Selasa, Maret 2, 2021

11 Jurnal UIN Alauddin Terakreditasi SINTA dari Menristek Dikti

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sebanyak 11 Jurnal Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar berhasil meraih akreditasi Science and Technology Index (SINTA) dari Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemeristekdikti) atau Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Dari hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode III, tercatat Jurnal Al-Sihah: the Public Health Science Journal, Diwan: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, Jurnal Minds: Manajemen Ide dan Inspirasi, Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan berhasil meraih Sinta 2.

Selain itu, Jurnal Elite: English and Literature Journal, Jurnal Politik Profetik, Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan juga terakreditasi Sinta 3.

Sementara, terakreditasi Sinta 4 yaitu Jurnal ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences, Jurnal Assets: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi dan Jurnal Shaut Al-Arabiyah. Terakhir terakreditasi Sinta 5 yakni Jurnal Fisika dan Terapannya.

Menanggapi hal itu, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengolola Jurnal atas prestasinya.

“Sekali lagi terima kasih dan apresiasi untuk para Pengolola jurnal, ada 4 tambahan jurnal (Lentera Pendidikan, Jurnal Minds, Diwan dan Al Sihah) yang berhasil mencapai Sinta 2, bahkan ada yang lompat dari Sinta 5. Sudah 7 Jurnal kita yang sampai ke Sinta 2. Mari kita saling mensupport untuk membawa jurnal kita, ada yang masuk ke jajaran Scopus. Top untuk semua,” katanya.

Diketahui, SINTA merupakan untuk memudahkan dalam melakukan pendataan, pemetaan, dan pengukuran kinerja hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Indonesia yang diluncurkan pada tahun 2017 Kemenristek Dikti.

Saat ini sudah terdaftar lebih dari 200.000 Author dari perguruan tinggi dan lembaga litbang dari seluruh Indonesia.(*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Pentingnya Mengetahui Bencana Ekologis dan Manajemen Resiko Bencana

Makassar, PENDIDIKANFAJAR.co.id- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar webinar virtual bertema, "Literasi Kebencanaan di Indonesia untuk Menangkal Mis-Disinformasi"  dengan menghadirkan,  Prof.Dr.Eng.Adi Maulana, ST.M.Phil....

Bupati Bone Resmikan Jembatan Senilai Rp 2 Miliar

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi meresmikan Jembatan Pekkawae di Desa Mattoanging, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Selasa (2/3/2021).

BAN-PT Visitasi Prodi PPKn Unim Bone Secara Daring

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan visitasi secara daring terhadap Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganeraan (PPKn) Universitas Muhammadiyah...

Komunitas Anak Pelangi Gelar Festival Hari Ibu

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Founder Komunitas Anak Pelangi (K-Apel), Rahman Maman Abdurahman Rumadai yang akrab disapa Kak Maman bersama seluruh jajaran pengurus dan anggota...

Sentuh Pustaka Poles Perpustakaan SMPN 24 Makassar Jadi Indah

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Perpustakaan SMP Negeri 24 Makassar yang diberi nama Perpustakaan Carakdek atau istilah yang diambil dari bahasa daerah Makassar yang berarti...

REKOMENDASI