Sabtu, September 18, 2021

Catatan Ilham Bintang : Rindu Reisa, Yang Dulu Menyapa Kita Tiap Sore di Layar Kaca 

FAJARPENDIDIKAN.co.id- Apa kabar dr Reisa? Yup. Dr Reisa Broto Asmoro. Saya dan mungkin Anda, juga rindu sapaan lembutnya, di tengah horor penularan virus Covid 19 varian baru yang semakin tidak terkendali hari – hari ini. Kini, virus itu malah yang mengendalikan kita semau- semaunya. Menjadi pembunuh amat keji di tengah masyarakat. Seenaknya mempermalukan negara, menampar muka pejabat tinggi kita, yang diserahi amanah mengendalikan pandemi virus itu mewakili negara.

Simaklah update data harian, Jumat (23/7) kemarin. Dua hari menjelang berakhirnya PPKM ( Perberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat. Angka kematian di Indonrsia kembali tertinggi di dunia : 1566 jiwa. Virus merenggut nyawa saudara kita seperti cuma memetik buah di kebun. Kasus Positif kemarin, memang turun: 49.072. Turun hanya sedikit dibandingkan hari sebelumnya. Tapi angka testingnya juga turun lagi dibandingkan hari sebelumnya.

Apa hubungannya dengan dr Reisa Broto Asmoro? Saya cuma berimajinasi saja. Seandainya dia masih tampil setiap sore di layar televisi Nasional, ada yang membuat kita nyaman, hati tenang menyaksikan dia. Tinimbang, mengikuti perdebatan di berbagai media yang atmosfirnya dipenuhi benci dan dengki.

Apalagi kalau yang bicara Ali Mochtar Ngabalin. Waduh. Heran. Presiden Jokowi masih mempertahankan dia berkomunikasi dengan khalayak luas. Ada teman sampai bilang, andaikata layar tivinya terbuat dari kardus mungkin sudah berkali kena lempar sendal.

Kita rindu dr Reisa. Meski suaranya cempreng dan kurang lentur tapi wanita jelita itu bertutur kata lembut menyampaikan update harian kasus Covid19. Tak banyak wanita secantik Reisa, yang istri kita, juga nyaman tiap kali menonton bersama-sana ibu dua anak itu di televisi. Entah kenapa dokter dan model ini distop pemunculannya tempo hari bersama dr Ahmad Yurianto.
Padahal, pemunculan mantan runner up Puteri Indonesia itu sungguh menjadi oase yang sejuk di tengah situasi pandemi. Yang menyeret kita berimajinasi seperti berada di padang tandus.

Kita memang masih bisa melihatnya tiap saat. Melongok aktifitasnya sehari-hari di berbagai media sosial dan Instagram pribadinya. Sekali- sekali. Cukup. Jika sering, berbahaya. Bisa menjadi horor baru pula. Kemungkinan istri akan bertindak menganggap kita sinting. Bisa di “BAP” berhari-hari, meminjam istilah sejawat Suryopratomo, Dubes RI di Singapura.
Atas bantuan Pemred Kumparan, sejawat Arifin Asydhad, saya memperoleh kontak dr Reisa. Saat menulis ini saya sudah mengiriminya pesan minta waktunya mewawancarai dia. Namun, belum dijawab. Mungkin sibuk. Baik kita lanjut lagi.

Hari-hari tak menentu

Sejak kasus positif Covid19 1 d 2 tdi Tanah Air diumumkan Presiden Jikowi 2 Maret 2020, praktis sejak itulah hari-hari kita tak menentu . Padahal, pemerintah sudah berusaha keras, berbagai sumber daya telah dikerahkan untuk mengendalikan penyebaran Covid19 di Tanah Air. Upaya pemerintah sudah diwujudkan pula dengan berganti judul- judul penanganan, seperti PSBB dengan pelbagai turunannya. Juga PPKM dengan berbagai tingkatannya. Dari PPKM biasa, PPKM Mikro, PPKM Darurat, dan ganti lagi mulai 26/7 PPKM Level 3 & 4. PPKM nama baru belum berjalan, belum bisa kita nilai. Namun, sebelumnya, belum ada yang betul-betul jitu mengendalikan Covid19.

Yang paling parah PPKM Darutat. Implementasi sudah serupa lockdown, namun pemerintah tidak menyertai kebijakan pemberian biaya hidup standar kepada masyarakat terdampak. Seperti yang diamanatkan UU No 6/2018 Tentang Kekarantinaan. Khususnya Pasal 55 Ayat 1 yang mengatur pembatasan masyarakat dalam masa pandemi. UU itu produk terbaru yang ditanda tandatangani Presiden Jokowi tiga tahun lalu. Akibatnya, setiap hari, selama berlaku PPKM Darurat ( 3- 20 Juli), penumpukan massa besar terjadi di tempat penyekatan, di mana-mana. Konflik fisik tak terelakkan antara rakyat yang lapar versus petugas yang menjalankan tugas menyekat. Kuat dugaan kerumunan di tempat-tempat itulah yang melahirkan kluster baru yang mengerek angka positif melesat seperti roket. Juga angka kematian. Nyawa seperti melayang sia -sia.
Bersyukur, Presiden cepat tanggap. Tanggal 20 Juli lalu jokowi mengumumkan segera menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak. Nominalnya cukup besar sekitar 55 T. Biarpun terlambat, tetapi sudah bantuan sosial itu sekaligus pernyataan kehadiran negara. Semoga seutuhnya tiba di tangan rakyat.

Ikhtiar 

Kita memang tidak boleh berhenti berikhtiar selain terus menerus memanjatkan doa perlindungan dari Allah SWT, Tuhan pemilik alam semesta.
Sekarang, saya mau sampaikan usulan baru kepada Presiden Jokowi. Sebagai ikhtiar baru. Yaitu agar menyerahkan komando penanganan Covid19 kepada Ahli Kesehatan. Biarlah mereka yang menangani bencana kesehatan ini. Menggantikan para pejabat negara yang sudah tujuhbelas bulan bertugas menangani pandemi ini. Mungkin juga sudah lelah. Merangkap – rangkap demikian banyak jabatan. Kembalikan para menteri itu ke posnya masing-masing mengurus kementeriannya sesuai keahlian masing-masing. Komando penanganan covid19 yang seluruhnya menteri ekonomi, anggap saja belum beruntung untuk menghindari kata gagal. Harah kita berkaca pada kasus Singapura : ” Berkaca Pada Kasus Singapura, Hati – Hati Melonggarkan PPKM di Tanah Air ” ( Jumat, 23 April). Negara kecil, berpenduduk kecil, rakyat yang tingkat ekonomi serta kepatuhannya tinggi, toh bisa berantakan dalam sekejap. Lantaran apa? Karena ada rakyatnya egois membuka klub karaoke yang sudah dinyatakan tertutup oleh pemerintahnya. Pengusaha KTV adalah represntasi dari masyarakat yang memperturutkan syahwat ekonomi dengan mengabaikan keselamatan jiwa warga yang lain.

Toh, tidak ada data yang menunjuk perbaikan perekonomian kita selama komando penanganan Covid19 ditangani menteri perekonomian. Malah, yah sudahlah. Ada yang malah sibuk berkampanye mengincar kursi Presiden 2024. Ada yang memanfaatkan pandemi untuk mengeruk keuntungan, sebagaimana dilansir banyak media pers.
Presiden sendiri baru-baru ini menghentikan praktek penjualan vaksin kepada masyarakat umum. Itu salah satu akibatnya.

Peran pemuka agama

Saya mengusulkan sebaiknya pemerintah melibatkan pemimpin agama, semua agama, juga. Mendampingi para ahli kesehatan memegang komando untuk berkomunikasi dengan masyarakat.

Kita tidak boleh ahistoris. Pemimpin agama, pemimpin tradisional kita punya peran besar dalam sejarah Indonesia. Sebelum maupun sesudah kemerdekaan RI. Peran ulama itulah yang berhasil mempersatukan bangsa kita.
Sumpah Pemuda, Proklamasi RI, dan penyusunan konstitusi UUD 1945 didominasi pemimpin agama. Perbedaan besar dalam pembukaan UU 45 saja pun bisa selesai atas kesepakatan pemimpin agama. Problem terbesar kita, rakyat yang mula-mula bingung kini tak percaya bahkan membangkang kebijakan pemerintah. Unjuk rasa kembali merebak dimana – mana. Lihat juga video- video yang beredar di masyarakat. Banyak mensmpikkan kelompok pengajian, dengan ustaz-ustaznya menentang PPKM Darurat yang sempat menutup masjid. Mereka tidak bisa terima itu. Libatksb mereka. Suara mereka umumnya masih didengar oleh masyarakat tradisional.

Supaya segera berakhir narasi miring, tiap kali LBP bicara keras ( maklumlah orang Batak), direspons ngeyel oleh masyarakat: Kepala … bahu …kaki .. dan Luhut lagi …Luhut lagi, menirukan nyanyian populer.

Kembali ke dr Reisa

Presenter Dr Oz Indonesia di TransTV itu sudah merespons WA. Setuju saya wawancarai pagi ini. Tapi pas sudah dead line. Nanti akan ditulis tersendiri lagi hasilnya.
Bayangkan kalau penanganan Covid19 oleh Pakar Kesehatan kita berkolaborasi dengan para ulama, dan Reisa kembali menyapa tiap sore di layar televisi kita. Dan, pas pula pandemi sudah mulai terkendali.

.

Bupati Pinrang Minta Pihak Berwajib Awasi Pembagian Pupuk Organik

Bupati Pinrang, Irwan Hamid menegaskan, pembagian pupuk organik cair hayati kepada petani tidak dipungut biaya. Pembagiannya pun harus diawasi pihak berwajib agar tepat sasaran. Hal...

Reses Berbeda Legislator PKS Ibrahim Daru Sambangi Daerah Pelosok 

Sidrap, FAJARPENDIDIKAN.co.id -Anggota DPRD Kabupaten Sidrap Fraksi PKS Ibrahim Daru lakukan Reses titik kedua pada masa persidangan III tahun 2021 di Dusun Banga-Banga Desa...

Ceramah Latsar Angkatan LVI dan LVII, Sekda Kota Makassar Berbagi Motivasi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Sekretaris Daerah Kota Makassar, Muhammad Ansar, memberikan ceramah dalam latihan dasar (Latsar) angkatan LVI (56) dan LVII (57) yang digelar di Hotel...

Pemkot Berencana Akan Kelola TPI Untia

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Kepala Pelabuhan Perikanan Untia, Iswadi Rachman mengunjungi Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto di kediaman pribadinya, Selasa (14/9/21). Tujuan kedatangannya meminta pihak...

Wali kota Danny Bangga PC IMM Kota Makassar Hasilkan Kader Pilihan Leadership Yang Tangguh

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Walikota Makassar Moh. Ramdhan "Danny" Pomanto menghadiri sekaligus memberikan sambutannya pada pembukaan Latihan Instruktur Dasar (LAD ) dan Darul Arqam Madya (DAM),...

Lima hari Kedepan Fatma Ikuti Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi mengikuti pembekalan kepemimpinan pemerintahan dalam negeri yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) gelombang 3 dan...

.

.

.

Beasiswa Bertajuk Bersama Kelola Alam Adil Lestari Pemimpin Luluskan 58 Calon dari 22 Provinsi

 Beasiswa, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Program beasiswa bertajuk "Bersama Kelola Alam Adil Lestari (BEKAL) Pemimpin" diberikan kepada para Emerging Leader yakni para pemimpin muda ataupun calon pemimpin yang...

10 Skill dan Keterampilan Ini Dibutuhkan Mahasiswa di Dunia Kerja!

World Economic Forum (WEF) pada Oktober 2020 lalu merilis artikel terkait 10 skill atau keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja pada tahun 2025 mendatang. 10...

Yuk, Pelajari Berbagai Macam Beasiswa Kuliah yang Perlu Kalian Tahu!

Beasiswa, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Beasiswa pendidikan, saat ini semakin banyak yang telah disalurkan kepada masyarakat. Selain itu pemerintah juga banyak dari pihak swasta. Kemudian cakupan beasiswa...

BAZNAS Buka Beasiswa Santri, Begini Cara Daftarnya!

Beasiswa, FAJARPENDIDIKAN.co.id- BAZNAS membuka pendaftaran untuk Beasiswa Santri BAZNAS 2021. Pendaftaran dibuka mulai 14 September 2021 sampai dengan 30 September 2021. Sedangkan pengumuman yang...

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

.

Departemen Epidemiologi FKM Unhas Gelar Pelatihan Mobile Data Collection

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Antusias sivitas akademika Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin pada kegiatan Pelatihan Mobile Data Collection (MDC) menggunakan Kobo Toolbox pada awal September...

Pemkab Pangkep Gandeng KNPI dan PMI Vaksin Massal Jenjang SMP

Pangkep, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Pemerintah Kabupaten Pangkep, melaksanakan kegiatan Vaksin Massal untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), pelaksanaan tersebut melibatkan organisasi KNPI dan PMI, di Pelataran Rumah...

Guru Honorer Berusia 57 Tahun Tak Lolos Tes PPPK, Nitizen Minta Bantuan Nadiem

Viral di media sosial, kisah seorang guru honorer berusia 57 tahun yang gagal lolos tes seleksi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Kisah tersebut dibagikan...

Sosialisasi Assesment Clinic HOTS, UNM Target Peningkatan IKU

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar sosialisasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam rangka Revitalisasi LPTK tahun 2021. Rektor UNM Prof. Dr. Ir....

Ini Poin Keputusan Menpan-RB Nomor 1127 Tahun 2021 untuk PPPK Guru 2021

Perlu digarisbawahi, dokumen dengan Nomor 1127 Tahun 2021 ini adalah Keputusan Menpan-RB, jadi bukan Permenpan-RB 1127 Tahun 2021. Keputusan ini diteken Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara...

.