Saturday, September 19, 2020

279 Siswa SMA Negeri 6 Wajo Laksanakan UNBK Hari Ini

Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Hari ini (1/4/2019) seluruh siswa di seluruh Indonesia  menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Meskipun dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas, namun direspons baik oleh pihak Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Wajo dan sebagai tempat pelaksanaan kelompok 2 di Kabupaten Wajo yang ikuti 3 sekolah.

Kepala SMAN 6 Wajo Drs Amir M.Si saat ditemui langsung oleh  Fajar Pendidikan di ruang kerjanya pada hari senin (1/4) menjelaskan bahwa pihak SMA Negeri 6 siap menghadapi proses UNBK.

“Tahun ini ada siswa SMAN 6 WAJO 238 ditambah siswa 41 SMA Tahfiz jumlah Siswa 279 kami mengikuti UNBK, dan kami siap untuk melaksanakan itu”, ungkap Amir.

Namun, ia juga berharap agar kedepan pemerintah memperhatikan kebutuhan sekolah berupa kesediaan komputer.

“Tahun lalu kami melakukan pinjam laptop dari orang tua siswa untuk UNBK, tapi alhamdulillah tahun ini kami punya tiga Laboratorium dengan ketersediaan 36 unit komputer dan selebihnya kami pinjam dari orang tua siswa juga guru,”  jelasnya.

Selama ini, dalam mempersiapkan UNBK sekolah menyediakan komputer dan laptop dari hasil Dana Bos dan juga bantuan dari orang tua murid. Sehingga pihak SMA 6 Wajo berharap agar ada perhatian langsung dari pihak pemerintah.

“Kami harap ada perhatian dari pemerintah agar kekurangan seperti komputer dan kebutuhan lainya bisa terpenuhi,” harap Amir.

Sementara itu, di tempat yang terpisah, Wakasek kurikukum SMA 6 Wajo Drs Muh Tang Mpd,
menjelaskan bahwa mereka siswa sudah siap untuk mengikuti UNBK karena sudah melakukan persiapan selama dua bulan.

Siswa sebagai peserta ujian sudah siap untuk melaksanakan UNBK yang akan dilaksanakan hari ini pada tanggal satu April, kami sudah melakukan persiapan selama dua bulan,” ungkapnya.

Dia berharap agar proses UNBK kali ini, mereka bisa melaksanakan dengan baik dan benar dan juga mengharapkan bantuan dari pemerintah terkait beberapa kendala seperti kesediaan komputer di sekolahnya.

Laporan : Lutfi Baso.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

BPJS Ketenagakerjaan Gencar Ajak Guru Mengaji Jadi Peserta, Ini Manfaatnya!

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- BPJS Ketenagakerjaan gencar melakukan sosialisai mengajak penerimaan insentif guru mengaji untuk menjadi pesertanya. Hal tersebut seperti yang...

DKM Bakal Lakukan Pameran Daring ‘Semangat 2020’

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari setengah tahun. Semua lini kehidupan seperti sedang diuji daya tahannya, termasuk posisi seni...

Danlantamal VI Sambut Hangat Kunjungan Dirut PT. Semen Tonasa

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP., menyambut hangat kunjungan Direktur Utama...

REKOMENDASI