihadapi sepanjang Tahun 2025. Dari hasil evaluasi tersebut, pemerintah dapat merumuskan langkah kerja yang lebih sistematis dan terarah dalam menghadapi Tahun 2026.

Dalam pertemuan itu, sejumlah hal strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya penyusunan indikator kinerja yang lebih rinci melalui penjabaran indikator utama menjadi indikator dan subindikator agar proses perencanaan lebih mudah dipantau dan diukur.

Selain itu, pemerintah daerah juga menetapkan jadwal pelaksanaan program dan kegiatan secara berkala, mulai dari bulanan, triwulanan, semesteran hingga tahunan. Penyesuaian rentang waktu tersebut dilakukan berdasarkan karakteristik dan durasi masing-masing kegiatan agar proses monitoring dan evaluasi berjalan lebih efektif.

Rapat koordinasi tersebut turut menegaskan pentingnya RPJMD Kabupaten Barru Tahun 2025–2029 sebagai pedoman utama dalam penyusunan program kerja daerah. Dengan demikian, seluruh rencana aksi yang dirancang diharapkan tetap sejalan dengan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Barru, sekaligus sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.

Penguatan reformasi birokrasi juga kembali menjadi perhatian utama dalam forum tersebut. Langkah ini dipandang penting untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pelayanan publik melalui optimalisasi tugas dan fungsi seluruh perangkat daerah.

Suasana rapat berlangsung interaktif karena disertai pemaparan contoh indikator kinerja serta ruang diskusi terbuka yang memungkinkan peserta memberikan masukan dan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. Peran pimpinan rapat sebagai fasilitator dinilai mampu mendorong keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah dalam menyusun strategi pencapaian target kinerja.

Selain membahas aspek perencanaan, rapat juga menyoroti faktor penunjang keberhasilan program, seperti ketersediaan anggaran, dukungan sarana dan prasarana, hingga kualitas sumber daya manusia. Evaluasi berkelanjutan dianggap menjadi langkah penting agar setiap program benar-benar memberikan dampak nyata terhadap pembangunan daerah.

Dalam upaya meningkatkan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Pemkab Barru menekankan penguatan pada aspek perencanaan, pengukuran, pelaporan, dan evaluasi kinerja. Penetapan penanggung jawab yang jelas, pelaporan yang terkoordinasi oleh Bagian Organisasi Sekretariat Daerah, serta evaluasi internal oleh Inspektorat menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai standar dan ketentuan.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Barru kembali menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan agar semakin efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Pada tahap awal, pemerintah daerah telah mengidentifikasi 35 Kinerja Utama yang mengacu pada Indikator Kinerja Utama (IKU) RPJMD Kabupaten Barru Tahun 2025–2029, reformasi birokrasi, serta tugas dan fungsi perangkat daerah. Beberapa indikator yang menjadi prioritas meliputi Indeks Reformasi Birokrasi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), indeks pendidikan dan kesehatan, prevalensi stunting, pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, pengendalian inflasi, Indeks Pemerintahan Digital, penilaian pelayanan publik Ombudsman RI, hingga pengelolaan keuangan dan aset daerah.

Selain itu, perhatian juga diberikan pada peningkatan daya saing daerah, penguatan ketahanan pangan dan ketahanan daerah, optimalisasi layanan MPP Digital, inovasi pelayanan publik, hingga berbagai indikator nasional seperti Adipura, Kabupaten Layak Anak, dan Anugerah Parahita Ekapraya.

Barru Perkuat Koordinasi Pengamanan Malam Tahun Baru demi Situasi Tetap Kondusif

Barru – Pemerintah Kabupaten Barru bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperlihatkan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pergantian tahun. Setelah menghadiri kegiatan di Masjid H. Baiturrahman Lawe Zam-Zam Center, Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., melanjutkan agenda ke Pos Lantas Polres Barru atau Pos Barru Terpadu pada Selasa malam (31/12/2025).

Di lokasi tersebut, Wabup Barru mengikuti rapat koordinasi virtual bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang turut dihadiri sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pemantauan situasi keamanan malam pergantian tahun di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Barru.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kapolres Barru AKBP Ananda Harahap, S.I.K., M.H., Ketua DPRD Barru Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M.Si., perwakilan Dandim 1405/Parepare Kapten Inf Gusmin, serta Pj Sekda Barru Abubakar, S.Sos., M.Si.

Dalam rapat koordinasi, berbagai laporan kondisi keamanan daerah disampaikan oleh jajaran Kapolda, gubernur, dan pihak terkait lainnya. Kapolri menegaskan pentingnya kesiapan personel di lapangan, peningkatan kerja sama lintas sektor, serta penerapan langkah preventif dan preemtif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Setelah mengikuti rapat virtual, Wakil Bupati Barru bersama Forkopimda menyerahkan paket hidrasi kepada petugas yang berjaga di Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 sebagai bentuk dukungan terhadap petugas lapangan.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke Pos Pengamanan dan Pelayanan Nataru di Kecamatan Tanete Rilau. Pada kunjungan tersebut, paket hidrasi kembali dibagikan kepada personel yang bertugas. Wabup Abustan juga menyempatkan diri menyapa para petugas dan memberikan motivasi agar tetap bersemangat menjalankan tugas pengamanan malam tahun baru.

“Selamat Tahun Baru, tetap semangat menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat,” ujarnya kepada para petugas.

Kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan memastikan kesiapan aparat keamanan dan pelayanan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap petugas yang berada di garis depan dalam menjaga situasi tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.

Sampai berita ini diterbitkan, kondisi di wilayah Kabupaten Barru dilaporkan aman dan terkendali. Kehadiran pimpinan daerah di sejumlah pos pengamanan menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan serta pelayanan terbaik kepada masyarakat selama malam pergantian tahun.

ASN Barru Mulai Bike to Work, Pemkab Dorong Gaya Hidup Sehat

0

Barru, fajarpendidikan.co.id – Pemerintah Kabupaten Barru resmi menerapkan kebijakan efisiensi anggaran sekaligus mendorong pola hidup sehat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Program Bike to Work (BtW).

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai tindak lanjut Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Nomor 000.9.6.1/3509/SJ terkait pengurangan penggunaan kendaraan dinas jabatan.

Selain itu, aturan tersebut juga mengacu pada Surat Edaran Bupati Barru Nomor 100.3.4.2/6060/Bag.Organisasi tentang pelaksanaan tugas kedinasan secara fleksibel dalam mendukung transformasi budaya kerja ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barru.

Dalam surat edaran itu, ASN diimbau mengurangi penggunaan kendaraan dinas jabatan hingga maksimal 50 persen.

Sebagai alternatif, pegawai didorong menggunakan kendaraan listrik, transportasi umum, maupun sepeda saat berangkat ke kantor.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), mengurangi polusi udara, serta membangun budaya hidup sehat di lingkungan pemerintahan.

Tak hanya membatasi kendaraan dinas, Pemkab Barru juga menetapkan Program Bike to Work bagi ASN setiap hari Rabu.

Program tersebut mulai diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan sejak 29 April 2024.

ASN yang memiliki jarak tempat tinggal maksimal tiga kilometer dari kantor diwajibkan mengikuti program BtW menggunakan sepeda menuju tempat kerja.

Sementara pegawai yang tinggal lebih dari tiga kilometer tidak diwajibkan, namun tetap dianjurkan ikut berpartisipasi secara parsial maupun melalui kegiatan bersepeda di lingkungan kantor.

Meski demikian, terdapat sejumlah pengecualian dalam pelaksanaan program tersebut.

Pegawai dengan kondisi kesehatan tertentu, ASN yang sedang hamil, pegawai yang menjalankan tugas lapangan mendesak, hingga kondisi cuaca ekstrem tidak diwajibkan mengikuti program BtW.

Dalam pelaksanaannya, pegawai yang mengikuti program wajib melakukan presensi sesuai ketentuan yang berlaku.

ASN juga diminta melampirkan dokumentasi pendukung berupa foto atau validasi di titik parkir sepeda.

Pengawasan pelaksanaan program dilakukan langsung oleh atasan di masing-masing unit kerja melalui verifikasi laporan dan pengecekan berkala.

Kepala Bidang Humas dan IKP Dinas Kominfo-SP Kabupaten Barru, Zulfachmy, membenarkan kebijakan tersebut.

“Betul. Sesuai hasil keputusan dan kesepakatan rapat, dalam rangka menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat, Pemda mengambil kebijakan untuk menerapkan sesuai yang tertuang dalam surat edaran,” kata Zulfachmy kepada wartawan.

Ia mengatakan kebijakan tersebut diambil sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam mendukung efisiensi anggaran sekaligus membangun budaya kerja yang sehat dan ramah lingkungan.

Sementara pegawai yang tidak mengikuti program tanpa alasan yang sah akan mendapatkan pembinaan dari atasan langsung.

Ketidakikutsertaan dalam program tersebut juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penilaian disiplin maupun kinerja ASN.

Untuk mendukung program itu, seluruh perangkat daerah diminta menyediakan tempat parkir sepeda yang aman dan nyaman.

Pemkab Barru berharap kebijakan tersebut mampu menciptakan budaya kerja ASN yang lebih sehat, hemat energi, serta mendukung pengurangan polusi di lingkungan pemerintahan.

Lemuria, Mitos Benua yang Hilang atau Jejak Kesadaran Manusia Purba?

0

Ada satu hal yang selalu menarik perhatian manusia sejak dahulu: misteri tentang sesuatu yang hilang. Semakin sulit dijelaskan, semakin besar pula rasa penasaran yang muncul. Di antara berbagai legenda dunia seperti Atlantis, Kota Z, atau Shambhala, terdapat satu nama yang jarang dibicarakan namun memiliki daya tarik kuat—Lemuria.

