Renungan Harian Kristen, Selasa 13 September 2022: Setelah Berserah, Lalu Apa?

Renungan Harian Kristen hari ini, Selasa 13 September 2022 berjudul: โ€œSetelah Berserah, Lalu Apa?โ€.

Bacaan untuk Renungan harian Kristen hari ini diambil dari Yohanes 17:4

Renungan harian kristen hari ini mengisahkan tentang Setelah Berserah, Lalu Apa?.

- Advertisement -

Aku telah … menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. (Yohanes 17:4)

Intro:

Memang menyenangkan ketika kita menyanyikan, โ€œBerserah kepada Yesusโ€.

- Advertisement -

Namun, penyerahan yang benar bukanlah sekadar penyerahan hidup lahiriah, tetapi penyerahan kehendak kita.

Renungan ini menyebutnya, โ€œmasalah terbesar yang pernah kita hadapiโ€ sebagai orang percaya.

Apakah tanda penyerahan yang benar itu?

- Advertisement -

Renungan Harian Kristen Hari ini

Penyerahan yang benar bukanlah sekadar penyerahan hidup lahiriah kita, tetapi penyerahan kehendak kita — dan jika hal tersebut dilakukan, penyerahan kita menjadi lengkap.

Masalah terbesar yang pernah kita hadapi ialah penyerahan kehendak kita.

Namun, Allah tidak pernah memaksa seseorang, dan Dia tidak pernah meminta-minta.

Dia dengan sabar menanti sampai orang itu dengan rela menyerah kepada-Nya.

Baca Juga:  Hikmah Dikeluarkannya Adam dan Hawa dari Surga Turun ke Bumi

Dan, sekali perang (penyerahan kehendak) ini diperjuangkan, ia tidak pernah lagi perlu diperjuangkan.

Penyerahan untuk Kelepasan.

โ€œMarilah kepada-Ku, … Aku akan memberi kelegaan kepadamuโ€ (Matius 11:28).

Hanyalah setelah kita mulai mengalami apa makna keselamatan yang sesungguhnya, maka kita menyerahkan kehendak kita kepada Yesus untuk beroleh kelegaan/perhentian (rest).

Apa pun yang menyebabkan suatu rasa ketidakpastian pada kita sebenarnya merupakan panggilan bagi kehendak kita (untuk) — โ€œMarilah kepada-Kuโ€.

Dan itu merupakan respons/jawaban yang sukarela.

Penyerahan untuk Pengabdian (Devotion).

โ€œJika seseorang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya … (Matius 16:24).

Penyerahan di sini ialah penyerahan diri saya sendiri kepada Yesus, dengan kelegaan/perhentian-Nya di jantung keberadaan saya.

Dia berkata, โ€œJika engkau menjadi murid-Ku, engkau harus menyerahkan hakmu atas dirimu kepada-Kuโ€.

Begitu hal itu dilakukan, sisa hidup Anda akan menunjukkan bukti penyerahan ini, dan Anda tidak perlu khawatir dengan masa depan Anda.

Baca Juga:  Mengapa Ada Manusia yang Bersifat Tamak?

Apa pun situasi Anda, Yesus totally sufficient — sepenuhnya cukup bagi kita. (lih. 2 Korintus 12:9 dan Filipi 4:19).

Penyerahan untuk Kematian.

โ€œ… orang lain akan mengikat engkau … (Yohanes 21:18; juga lihat ayat 19).

Sudahkah Anda mempelajari apa maknanya diikat untuk kematian? Hati-hatilah terhadap penyerahan yang Anda buat kepada Allah pada saat luapan kegembiraan (ecstatic) dalam hidup Anda, karena Anda akan cenderung menarik kembali penyerahan itu.

Penyerahan yang benar adalah soal โ€œmenjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya (Yesus)โ€ (Roma 6:5) sampai tidak ada yang menarik bagi Anda yang tidak menarik bagi-Nya.

Setelah Anda berserah — apakah selanjutnya? Seluruh hidup Anda harus ditandai dengan kerinduan untuk memelihara persekutuan dan kesatuan yang tidak pecah dengan Allah.

Demikian Renungan harian Kristen hari ini Selasa 13 September 2022 diambil dari Yohanes 17:4 mengisahkan tentang Setelah Berserah, Lalu Apa?.

 

Sumber: Renungan Oswald Chambers//alkitab.mobi

- Advertisement -

BERITA TERBARU