Saturday, September 19, 2020

Tanamkan Nilai Edukasi Melalui Aktivitas Berkebun

Komunitas Makassar Berkebun

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Kondisi lingkungan kota Makassar yang makin padat dengan pemukiman dan gedung-gedungpencakar langit, mengakibatkan makin berkurangnya ruang hijau terbuka membuat Rama, Indri, Ryan dan Firman merasa resah dengan keadaan itu.

Lima tahun lalu, tepatnya dipertengahan tahun 2011, melalui sosial media twitter, mereka melakukan diskusi dan membuat urban farming untuk kota Makassar.Dari hasil menyatukan pendapat sehingga lahirlah Komunitas Makassar Berkebun yang ditandai dengan tanam perdana tanggal 11 Oktober 2011, ini juga terinspirasi dari Jakarta Berkebun.

Asriadi, yang saat ini menjabat sebagai koordinator Divisi Program dan Event Komunitas Makassar Berkebun, kepada FAJAR PENDIDIKAN menceritakan bahwa, selain karena luapan keresahan dari para penggagas Komunitas Makassar Berkebun, disadari juga bahwa pentingnya mengajarkan lingkungan hidup melalui kegiatan berkebun kepada masyarakat, sehingga menciptakan masyarakat yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Nilai Edukasi

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas Makassar Berkebun tidak hanya sekadar melakukan aktivitas berkebun, tetapi ada unsur nilai edukasi disetiap kegiatannya. Misalnya, kegiatan akademi berkebun. Kegiatan ini diperuntukan kepada para penggiat dan masyarakat umum.

Melalui kegiatan “Akademi Berkebun”, pesertanya diberikan edukasi tentang dasar-dasar berkebun. Hal ini juga sebagai wadah untuk para penggiat dan pemerhati urban farming untuk bisa bersilaturahmi dan berdiskusi tentang kegiatan berkebun.

Selain itu, Komunitas Makassar Berkebun juga membuat kegiatan yang melibatkan para pelajar mulai dari jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) hingga jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kegiatan tersebut diberi nama “Pelajar Berkebun” yang tujuannya untuk mengedukasi dan juga untuk menciptakan mindset tentang solusi berkebun di dalam kota walau dalam keterbatasan lahan. Dan yang tak kalah pentingnya dari tujuan kegiatan ini adalah untuk menanamkan kecintaan terhadap lingkungan sejak usia dini.

Ada juga kegiatan yang dibuat untuk masyarakat umum yaitu, kegiatan “Kebun Kota”. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi dan penerapan langsung kegiatan urban farming di lingkungan masyarakat.

Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mengatasi keterbatasan lahan untuk berkebun di pekarangan rumah.Melalui vertikultur, aquaponic, bertanam dalam pot/polybag, juga sebagai bentuk sumbangsih dalam mengatasi masalah ketahanan pangan, menciptakan ruang terbuka hijau serta memberikan keuntungan ekonomis kepada masyarakat dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan adalah tujuan dari dibuatnya kegiatan kebun kota.

Foto bersama anggota komunitas Makassar Berkebun.

Tidak hanya itu, Komunitas Makassar Berkebun juga melakukan kegiatan perkunjungan ke perkebunan yang dikelola oleh masyarakat, kelompok tani, pemerintah atau swasta dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan para penggiat tentang kegiatan berkebun.

Dibeberkan Asriadi, selama ini yang ditanam berupa sayur-sayuran seperti kangkung, bayam, selada, tomat, cabe, terong dan sejenisnya. “Tanaman yang ditanam lebih banyak ke sayuran, karena mempunyai waktu panen yang relatif lebih singkat. Maksudnya, supaya lebih cepat mendapatkan dan merasakan manfaat menanam,” tuturnya.

Asriadi berharap, komunitas Makassar Berkebun tetap konsisten memberikan dampak positif sehingga terciptanya masyarakat yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

 “Lima tahun lalu gerakan ini belum ada apa-apanya, sampai sekarang Wali Kota Makassar dengan programnya lorong garden itu, saya kira merupakan dampak luar biasa, walaupun kami tak pernah dilibatkan. Harapannya lagi kedepan, semoga semakin banyak orang yang bisa berkebun walaupun di lahan sempit dan menghasilkan pangannya sendiri,” harapnya. (*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

BPJS Ketenagakerjaan Gencar Ajak Guru Mengaji Jadi Peserta, Ini Manfaatnya!

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- BPJS Ketenagakerjaan gencar melakukan sosialisai mengajak penerimaan insentif guru mengaji untuk menjadi pesertanya. Hal tersebut seperti yang...

DKM Bakal Lakukan Pameran Daring ‘Semangat 2020’

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari setengah tahun. Semua lini kehidupan seperti sedang diuji daya tahannya, termasuk posisi seni...

Danlantamal VI Sambut Hangat Kunjungan Dirut PT. Semen Tonasa

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP., menyambut hangat kunjungan Direktur Utama...

REKOMENDASI