Konon, Lemuria adalah benua luas yang pernah terbentang di kawasan Samudra Hindia hingga Pasifik. Ia sering digambarkan sebagai tempat yang damai, dengan peradaban yang maju secara spiritual dan hidup selaras dengan alam. Namun, benarkah Lemuria pernah ada, atau hanya refleksi dari keinginan manusia untuk menemukan asal-usul yang lebih dalam?

Awal Mula: Dari Lemur ke Hipotesis Benua Hilang

Konsep Lemuria bermula dari dunia ilmiah abad ke-19. Seorang zoolog asal Inggris, Philip Sclater, mengamati pola penyebaran hewan lemur di Madagaskar, India, dan Asia Tenggara yang sulit dijelaskan dengan ilmu geologi saat itu.

Karena teori pergeseran benua belum dikenal, ia mengusulkan adanya daratan besar yang kini telah tenggelam untuk menjelaskan fenomena tersebut. Dari sinilah nama “Lemuria” muncul—diambil dari kata lemur.

Namun, setelah teori Tektonik Lempeng berkembang dan mampu menjelaskan pergerakan benua secara ilmiah, hipotesis Lemuria pun ditinggalkan oleh sains. Meski begitu, gagasan ini justru menemukan “kehidupan kedua” dalam dunia spiritual dan esoterisme.

Lemuria dalam Perspektif Spiritual

Dalam tradisi metafisik modern, Lemuria tidak lagi dipandang sebagai sekadar benua yang hilang. Ia berkembang menjadi simbol peradaban kuno dengan kesadaran tinggi. Lemuria digambarkan sebagai:

  • Tempat lahirnya peradaban manusia awal
  • Masyarakat yang hidup dengan empati dan keselarasan
  • Pusat energi bumi yang berkaitan dengan konsep chakra planet
  • Negeri yang hilang akibat bencana alam besar

Berbeda dengan gambaran peradaban modern, masyarakat Lemuria disebut lebih mengutamakan hati dibanding logika.

1. Peradaban Berbasis Empati

Masyarakat Lemuria dipercaya hidup dalam harmoni tanpa konflik kekuasaan. Nilai utama mereka adalah kerja sama, kedamaian, dan keseimbangan emosional.

2. Komunikasi Non-Verbal

Dalam banyak kisah, Lemurian berkomunikasi melalui telepati dan energi, bukan bahasa lisan. Hal ini diyakini menciptakan interaksi yang lebih jujur dan tanpa manipulasi.

3. Kehidupan yang Menyatu dengan Alam

Lemuria sering digambarkan seperti surga tropis—hutan luas, gunung vulkanik, dan laut yang jernih. Mereka tidak mengeksploitasi alam, melainkan hidup berdampingan dengannya.

4. Teknologi Penyembuhan Energi

Berbagai praktik modern seperti penyembuhan chakra, penggunaan kristal, hingga terapi energi sering dikaitkan sebagai “warisan Lemuria”.

5. Tenggelamnya Lemuria

Legenda menyebutkan bahwa Lemuria hilang akibat bencana besar, seperti perubahan iklim ekstrem atau aktivitas geologi. Konon, sebagian penduduknya bermigrasi ke wilayah seperti Hawaii, Polinesia, hingga Rapa Nui.

Pandangan Ilmiah: Mitos atau Realitas?

Secara ilmiah, tidak ada bukti kuat yang mendukung keberadaan benua besar seperti Lemuria yang tenggelam secara tiba-tiba. Namun, beberapa fenomena tetap menarik perhatian:

  • Kesamaan legenda lokal di wilayah Pasifik dan Hindia tentang daratan yang hilang
  • Kemiripan budaya dan bahasa di berbagai pulau terpencil
  • Struktur geologi bawah laut seperti plateau dan gunung laut yang menunjukkan sejarah bumi yang kompleks

Meski tidak membuktikan Lemuria secara langsung, temuan ini menunjukkan bahwa mitos sering kali berakar dari potongan realitas.

Lemuria sebagai Simbol Kesadaran

Terlepas dari benar atau tidaknya secara fisik, Lemuria telah berkembang menjadi simbol dalam pemikiran modern. Ia mewakili kondisi ideal manusia:

  • Kehidupan yang lebih tenang dan seimbang
  • Hubungan yang lebih dalam antar individu
  • Harmoni antara manusia dan alam
  • Kesadaran energi yang sering diabaikan

Bagi sebagian orang, Lemuria bukanlah tempat yang hilang, melainkan keadaan batin yang bisa dicapai.

Mengapa Lemuria Terus Menarik?

Di tengah dunia modern yang penuh tekanan—kompetisi, konflik, dan kelelahan emosional—Lemuria menawarkan gambaran alternatif tentang kehidupan yang lebih damai.

Ia bukan sekadar legenda, tetapi refleksi dari kerinduan manusia akan keseimbangan.

Pada akhirnya, Lemuria mungkin tidak pernah tercatat dalam peta geologi. Namun, ia tetap hidup dalam imajinasi dan kesadaran manusia. Dan selama manusia terus mencari makna, kedamaian, dan harmoni, kisah tentang Lemuria tidak akan pernah benar-benar hilang.