Selasa, Maret 2, 2021

Sekolah Islam Athirah Bone Rilis Perpustakaan Digital Bertajuk Ruang Baca Atbon

Makassar, Fajarpendidikan.co.id – Dunia pendidikan di tanah air harus kembali menerima kenyataan bahwa semester genap pada tahun ini mesti dihadapi dengan Belajar Dari Rumah (BDR). Hal tersebut tidak terkecuali Sekolah Islam Athirah Bone yang saat ini membina dua jenjang, SMP dan SMA. Menyikapi kondisi tersebut, Perpustakaan Sekolah Islam Athirah Bone pada Jumat (15/1) merilis perpustakaan digital mobile bertajuk Ruang Baca Atbon.

Sebagaimana dituturkan oleh Kepala Perpustakaan Sekolah Islam Athirah Bone Rosman A.Md., Pust. bahwa langkah inovatif harus segera diambil untuk menghadapi situasi pandemi yang belum ketahuan kapan akan berakhir. Perpustakaan yang selama ini ramai dikunjungi oleh siswa sebagai salah satu sumber rujukan belajar, harus menerima kenyataan untuk sementara ditinggalkan pelanggannya. Namun, Rosman menolak untuk menyerah, ia kemudian merilis situs Ruang Baca Atbon.

Saat diwawancarai, kepala perpustakaan yang merevolusi kultur ber-perpustakaan di Sekolah Islam Athirah Bone tersebut menyampaikan bahwa konsep perpustakaan digital Sekolah Athirah Bone adalah siswa dan guru dapat membaca buku kapan saja dan di mana saja. Koleksi buku dalam bentuk buku elektoronik (e-book) dapat dinikmati pembaca setelah melalui proses pendaftaran sebagai anggota di situs Ruang Baca Atbon.

“Kami mau perpustakaan tetap eksis meski saat ini tidak ada pertemuan di dunia nyata. Konsepnya adalah siswa dan guru dapat membaca di mana saja dan kapan saja melalui perpustakaan digital,” ujar pria yang juga merangkap sebagai operator sekolah ini.

Saat ini warga Sekolah Islam Athirah dapat menikmati beragam koleksi buku dengan mengakses situs https://kubuku.id/download/ruang-baca-atbon.

“Sementara kita bisa mengakses lewat webnya, untuk versi Androidnya sementara sedang menunggu persetujuan untuk bisa diunduh lewat playstore,” pungkasnya menutup wawancara.(*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Bupati Bone Resmikan Jembatan Senilai Rp 2 Miliar

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi meresmikan Jembatan Pekkawae di Desa Mattoanging, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Selasa (2/3/2021).

BAN-PT Visitasi Prodi PPKn Unim Bone Secara Daring

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan visitasi secara daring terhadap Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganeraan (PPKn) Universitas Muhammadiyah...

Komunitas Anak Pelangi Gelar Festival Hari Ibu

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Founder Komunitas Anak Pelangi (K-Apel), Rahman Maman Abdurahman Rumadai yang akrab disapa Kak Maman bersama seluruh jajaran pengurus dan anggota...

Sentuh Pustaka Poles Perpustakaan SMPN 24 Makassar Jadi Indah

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Perpustakaan SMP Negeri 24 Makassar yang diberi nama Perpustakaan Carakdek atau istilah yang diambil dari bahasa daerah Makassar yang berarti...

Tim Unsulbar dan UIN Alauddin Kunjungi RS Terapung Korban Gempa Majene

FAJARPENDIDIKAN.co.id -  Sivitas akademik Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melakukan kunjungan silaturahmi bersama tim dosen dari Universitas Islam Negeri Alauddin...

REKOMENDASI