Ternyata ‘Gak Ngapa-ngapain’ Adalah Olahraga Loh!

spot_imgspot_img

Gak ngapa-ngapain atau tidak melakukan apa-apa ternyata adalah olahraga. Mungkin hal ini terdengar aneh dan janggal. Tapi, sekali lagi tidak melakukan apa-apa adalah olahraga.

Hal ini ditemukan oleh seniman Korea Selatan WoopsYang pada 2014,  dimulai dari ia dalam kondisi stress dan depresi di tempat kerja dan menginginkan cara untuk melepas lelah.

Dia pergi ke taman untuk mencari kedamaian dalam diri dan ketenangan, tetapi terganggu oleh telepon genggamnya dan banyak hal lainnya. Dia merasa bersalah karena tidak berada di tempat kerja. Korea Selatan merupakan negara dengan jumlah orang yang menderita burn-out dan kecanduan telepon tertinggi.

Ketika WoopsYang berbicara kepada teman-temannya tentang hal itu, dia menyadari dengan cepat bahwa dia tidak sendirian dengan kecemasannya.

WoopsYang dan teman-temannya segera memutuskan untuk pergi ke taman bersama-sama, membuang ponsel mereka. Tantangannya cepat: Siapa yang bisa mempertahankan ini paling lama?

Baca Juga :   Ansu Fati Telah menyetujui kontrak baru berdurasi enam tahun

Begitulah kompetisi lahir. Saat ini, sekitar 2000 orang mendaftar untuk berpartisipasi, tetapi hanya segelintir yang dipilih. Tujuannya sederhana: tidak melakukan apa-apa selama 90 menit. Tidak berbicara, tidur, memeriksa telepon Anda, tidak ada sama sekali. Santai saja dan tidak melakukan apa-apa.

Detak jantung peserta diperiksa setiap 15 menit sekali untuk memastikan bahwa mereka dalam keadaan tenang; orang dengan detak jantung paling stabil menang. Ada seorang komentator olahraga yang secara langsung  membawakan acara dan menarasikan apa yang sedang terjadi kepada penonton.

Baca Juga :   Ansu Fati Telah menyetujui kontrak baru berdurasi enam tahun

Jika seorang peserta merasa haus dan ingin ke kamar mandi, peserta dapat mengangkat kartu kesempatan yang tersedia di depan setiap peserta.

Baca Juga :   Ansu Fati Telah menyetujui kontrak baru berdurasi enam tahun

Penelitian telah menunjukkan bahwa otak membutuhkan waktu istrahat untuk memproses informasi dan menciptakan kenangan, tetapi juga untuk mengurangi stres dan burnout yang berasal dari terus-menerus terhubung dengan pekerjaan dan kehidupan sosial kita.

We would all feel better about doing nothing if we did nothing together as a group.” kata WoopsYang dikutip dari Vice yang berartikan kita akan merasa lebih baik jika kita tidak melakukan apa-apa secara bersama.

Korea Selatan, khususnya, memiliki salah satu populasi paling stres di dunia, yang pernah dijelaskan New York Times sebagai “diambang gangguan saraf nasional” atau “on the verge of a national nervous breakdown.”

Olahraga tidak melakukan apa-apa ini diperlukan bagi setiap manusia agar mengurangi stress dan depresi yang dialami setiap manusia.

- Advertisement -

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- Advertisment -

TERKINI