Sebaiknya Kurikulum SMK Selaras dengan Kebutuhan IDUKA

Disaksikan Kepala Seksi Pembinaan SMK dan PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Pangkep, Asmah Amin; Direktur/Pemimpin Redaksi FAJAR PENDIDIKAN, Nurhayana Kamar dan Kepala SMKN 1 Pangkep, H Muh Nurdin B menandatangani MoU untuk beberapa program dalam rangka penyelarasan kurikulum dan bahan ajar program SMKN 1 Pangkep dengan pihak IDUKA, Selasa (13/9).
Disaksikan Kepala Seksi Pembinaan SMK dan PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Pangkep, Asmah Amin; Direktur/Pemimpin Redaksi FAJAR PENDIDIKAN, Nurhayana Kamar dan Kepala SMKN 1 Pangkep, H Muh Nurdin B menandatangani MoU untuk beberapa program dalam rangka penyelarasan kurikulum dan bahan ajar program SMKN 1 Pangkep dengan pihak IDUKA, Selasa (13/9).

Upaya penyelarasan kurikulum sekolah, khusus ditingkatan SMK dengan kebutuhan Industri dan Dunia Kerja (IDUKA) yang dilakukan SMKN 1 Pusat Unggulan Pangkep, perlu menjadi contoh. Upaya ke arah itu, dilakukan dengan cara tidak hanya workshop dengan menghadirkan narasumber luar dari dunia kerja, juga dengan memagangkan guru-gurunya di dunia kerja.

Jadi SMKN 1 Pangkep tidak lagi hanya siswanya yang dimagangkan di dunia kerja, demikian juga gurunya. Agar bisa melihat dan meresapi talenta dan skill apa saja yang dibutuhkan dunia kerja, sesuai jurusan. Dan bisa menerapkan bahan ajarnya kepada siswa, sesuai apa yang dibutuhkan dunia kerja.

BACA JUGA :   Azra, Cendekiawan Independen Tanpa Pretensi

Sebaiknya SMK memang seperti itu. Agar luarannya mudah terserap di pasaran kerja. Bila perlu, luarannya bisa menjadi usahawan dan memperluas kesempatan kerja. Dan terpupus cita-cita untuk menjadi PNS, yang kini semakin terbatas peluangnya.

Bahan ajar para guru SMK pun, agar tidak lagi monoton mengajarkan teori-teori, yang saat ini terkadang tidak “nyekrup” dengan realitas di lapangan. Demikian, hendaknya mengikuti dinamika perkembangan zaman dan menyesuaikan bahan ajarnya tersebut.

BACA JUGA :   SMKN 1 Pangkep Selaraskan Kurikulum dengan Kebutuhan IDUKA

Bila tidak, bisa jadi terbalik. Terutama di bidang IT. Guru akan belajar kepada siswanya. Karena siswa lebih pintar, mendapatkan ilmunya tidak dari sekolah. Semoga, tidak terjadi seperti ini.