Jumat, Februari 26, 2021

STIE Nobel Anugerahi Nobel Award Kepada SYL di Acara Wisuda

Syahrul Yasin Limpo memberikan piagam penghargaan di acara wisuda STIE Nobel yang berlangsung di Hotel Clarion. Rabu, 9 Mei 2018. (Foto: Rahmat Saputra/Fajar Pendidikan)
Syahrul Yasin Limpo memberikan piagam penghargaan di acara wisuda STIE Nobel yang berlangsung di Hotel Clarion. Rabu, 9 Mei 2018. (Foto: Rahmat Saputra/Fajar Pendidikan)

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id –
Sesuai dengan visi dan misi STIE Nobel Indonesia sebagai perguruan tinggi yang berorientasi untuk menghasilkan sarjana yang memiliki kompetensi entrepreneurship dan berwawasan global, maka untuk mewujudkan pencapaian visi dan tujuan tersebut, STIE Nobel Indonesia telah menerapkan kurikulum berbasis kompetensi entrepreneurship.

Demikian dipaparkan Ketua STIE Nobel Indonesia, Dr H Mashur Razak SE MM dihadapan 360 wisudawan sarjana ke XII dan pascasarjana IV yang berlangsung di Ballroom Sandeq Hotel Grand Clarion. Rabu, 9 Mei 2018.

Kata Mashur, untuk merubah cara berpikir mahasiswa, STIE Nobel mengembangkan berbagai program pembelajaran yang erat kaitannya dengan dunia bisnis.

“Kami sering mengundang pengusaha suskses untuk membawakan kuliah umum, CEO lecturer dari para pimpinan perusahan, kuliah praktis dari para profesional, praktek direct selling dan magang atau internship pada berbagai perusahaan,” jelas Mashur.

Wisuda kali ini seperti pada tahun sebelumnya kembali dirangkaikan dengan penerimaan Nobel Entrepreneur Award yang kali ini memiliki 10 kategori salah satunya diberikan kepada Mantan Gubernur Sulawesi Selatan 2 periode Syahrul Yasin Limpo. Berikut Kategori dan Penerima Nobel Award

1. Kategori Government Entrepreneur: Syahrul Yasin Limpo
2. Kategori Business Entrepreneur: Zulkarnain Arief
3. Kategori Young Entrepreneur: A. Troy Martino
4. Kategori Social Entrepreneur: Ana Mardiana
5. Kategori alumni S1: Evita Jacqueline
6. Kategori alumni S1: Andi Sawerigading Hamka
7. Kategori alumni S2: Hj. Nunung Dasniar
8. Kategori alumni S2: Bachtiar Baso
9. Kategori mahasiswa: Ayu Sri Lestari
10. Kategori mahasiswa: Riswan Arifin. (FP)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Nurdin Abdullah Resmi Lantik 11 Kepala Daerah Sulsel

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Resmi Lantik 11 Kepala Daerah, Kemudian mengambil sumpah Jabatan Kepala Daerah yang berlansung di Rumah...

Kakan Kemenag Bone ke Pejabat Baru: Lahirkan Inovasi Ukir Prestasi

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Kantor (Kakan) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone Dr. H. Wahyuddin Hakim, M.Hum meminta pejabat yang menjabat jabatan...

Ketua DPW Kemenag Bone: Bantuan Sekecil Apapun Akan Manfaat

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Ketua DWP Kemenag Bone Hj. Asmawaty, S. Kep., Ns M.Kes. bersama pengurus inti mendatangi kantor Baznas di lantai dasar Masjid...

Besok, Pelantikan Bupati dan Wabup Barru Diadakan Secara Virtual

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Jumat Besok, merupakan hari pertama bagi lembaran baru kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Barru Periode 2021-2024. Untuk pertama kalinya, pelantikan...

KIR MAN 3 Kota Makassar Membuka Peluang Untuk Berkarya Bertajuk Journalist Competion

Makassar,FAJARPENDIDIKAN.co.id – Dalam rangka meningkatkan kreativitas dan inovasi di Era New Normal ini, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) MAN 3 Kota Makassar membuka...

REKOMENDASI