Saturday, October 24, 2020

Silatnas Muslimah Wahdah, Refleksi Kemerdekaan dan Perempuan di Tengah Pandemi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat gelar kegiatan Silaturahim Nasional ke-2 dengan mengangkat tema Arah Perjuangan Muslimah Menuju Indonesia Bermartabat pada hari Kamis (20/8), secara virtual via Zoom. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh ketua umum wahdah islamiyah ustadz. Dr. Muhammad Zaitun Rasmin,Lc.M.A. dengan sambutan khusus dari wakil ketua muslimah wahdah islamiyah ustazah Nur amsi Mahmud,S.pd.

Kegiatan ini menghadirkan tokoh-tokoh nasional muslimah dari berbagai kalangan. Mulai dari Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, Lc., M.A selaku ketua Bidang Perempuan Remaja dan Keluarga MUI Pusat dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dr. Erlina Burhan, M. Sc., Sp.P selaku Dokter Spesialis Paru Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ida S. Widiyawati, M.Pd.I, selaku Praktisi Pendidikan, Trainer Parenting dan Penulis Buku Serial Pendidik Karakter, Ir. Ratu Ana Karlina selaku Pegiat Keluarga Giga Indonesia, Hj. lia Yuliani, M.Ag selaku Ketua PP Persatuan Islam Istri (Persistri), dan Ustadza Harisa Tipa Abidin, S.Pd.I selaku Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat.

Pada kegiatan ini, para peserta diajak melihat berbagai peran muslimah mulai dari peran perempuan di balik sejarah Indonesia, pendidikan, keluarga hingga kesehatan yang dihadiri oleh 540 partisipan yang merupakan perwakilan dari Muslimah Wahdah se Indonesia, undangan ormas perempuan dan simpatisan.

Kegiatan yang brlangsun selama dua hari ini tidak saja sebagai ajang konsolidasi pimpinan muslimah wahdah se Indonesia namun lebih khusus adalah sarana silaturahim tokoh nasional muslimah guna meningkatkan kualitas kepemimpinan muslimah wahdah di level nasional dan kualitas dakwah di tengah Umat serta Masyarakat.Hal inilah yang menjadi spirit dari tema Silatnas yaitu “arah perjuangan muslimah menuju indonesia yang bermartabat ( Refleksi 75 tahun indonesia di tengah Pandemi Covid-19)ungkap ummu khalid ketua muslimah wahdah islamiyah.

Dalam materi pembuka, mengenai peran perempuan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang dibawakan oleh Prof. Amany Burhanuddin, bahwa perempuan memegang peranan penting bahkan dinanti. Perempuan juga perlu menambah wawasan, berkiprah dengan tetap menjaga identitas kemuslimahannnya.
Di tengah kondisi saat ini, Dr. Erlina selaku narasumber kedua pada materi Peran Perempuan di bidang Kesehatan Menuju Indonesia Bebas Covid-19, memberi pesan kepada para ibu untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan

“Jangan lengah, new normal bukan berarti kita kembali normal seperti sedia kala, saat ini kita bertarung dengan musuh yang tak terlihat. Perempuan atau Ibu berperan penting untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan.” ungkap Dr. Erlina.

Kemudian, pada materi selanjutnya, Ida S. Widiyawati selaku Praktisi Pendidikan dan Trainer Parenting mengungkap bahwa komunikasi keluarga kepada anak sangat penting. Ia bercerita tentang dirinya yang diberi ucapan selamat dari guru anaknya.

“Terima kasih bu, sudah didik anaknya. Karena dia selalu bahagia (di kelas). Anak yang bahagia di rumah, akan bahagia juga di kelas dan kepada gurunya.” ujar Ida.

Ia berpesan kepada muslimah yang hadir agar mendidik anak dengan ucapan positif, sehingga hasilnya menjadi energi positif, karena masa emas pembentukan kebiasaan atau karakter anak dari usia 0 hingga 7 tahun.

Ir. Ratu Ana selaku Pegiat Keluarga GIGA Indonesia juga mengingatkan peran Ibu dalam mengasuh dan menjaga ketahanan keluarga agar mampu mengelola masalah keluarga dan membantu membagi peran antara Ibu dan Ayah dalam meng- aqilbaligh-kan anak.

Ketua Persistri, Lia Yuliani juga menyampaikan beberapa peran Persatuan Islam Istri (Persistri) ini yang telah berdiri lebih dari 100 tahun untuk menjaga keadaban dalam keluarga.

Pada akhir kegiatan, Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat, Ustadzah Harisa Tipa Abidin berterima kasih kepada narasumber yang hadir dan memberikan kesimpulannya dari keseluruhan materi.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Gandeng Dewan Pers, RSPP, dan Pertamina Berikan Tes Swab PCR Gratis 105 Insan Media

Jakarta, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Dengan menggandeng Dewan Pers, Pertamina memberikan pelayanan tes usap polymerase chain reaction (PCR) gratis kepada 105 insan media. Pelaksanaan tes...

Pramuka Saka Bahari Makassar Sambut Danlantamal VI Dengan Tiupan Pluit Khas TNI AL

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Anak – anak Pramuka Saka Bahari Makassar sambut kedatangan Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Danlantamal VI ) Laksamana...

Wujudkan Kedokteran yang Berkeadilan, PSPD FKIK UIN Alauddin Miliki Jalur Afirmasi Agama dan Ekonomi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan  (PSPD FKIK) UIN Alauddin Makassar telah resmi menerima mahasiswa baru sejak...

OPINI : The Real Impostor Negara Dan Suara Masyarakat

FAJARPEBDIDIKAN.co.id - Awal mulanya Omnibus Law menyuarakan tentang kenaikan gaji,pengurangan jam kerja dan semakin banyaknya lapangan kerja. Padahal realitanya Omnibus law menjadi...

Vidcon Antisipasi Covid-19, Libur akhir Oktober

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir Oktober 2020, sebagaimana ditetapkan dalam Keppres no 17 tahun 2020...

REKOMENDASI