Dari Daging Hingga Alpukat, Berikut Rekomendasi Makanan Penambah Berat Badan

FAJAR Pendidikan

Idealnya, makanan penambah berat badan memiliki kalori yang tinggi serta beragam nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh anak, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Beberapa pilihan makanan penambah berat badan antara lain:

1. Daging

Aneka jenis daging, seperti daging sapi, ayam, bebek, atau kambing, merupakan sumber kalori, protein, lemak, dan zat besi yang baik bagi anak. Berkat kandungan nutrisi pada daging, berat badan anak bisa bertambah dan juga memberikan manfaat lain, seperti mencegah anemia dan mendukung pertumbuhan otot anak.

Untuk mengolah daging menjadi menu makanan yang nikmat buat Si Kecil, Bunda bisa menumisnya, memanggangnya, membuatnya menjadi bakso, campuran omelet atau telur dadar, nasi tim, serta isian risol sebagai camilan sehat anak.

2. Ikan

Sama seperti daging, ikan juga merupakan sumber protein berkualitas tinggi, lemak, dan kalori yang bisa menambah berat badan anak.

Dibandingkan daging sapi, kambing, dan ayam, ikan umumnya mengandung lebih banyak lemak sehat, seperti omega-3 yang sangat baik untuk mendukung kesehatan otak dan kecerdasan anak, serta tumbuh kembangnya, Bun.

Namun, sayangnya ikan cenderung memiliki aroma yang amis, sehingga Si Kecil bisa saja tidak menyukainya. Selain itu, makanan penambah berat badan ini juga bisa menimbulkan reaksi alergi pada sebagian anak.

Jika Si Kecil mengalami reaksi alergi terhadap ikan, Bunda bisa memberikannya makanan alternatif, seperti udang, kerang, atau cumi, yang juga memiliki kandungan nutrisi yang serupa.

Namun jika Si Kecil sama sekali tidak bisa makan ikan atau seafood karena alergi, Bunda bisa berkonsultasi ke dokter untuk menentukan pilihan makanan lain yang lebih aman bagi Si Kecil.

BACA JUGA :   15 Nama Bayi Laki-Laki Modern, Penuh Makna dan Trend

3. Telur

Bunda tentu sudah tidak asing dengan makanan yang satu ini. Baik telur ayam, bebek, atau puyuh, ketiganya aman dan boleh dikonsumsi oleh buah hati, Bun. Tak hanya murah dan mudah ditemukan, telur juga merupakan sumber kalori dan nutrisi yang sangat baik bagi anak.

Berkat kandungan protein, lemak, vitamin, dan mineralnya, telur baik dikonsumsi sebagai makanan penambah berat badan anak. Selain itu, kandungan kolin dan omega-3 pada telur memiliki peranan untuk mendukung tumbuh kembang dan kecerdasan anak.

Untuk menyajikannya, Bunda bisa mengolah telur menjadi telur rebus, telur goreng, atau menjadi isian roti lapis. Saat hendak memberikan telur kepada Si Kecil, pastikan Bunda telah memasak telur hingga matang, ya. Hal ini penting untuk mencegah Si Kecil terkena keracunan makanan atau diare.

4. Nasi

Makanan pokok orang Indonesia yang satu ini merupakan salah satu sumber kalori dan karbohidrat yang baik, sehingga tergolong sebagai makanan penambah berat badan anak.

Nasi putih merupakan jenis nasi yang paling umum dikonsumsi di Indonesia. Namun, ada banyak jenis nasi yang lebih sehat dibandingkan nasi putih, misalnya nasi merah dan nasi cokelat. Ini karena nasi tersebut mendangung serat, protein, vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak.

5. Susu dan produk olahannya

Tidak hanya memiliki rasa yang lezat, susu dan produk olahannya, seperti keju, yogurt, dan krim, memiliki manfaat untuk menambah berat badan anak, serta baik untuk kesehatan tulang dan giginya.

Selain nikmat dikonsumsi langsung, semuanya bisa diolah menjadi menu makanan yang disukai anak, seperti puding, kue, campuran pasta atau sereal.

BACA JUGA :   13 Nama Grup WhatsApp Lucu, Nggak Norak

6. Buah berlemak

Buah-buahan berlemak, baik itu alpukat, kacang, pisang, atau kelapa, bisa menjadi pilihan makanan untuk meningkatkan berat badan anak. Buah-buahan ini dapat dikonsumsi secara langsung atau dibuat menjadi aneka hidangan, seperti salad buah, jus, smoothies, atau campuran untuk membuat kue.

Itulah beragam pilihan makanan penambah berat badan anak yang bisa Bunda berikan kepada buah hati. Namun, ingat. Bukan berarti Bunda dianjurkan untuk memberikan makanan tersebut secara berlebihan hingga membuat Si Kecil kegemukan atau  obesitas, ya.

Untuk menentukan seberapa banyak Si Kecil memerlukan makanan penambat berat badan anak, Bunda perlu mengecek apakah berat badan Si Kecil tergolong ideal atau tidak dengan mengukur berat dan tinggi badannya.

Setelah itu, Bunda bisa mencatat dan melihat apakah berat badan Si Kecil tergolong ideal, kurang, atau justru berlebihan melalui kurva yang terdapat di buku Kartu Menuju Sehat (KMS).

Apabila berat badan Si kecil kurang, ia boleh diberikan beberapa makanan di atas lebih banyak atau sering. Namun, jika berat badannya sudah ideal atau justru berlebihan, Bunda perlu membatasi pemberian makanan tersebut agar Si kecil tidak mengalami obesitas.

Agar lebih sehat, Bunda juga disarankan untuk memberikan Si Kecil makanan yang bervariasi agar asupan nutrisi yang diperolehnya lebih lengkap.

Jika berat badan Si Kecil masih susah naik meski telah diberikan makanan penambah berat badan anak atau jika ia menderita kondisi tertentu, Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui jenis makanan yang cocok untuk menambah berat badannya.

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI