Tuesday, August 4, 2020

Selamat! UIN Alauddin Naik Peringkat Jadi Kampus 41 Terbaik di Indonesia

Gowa, FAJARPENDIDIKAN.co.id –  Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, berhasil meraih peringkat ke 41 kampus terbaik di Indonesia versi 4 International Colleges and University (4icu), Selasa, 11 Februari 2020.

UIN Alauddin Makassar mengalahkan Universitas Negeri Makassar (UNM) yang menduduki peringkat 72.

Sebelumnya, UniRank menempatkan kampus yang dipimpin penulis buku “Melawan Takdir” itu, pada posisi ke-62.

Bukan hanya itu, UniRank merilis peringkat universitas seluruh dunia menempatkan UIN Alauddin Makassar pada urutan 2020 dari 13.600 Perguruan Tinggi.

Sementara tingkat regional, eks IAIN Alauddin,  berhasil meraih peringkat kedua kampus terbaik di Sulawesi Selatan  hanya kalah dari Universitas Hasanuddin (Unhas) yang menduduki peringkat pertama. Sementara posisi ketiga diraih oleh  Universitas Negeri Makassar (UNM).

Sekadar diketahui, UniRank merupakan lembaga pemeringkatan universitas dari seluruh dunia, dulunya bernama 4ICU (4 International Colleges and Universities).

UniRank hadir untuk membantu para calon mahasiswa nasional maupun internasional untuk mengetahui tingkat popularitas universitas di suatu negara.

Pemeringkatan tersebut dilakukan berdasarkan pada tingkat kepopuleran situs perguruan tinggi di dunia.

Sebanyak 11.307 situs milik perguruan tinggi di dunia telah dinilai tingkat kepopulerannya oleh 4ICU. Perguruan-perguruan tinggi ini telah terakreditasi dan tersebar di 200 negara.

Pemeringkatan tersebut berdasarkan pada algoritma dari lima web metrics berbeda dari empat search engine yang independen, yakni Moz Domain Authority, Alexa Global Rank, SimilarWeb Global Rank, Majestic Referring Domains, dan Majestic Trust Flow.

“Kriterianya adalah universitas tersebut telah terakreditasi, memiliki program setidaknya empat tahun untuk S1 atau memiliki program pascasarjana serta memberikan format pembelajaran tradisional atau tatap muka,” terang Kasubag Humas UIN Alauddin, Ismi Sabariah. (FP/RLS)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Dorong Mahasiswa Lakukan Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Minta Dukungan Rektor IAIN Bone

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bone Hj Jumriah lakukan audiensi rencana Workshop terkait sosialisasi pengawasan Pemilu dengan Rektor IAIN...

Persiapan Panen Raya dan Vicon Dengan Kasal, Wadan Lantamal VI Tinjau Lahan Ketahanan Pangan Karuwisi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Makassar, Wakil Komandan (Wadan) Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki, S.H, M.M melaksanakan kunjungan ke lahan ketahanan pangan Karuwisi Lantamal...

Wisuda Purna Tugas Wujud Penghormatan Lanal Kendari Terhadap Jasa-Jasa Perwiranya Selama Berdinas Di TNI AL

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kendari, Selasa, (04/08/2020) Lanal Kendari mengadakan Upacara Wisuda Purna Tugas dan Acara Tradisi Pelepasan yang dikemas secara menarik dan mengharukan...

Irjen Pol Merdisyam Ditunjuk Jadi Kapolda Sulsel

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Kepolisian Republik IndonesiaJenderal Idham Azis mutasi Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe, digantikan Irjen Pol Merdisyam.Kapolri, Jenderal Idham Azis...

SMP Islam Athirah 1 Makassar Edukasi Siswa Perihal Esensi Kurban Melalui Webinar

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kegiatan kurban merupakan salah satu agenda tahunan yang dilaksanakan oleh SMP Islam Athirah 1 Makassar. Kegiatan kurban tahun ini dibagi...

REKOMENDASI