Sunday, September 20, 2020

Temukan 16 Lingkaran dalam Gambar Ini

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Ilusi optik selalu menarik buat banyak orang. Ilusi yang kerap membuat banyak orang terjebak ini, bisa menjadi cara yang sempurna untuk mengingatkan kita bahwa kenyataan tidak seperti yang terlihat oleh mata.

Kadang-kadang, ini juga bisa menunjukkan bahwa kita tidak boleh langsung percaya pada apa yang pertama kali dilihat oleh mata. Dalam ilusi optik, apa yang kita lihat tidak sama dengan kenyataan yang sebenarnya.

“Otak manusia siap untuk mempelajari hal-hal baru. Apapun yang baru dan mengejutkan adalah sesuatu yang secara alami kita sukai, karena itu berarti kita dapat belajar sesuatu darinya,” ujar Aude Oliva, seorang ilmuwan kognitif dari MIT, dikutip Healthy Food House, Jumat 5 Juni 2020.

Ilusi optik menggunakan berbagai warna, cahaya dan pola untuk membuat otak bingung. Pikiran kita mencoba menafsirkan pemandangan yang dilihat mata, dengan demikian menciptakan persepsi yang tidak cocok dengan citra nyata di depan kita.

Nah, sebuah gambar ilusi optik viral baru-baru ini. Ilusi ini disebut sebagai coffer illusion.

Coffer merupakan istilah arsitektur yang merujuk pada serangkaian panel cekung dalam berbagai bentuk, di mana objek dua atau tiga dimensi dapat diamati dalam dua atau lebih cara yang berbeda secara dramatis.

Gambar di atas diciptakan oleh Anthony Norcia, seorang ilmuwan visi di Smith – Kettlewell Eye Research Institute. Dia merupakan finalis Best Optical Illusion Picture of the Year, yang diselenggarakan oleh Neural Correlate Society pada 2006.

Saat awal melihat gambar, kamu akan mendapat kesan bahwa gambar menunjukkan sekelompok persegi panjang. Tetapi jika diperhatikan dengan seksama, kamu akan melihat lingkaran di dalamnya. Total, ada 16 lingkaran di dalamnya, bisakah kamu menemukannya?

Otak kita terhubung untuk melihat bentuk tertutup. Kombinasi dari garis-garis vertikal dan horizontal pada gambar, akan menciptakan interpretasi yang membingungkan pikiranmu.  (*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Awali Kepengurusan, LD Al-‘Aafiyah FKM Unhas Gelar Daurah Pengurus

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Lembaga Dakwah Al-'Aafiyah FKM Unhas melaksanakan daurah pengurus pada hari sabtu, 19 September 2020. Kegiatan ini dilaksanakan melalui  zoom cloud...

Kapolres Barru Serukan Pilkada Damai 2020, Di Takkalasi

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Barru AKBP Welly Abdillah, menyerukan Pemilukada Damai, saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pilkada Damai 2020 dan...

Danyonmarhanlan VI Hadiri Rakor Pemilu dan Peningkatan Disiplin Protokol Kesehatan Pemkot Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Batalion Marinir Pertahanan Pangkalan VI (Danyonmarhanlan VI) Letnan Kolonel Marinir Gigih Catur Pramono, S.H, M.T.r. Opsla menghadiri Rapat...

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

REKOMENDASI