Webinar CRP FK Unhas Berbagi Tips Penulisan Literature Review

FAJAR Pendidikan

Rangkaian Kegiatan Dies Natalis ke-64 Unhas

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Clinical Epidemiology, Research Development, and Publication Unit (CRP) Fakultas Kedokteran Unhas menggelar webinar, Road to Publishing Your Paper: A Practical Approach. Sabtu, 29 Agustus 2020.

Salah satu materi yang dibahas dalam webinar tersebut adalah Writing and Publishing Your Literature Review yang dibawakan oleh dr Gita Vita Soraya.

Mengawali pemaparannya, dr Gita mengungkapkan alasan pemilihan topik tersebut, yakni kebanyakan tinjuan pustaka yang ditulis hanya tersimpan di perpustakaan saja.

“Salah satu alasan terbesar kenapa kami ingin mengangkat topik ini, adalah karena kami dari CRP sadar kalau kebanyakan orang mungkin pernah atau sedang menyusun suatu tinjauan pustaka. Nah, yang kami lihat sejauh ini, sepertinya rata-rata tinjauan pustaka atau literature review setelah ditulis, tersimpan di perpustakaan saja,” ungkap alumni FK Kedokteran Unhas itu.

“Kami di PCR ingin berbagi dan memberikan sedikit masukan bagi teman-teman untuk mengubah mindset-nya tentang tinjauan pustaka. Kalian yang pernah mengalami pendidikan pasca sarjana masih simpan tesisnya, kami ajak untuk sama-sama melihat dengan baik, filosofi dari suatu tinjauan pustaka atau literature review serta potensi suatu literature review untuk dipublikasikan,” lanjutnya.

Dalam pemaparan materinya, dr Gita membagikan langkah-langkah yang bisa dilakukan agar tinjauan pustakanya bisa menjadi suatu literature review yang layak dipublikasi.

“Ada empat poin yang akan dibahas yaitu, apa itu literature review, jenis-jenis literature review apa saja yang kira-kira bisa ditulis. Kami juga akan memberikan contoh-contoh review yang sering ditulis,” terangnya.

BACA JUGA :   Direktur KS WELI Universitas of Texas Austin Puji Pendidikan Entrepreneurship Unifa

“Kita akan membahas juga kenapa sih kita harus mempublikasi literature review kita untuk apa. Karena ini memang bukan sesuatu yang gampang atau mudah dilakukan. Kita juga akan membahas anatomi atau struktur dari suatu literature review. Dan yang terakhir kita akan membahas step by step dalam penulisan literature review,” paparnya.

Poin pertama yang dibahasnya adalah maksud suatu rangkuman atas suatu bidang tentang apa yang sedang atau sudah ditelesuri dalam bidang tersebut dan apa yang belum diketahui. Sehingga tujuannya yang ingin dicapai seperti mengevaluasi literature atau penelitian dalam suatu bidang itu sudah sampai mana, dan juga mau mengorganisir semua literature yang ada dalam satu bidang ke dalam tema-tema yang dapat dipahami oleh orang-orang lain.

“Kita juga ingin melihat pola-pola dalam pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang tersebut, itu seperti apa, dan ini mungkin yang paling sangat penting juga, untuk memaksilkan ilmu pengetahuan. Jadi apa saja yang masih perlu kita cari tahu. Tentu kiat ini harus kita dapat bila kita sudah tahu landscape dari ilmu pengetahuan dalam suatu bidang,” jelasnya.

Ia juga memberikan sedikit gambaran tentang literature  review atau narrative review dengan systematic review maupun meta-analysis.

“Mungkin ada rekan-rekan yang masih bingung untuk membedakan dan masih bingung untuk menentukan apakah studi saya ini atau topic saya ini baiknya menjadi suatu narrative review atau sebaiknya menjadi systematic review atau sebaiknya menjadi meta-analysis,” ucapnya.

BACA JUGA :   Mahasiswa KKN PPM Unhas Gelar Penyuluhan Cegah HIV dan Stunting di Desa Belabori Gowa

Perbedaan utama dari ketiga jenis review ini, kata dr Gita, terutama dari reset question yang ditanyakan atau pertanyaan penelitiannya atau topiknya.

“Kalau dalam narrative review, biasanya dalam satu bentuk pertanyaan atau semacam rangkuman yang luas tentang suatu bidang. Sementara kalau kita berbicara tentang systematic review, biasanya akan fokus pada satu pertanyaan yang sangat spesifik. Sama halnya dengan meta-analysis,” jelasnya.

Kedua, sambungnya, hal yang paling membedakan dari ketiga jenis review ini adalah metodenya. Cara kita melakukan reviewnya.

“Dalam suatu tinjauan pustaka atau literature review kita tidak perlu atau tidak ada kewajiban untuk menyatakan protokol pencarian kita atau cara kita mengingklusikan artikel-artikel mana yang mau kita review dan proses seleksi artikel juga tidak spesifik pada literature review. Sedangkan pada meta-analysis dan systematic review, protocol sudah harus ada dari awal sebelum kita melakukan review tersebut,” jelasnya.

Materi yang dibawakan oleh dr Gita berlangsung selama kurang lebih 40 menit dan dimoderatori oleh  dr Diandra Sabrina Natsir Kalla melalui aplikasi zoom itu, diakhiri dengan berbagai macam pertanyaan yang berasal dari kurang lebih 400 an partisipan yang mengikuti webinar yang merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis Unhas ke-64. (FP)

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI