Renungan Harian Kristen, Rabu 24 Mei 2023: Kegembiraan dalam Keputusasaan

Renungan Harian Kristen hari ini, Sabtu 13 Mei 2023 berjudul: Kegembiraan dalam Keputusasaan.

Bacaan untuk Renungan harian Kristen hari ini diambil dari Kitab Wahyu 1:17.

Renungan harian Kristen hari ini mengisahkan Kegembiraan dalam Keputusasaan.

- Iklan -

Wahyu 1:17 – Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,

Pengantar:

Bisakah ada kegembiraan dalam keputusasaan atau ketiadaan harapan? Bisa.

- Iklan -

Hal itulah yang ingin dikemukakan dalam renungan hari ini, malah disebutkan sebagai sesuatu kegembiraan, penghiburan, yang tak terkatakan.

Akan tetapi, saya harus tiba terlebih dahulu pada titik keputusasaan yang dimaksud.

Keputusasaan yang bagaimana? Bahwa “di dalam aku … tidak ada sesuatu yang baik.”

- Iklan -

Renungan Harian Kristen Rabu 24 Mei 2023

Seperti rasul Yohanes, mungkin kita mengenal Yesus Kristus secara akrab.

Namun, bila Dia mendadak menampakkan diri kepada kita dengan sifat yang sama sekali tidak biasa — yang unfamiliar, satu-satunya reaksi kita ialah “sujud di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati”.

Baca Juga:  Malam Nisfu Syaban 24 Februari, Perbanyak Doa

Ada waktunya Allah tidak dapat menyingkapkan dirinya-Nya dengan cara lain selain dengan keagungan-Nya, kekaguman dan rasa hormat dari penglihatan itulah yang mengantar kita pada kegembiraan dalam keputusasaan (delight of despair); mengalami sukacita ini dalam ketiadaanharapan, menyadari bahwa jika kita boleh dibangkitkan maka itu pastilah oleh tangan Allah.

“Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku …” (Wahyu 1:17).

Di tengah-tengah keadaan kekaguman dan rasa hormat, sebuah sentuhan datang, dan kita tahu bahwa itulah tangan kanan Yesus Kristus.

Kita tahu itu bukan tangan yang mengekang, mengoreksi, atau suatu penghukuman, melainkan tangan kanan Bapa yang Kekal.

Apabila Tangan-Nya diletakkan atas kita, ia memberikan sejahtera dan penghiburan yang tak terkatakan, dan kesadaran bahwa ada “perlindungan … dengan lengan yang kekal” (Ulangan 33:27), yang menopang penuh, menghibur dan menguatkan.

Dan begitu sentuhan-Nya tiba, tidak ada yang dapat melemparkan kita lagi ke dalam rasa takut.

Di tengah kemuliaan-Nya yang naik, Tuhan Yesus datang berbicara, dan mengatakan, “Jangan takut!” (Wahyu 1:17).

Baca Juga:  Tidak Berlebihan dalam Ucapan dan Perbuatan

Kelembutan-Nya sungguh manis tak terkatakan. Apakah saya mengenal Dia seperti itu?

Perhatikanlah beberapa hal yang menyebabkan keputusasaan atau ketiadaanharapan.

Ada keputusasaan yang di dalamnya tidak ada lagi kegembiraan, tidak ada wawasan pandangan, dan tidak ada harapan akan sesuatu yang lebih cerah.

Akan tetapi, kegembiraan dalam keputusasaan atau ketiadaanharapan datang ketika sampai pada kesadaran bahwa “… aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik” (Roma 7:18).

Kita gembira mengetahui bahwa ada sesuatu dalam diri saya yang harus sujud di hadapan Allah bila Dia menyingkapkan diri-Nya kepada kita, dan juga dalam mengetahui bahwa jika kita boleh dibangkitkan maka itu pastilah oleh tangan Allah.

Allah tidak dapat berbuat apa pun bagi kita sebelum kita mengenal atau menyadari batas kemampuan manusia kita, lalu mempersilakan Dia melakukan hal yang mustahil.

Demikian Renungan hari ini Rabu 24 Mei 2023 diambil dari Wahyu 1:17 yang mengisahkan tentang Kebiasaan Tidak Mempunyai Kebiasaan dan disadur dari Renungan Oswald Chambers//alkitab.mobi.

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU