Selasa, Januari 19, 2021

Semarak Dies Natalis ke-38, FKM Unhas Gelar Lomba KTI Nasional Virtual

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional secara virtual. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Dies Natalis FKM Unhas yang ke-38.

Adapun tema pada lomba KTI tahun ini, yaitu Adaptasi Kebiasaan Baru di Masa Pandemi Covid-19. Pendaftaran lomba KTI dimulai pada bulan November, dimana terdapat sebanyak 46 naskah karya tulis ilmiah diterima panitia yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.

Naskah yang masuk kemudian diseleksi oleh Tim penilai sehingga terdapat lima naskah KTI yang masuk ke tahap presentasi. Adapun tim penilai pada kegiatan ini, yaitu Dr. Healthy Hidayanty, SKM., M.Kes., Dr. Lalu Muh. Saleh, SKM., M.Kes., Nur Arifah, SKM., MA., Dian Saputra Marzuki, SKM., M.Kes dan Andi Selvi Yusnitasari, SKM., M.Kes.

Presentasi naskah KTI dilaksanakan pada tanggal 25 November 2020. Penulis yang masuk ke grand finalis mempresentasikan karya tulis mereka, yang berasal dari perguruan tinggi Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen.

“Ide-ide yang dituliskan oleh mahasiswa merupakan sesuatu hal yang luar biasa dan sesuai dengan kebutuhan saat ini. Oleh karena itu, sangat diharapkan ide yang sudah ada dapat dikembangkan sehingga dapat diaplikasikan,” ujar Nur Arifah sebagai salah satu tim penilai.

“Kami selaku peserta lomba KTI juga mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telahmemberikan kesempatan kepada kami untuk dapat mempresentasikan karya tulis kami. Semoga ini dapat memberikan manfaat,” ujar salah satu peserta LKTI

Pengumuman akhir lomba LKTI akan disampaikan pada tanggal 30 November 2020. Peserta yang menjadi juara akan mendapatkan hadiah dan e-sertifikat yang telah disiapkan oleh panitia. Dian Saputra selaku ketua panitia lomba KTI menyampaikan bawah: “Setiap peserta telah mempresentasikan karya mereka dengan baik, jadi menang atau kalah bukanlah hasil akhir dari lomba ini. Namun, sejauh mana karya – karya tersebut dapat memberikan manfaat kepada kita semua. Dan pastinya kami selaku panitia sangat berharap mahasiswa untuk dapat terus berkarya”.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sah! STIE Nobel Jalin Kerja Sama dengan PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda)

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia Makassar sepakat melaksanakan kerja sama dengan PT. Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), senin 18...

Jasa Raharja Peduli Sasar Masyarakat Terdampak Covid-19 di Empat Lokasi Ini

FAJARPENDIDIKAN.co.id- PT. Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan mengadakan giat pembagian sembako dengan mengusung tema “Pegawai dan Manajemen Jasa Raharja Berbagi Bantuan Donasi...

Peduli Gempa Sulbar, Sekolah Islam Athirah Galang Donasi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah melalui Tim Athirah Peduli melakukan penggalangan donasi untuk korban terdampak gempa Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat,...

PBB Terbitkan Laporan Demografi; Populasi Laki-Laki Jauh Lebih Sedikit

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Baru-baru ini PBB menerbitkan laporang Demografi suku pertama 2019 yaitu manusia berjumlah 7.7 Milyar orang di planet bumi ini.

Opini : Potensi Unggul Generasi Terancam Demi Korporasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) bersama Google, Gojek, Tokopedia, dan Traveloka menyelenggarakan program Bangun Kualitas...

REKOMENDASI