Friday, November 27, 2020

Begini Paparan Sekda Barru Untuk Mencegah KDRT

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Sekretaris Daerah (Sekda) Barru Dr. Ir. Abustan Andi Bintang, M.Si dihadapan para ketua Tim Penġgerak PKK se Kabupaten Barru memaparkan beberapa Tips untuk mencegah terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pada acara Sosialisasi Pencatatan dan Pelaporan, di aula Dinas PMD, PPPA dan PPKB Barru, Kamis (19/11/2020).

Menurut Sekda yang turut didampingi Kadis PMD, PPPA dan PPKB Barru, Jamaluddin, S. Sos. MH, potensi terjadinya KDRT tidak hanya pada Rumah Tangga miskin atau tidak terpelajar.

Namun lanjut mantan Kadis Pendidikan Barru itu, potensi KDRT juga dapat terjadi pada keluarga dari kalangan orang mampu atau kaya, beragama, terpelajar, bermukim di desa atau dikota.

Baca Juga: Sekda Barru Ingatkan Netralitas ASN Pada Pilkada

“Potensi terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga dapat saja terjadi pada seluruh strata kehidupan masyarakat,” jelas dia.

Dijelaskan, beberapa bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang biasa terjadi seperti, kekejaman fisik, kekejaman dan eksploitasi seksual, pengabaian, kekejaman ekonomik dan finansial.

Selain itu, dijelaskan pula secara gamblang faktor-faktor yang dapat menimbulkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga seperti, Faktor Mental, Faktor Pendidikan dan Faktor Sosial Ekonomi.

“KDRT setidaknya dapat merusak ketenangan, ketenteraman serta kebahagiaan Rumah Tangga dari semua anggota keluarga, baik yang langsung menjadi sasaran kekerasan maupun yang menyiksanya.

Akibatnya, rumah tangga yang mestinya menjadi surga berubah menjadi neraka bagi penghuninya,” urai alumnus Doktor IPB Bogor itu.

Abustan yang pernah menjabat Camat Barru lalu menyampaikan beberapa Tips yang dapat mencegah atau mengatasi terjadinya KDRT seperti, memelihara suasana harmonis dalam Rumah Tangga dengan saling memahami, saling menghargai dan saling mencintai.

Lakukan selalu komunikasi yang sehat dan hargai hak dan kewajiban masing-masing.

Jangan terlalu sayang pada diri sendiri, lakukan relaksasi dua kali sehari.

Baca Juga: Panen Berhasil, Sekda Barru Minta Petani Terus Berbuat
Selain itu, gunakan tehnik pengubahan tingkah laku secara tepat.

Setiap masalah segera diselesaikan dan jangan ditumpuk. Dan jika perlu gunakan jasa konsoler atau psikologi.

“Intinya, selain komunikasi, sikap saling memahami, saling menghargai dan mencintai adalah upaya menghindari KDRT sehingga tercipta Rumah Tanggaku adalah Surgaku,” pungkasnya.

Reporter : Borahima

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Rektor UNM Ajak Dosen Samakan Persepsi soal Penilaian Angka Kredit

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Focus Group Discussion (FGD), FGD kali ini membahas penilaian angka kredit dosen dalam kebijakan...

HMJ Matematika FMIPA UNM, Umumkan Pemenang Lomba GEOMETRI 2020

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Genius on Mathematics in Real Application (GEOMETRI) 2020 yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu...

Pembelajaran Tatap Muka di Bone, Begini Penyampaian Wabup dan Satgas

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Wakil Bupati (Wabup) Bone Ambo Dalle menyampaikan harapannya kepada seluruh guru dan masyarakat agar bersinergi menyambut rencana Pembelajaran Tatap...

Dampak Krisis Akibat Pandemi, Usman Berhenti Dari Tempat Kerjanya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Usman (35 tahun), yang bekerja di sebuah perusahaan media, terpaksa harus berhenti,  atau mengundurkan diri. Keputusan yang diambil secara...

BAN-PT Asesmen Lapangan Via Daring di IAIN Bone, Prodi Diharap Unggul

Bone, FAJARENDIDIKAN.co.id - Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) lakukan asesmen lapangan secara daring pada Dua Program Studi (Prodi) Fakultas Ushuluddin dan...

REKOMENDASI