Dimensi Indonesia menyerahkan Buku Kamus Ilmiah Bahasa Mbay kepada Yayasan An-Nahl Kabupaten Nagekeo untuk digunakan sebagai bahan pembelajaran di MTs-S An-Nahl Nangaroro. Penyerahan buku tersebut diterima langsung oleh Ketua Yayasan An-Nahl Kabupaten Nagekeo, Asrul Soultan Sani, ST, di kediamannya pada Jumat, 6 Februari 2026.
Penyerahan kamus ini merupakan bagian dari komitmen Dimensi Indonesia dalam mendukung pelestarian bahasa daerah sekaligus memperkuat literasi kebahasaan di lingkungan pendidikan formal. Bahasa Mbay, sebagai bahasa lokal masyarakat Nagekeo, dinilai memiliki nilai identitas dan kebudayaan yang penting untuk diwariskan kepada generasi muda.
Ketua Yayasan An-Nahl Kabupaten Nagekeo, Asrul Soultan Sani, ST, mengapresiasi inisiatif Dimensi Indonesia dalam menghadirkan bahasa Mbay dalam bentuk dokumentasi ilmiah. Ia menilai kamus tersebut sebagai langkah awal yang sangat penting, meskipun masih memiliki keterbatasan dari sisi kelengkapan.
“Memang masih terbatas, tetapi ini sudah luar biasa. Buku ini bisa menjadi dasar untuk pengembangan dan penyempurnaan buku-buku berikutnya,” ujarnya.
Menurut Asrul, bahasa daerah merupakan bagian dari identitas yang tidak terpisahkan dari pembentukan karakter generasi muda. Oleh karena itu, bahasa daerah perlu dihadirkan dalam bentuk tertulis dan digunakan secara aktif di lingkungan sekolah.
“Bahasa adalah identitas. Ketika ditulis dan dipelajari di sekolah, maka keberlangsungannya akan lebih terjaga,” katanya.
Terkait distribusi, ia menilai langkah Dimensi Indonesia yang memprioritaskan penyaluran kamus ke sekolah-sekolah sebagai kebijakan yang tepat. Ia juga mendorong agar ke depan buku ini dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
Sementara itu, penulis Kamus Ilmiah Bahasa Mbay, Muhamad Amin Daeng Matiro, menegaskan bahwa penyerahan kamus ini bukan sekadar distribusi buku, melainkan bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun kesadaran budaya melalui pendidikan.
“Kamus Ilmiah Bahasa Mbay disusun sebagai bentuk dokumentasi dan pewarisan pengetahuan bahasa secara sistematis. Sekolah menjadi ruang strategis untuk memastikan bahasa tetap hidup dan digunakan oleh generasi muda,” jelasnya.
Penyerahan kamus ini diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran di MTs-S An-Nahl Nangaroro serta memperkuat peran sekolah dalam pelestarian bahasa dan budaya lokal di Kabupaten Nagekeo.
