Friday, October 30, 2020

Rektor UNM Terima Kunjungan Silaturahmi Pengurus PCNU Kota Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam menerima kunjungan silaturahmi Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) kota Makassar di ruang Rektor, Menara Phinsi UNM. Kamis, 3 Oktober 2019.

Ketua PCNU Kota Makassar Kaswad Sartono bersilaturahmi bersama jajaran pengurus PCNU Kota Makassar, serta ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Makassar Harun Al Rasyid.

Kaswad Sartono mengungkapkan tujuan silaturahmi dengan rektor UNM dalam rangka membangun sinergitas bersama UNM sekaligus meminta arahan dalam pengembangan SDM.

“Membangun sinergitas dan kerjasama baik terkait NU dan program ke ummatan lainnya terkait dengan pengembangan SDM yang rahmatan Lil Alamin,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Husain Syam mengungkapkan merasa bahagia dengan silaturahmi ini.

Menurutnya, NU merupakan organisasi terbesar di Indonesia sehingga  harus dipikirkan bersama terkait pengembangan SDM ke ummatan yang nantinya bisa memberi sumbangsih yang besar bagi bangsa.

“Saya merasa terhormat diajak menjadi bagian dari NU, khusunya NU Makassar,” kata Rektor.

“Nu ini adalah organisasi yang paling besar, kita harus betul-betul punya pikiran terhadap bangsa ini. Saya selalu berfikir dan bekerja untuk organisasi kita ini, mengurus oranganisasi dengan ikhlas ini artinya kita mengurus ummat, mengurus ummat adalah mengurus bangsa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Husain Syam yang juga merupakan ketua ISNU Sul-Sel mengatakan, UNM sebagai institusi akan siap mengawal dan mewadahi kerja pengembangan SDM yang dilakukan PCNU Makassar.

“UNM ini siap menjadi wadah untuk diskusi-diskusi dan pelaksanaan program pengembangan SDM, kita sama-sama mengawal, saya insyaallah siap mengawal,” tegasnya.

Selanjutnya, silahturahmi ini pun akan ditindak lanjuti dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai komitmen dalam pelaksanaan kerja-kerja pengembangan SDM kedepannya. (FP/Rls)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

OPINI : Korean Wave, Panutan Anak Jaman Now

FAJARPENDIDIKAN.co.id - "Army……!!! We love you! You're the best!!" begitu pekikan BTS diatas panggung saat konser. Penontonnya? Jangan tanya, bejibun. Fansnya ini...

SMA Islam Athirah 1 Makassar Gelar ‘Character Building’ Bagi Peserta Didik Kelas X

FAJARPENDIDIKAN.co.id - SMA Islam Athirah 1 Makassar menggelar kegiatan Character Building bagi peserta didik kelas X, Rabu (28/10/2020). Kegiatan tersebut digelar secara...

Penyelengaraan Merdeka Belajar, UNM-Unima Teken MoU

Makassar,FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) bersama dengan Universitas Negeri Manado (UNIMA), di Ruang Senat, Menara...

Hebat! MAN 2 Bone Antar Madrasah Ungguli Sekolah Umum di Kompetisi Ini

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Madrasah hebat dan bermartabat memang julukan yang pantas melekat pada madrasah. Betapa tidak, terlihat diera millenial ini, madrasah kian naik...

Polres Bone Perbanyak Edukasi di Operasi Zebra, Tapi…

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Satuan Lalu Lintas Polres Bone menggelar Operasi Zebra 2020 selama 14 hari, yakni sejak 26 Oktober hingga 8 November 2020...

REKOMENDASI