Friday, November 27, 2020

Pentingnya ANTIBODY

FAJARPENDIDIKAN.co.id – DR Ir Hj Sri Nurdiati, Dekan FMIPA dan Dosen Biokimia IPB memberikan pencerahan, dari sebuah diskusi tentang pentingnya Antibody. Banyak orang tidal sadar, katanya stok antibody harus selalu ada.

Orang lebih panik dengan masker atau handsanitizer hilang di pasaran. “Harusnya kita lebih panik kalau antibody hilang di tubuh kita. Karena virus tidak mungkin dihindari ’’, ucapnya.
Point penting dari hasil diskusinya :

  1. Virus, hanya bisa dikalahkan oleh antibody.
  2. Antibody yang ada di dalam tubuh seperti pabrik. Kadang banyak, kadang sedikit.
  3. Supaya produksi antibody banyak, seringlah mengkonsumsi vitamin C dan E. Usahakan berjemur setiap hari di waktu pagi.
  4. Virus,tidak mungkin dihindari. Jadi pasti sellar ada, contohnya kalau bersin, bisa dipastikan ada virus disitu. Bersin, indikasi tubuh menolak.
  5. Kalau berhasil tembus ke hidung dekat dyngan tenggorokan, tubuh akan batuk tanda menolak.
  6. Kalau masih tembus juga, baru demam. Barulah antibody keluar dari pabrik untuk melawan perang dengan virus.
  7. Kelemahan virus itu, sama sabun. Kalau tidak ada handsanitizer, pake sabun apa saja bisa. Bahkan sabun cuci piring juga bisa. Dalam 3 – 5 menit, virus akan dimatikan oleh sabun.
  8. Selama 14 hari, antibody kita akan merekam virus ini dan disimpan dalam “sel memori’’ di otak.
  9. Jadi, kalau sembuh dan suatu saat corona lagi, sel memori ini akan aktif dalam 24 jam tidak perlu menunggu 14 hari lagi.
  10. Karena itu, Sri Nurdiati. Mengajak untuk lebih fokus ke dalam tubuh dan meyakinkan stock antibody cukup atau vitamin C dan E rutin dikonsumsi, dan berjemur sinar matahari yang paling mudah.
  11. Sumber vitamin C dan E, terdapat pada buah-buahan, kacang – kacangan, dan sayur-sayuran, antara lain : Jeruk manis/nipis, Tomat, Jambu Biji, Kacang Tanah, Kacang Hijau, Bayam, Pucuk Melinjo, Pucuk Kates.

Ketgam : Dr Faheem Younus

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Rektor UNM Ajak Dosen Samakan Persepsi soal Penilaian Angka Kredit

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Focus Group Discussion (FGD), FGD kali ini membahas penilaian angka kredit dosen dalam kebijakan...

HMJ Matematika FMIPA UNM, Umumkan Pemenang Lomba GEOMETRI 2020

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Genius on Mathematics in Real Application (GEOMETRI) 2020 yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu...

Pembelajaran Tatap Muka di Bone, Begini Penyampaian Wabup dan Satgas

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Wakil Bupati (Wabup) Bone Ambo Dalle menyampaikan harapannya kepada seluruh guru dan masyarakat agar bersinergi menyambut rencana Pembelajaran Tatap...

Dampak Krisis Akibat Pandemi, Usman Berhenti Dari Tempat Kerjanya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Usman (35 tahun), yang bekerja di sebuah perusahaan media, terpaksa harus berhenti,  atau mengundurkan diri. Keputusan yang diambil secara...

BAN-PT Asesmen Lapangan Via Daring di IAIN Bone, Prodi Diharap Unggul

Bone, FAJARENDIDIKAN.co.id - Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) lakukan asesmen lapangan secara daring pada Dua Program Studi (Prodi) Fakultas Ushuluddin dan...

REKOMENDASI