FAH UIN Alauddin Terima 517 Maba, Satu Asal United Kingdom

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar menggelar Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) tahun akademik (2021/2022).

Acara tersebut berlangsung  Via Zoom Meeting dan juga secara offline yg dipusatkan di gd. LT Fakultas Kamis (26/08/2021).

Hadir secara offline adalah para Wakil Dekan, para Kajur dan Sekjur, dan perwakilan dari Lembaga Kemahasiswaan yang terlibat dalam kepanitiaan PBAK FAH tahun 2021.

- Iklan -

Sebanyak 517 Mahasiswa Baru (Maba) yang hadir secara virtual dalam PBAK itu, satu diantaranya merupakan Mahasiswi asal United Kingdom. Ia adalah Ms Emma Mahasiswi pada Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris (BSI).

Dekan FAH Dr Hasyim Hadade M Ag dalam sambutannya, menyampaikan selamat datang kepada seluruh Mahasiswa baru 2021 di kampus peradaban UIN Alauddin dan selamat bergabung menjadi keluarga besar di Fakultas Adab dan humaniora terkhusus pada Ms Emma asal United Kingdom.

Baca Juga:  Senyum Sehat dan Ceria di Tengah Tumpukan: Fakultas Vokasi Unhas Sukses Selenggarakan Bina Desa di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Antang

“Terima kasih sekali lagi saya sampaikan ini menjadi keistimewaan, kehormatan tersendiri sendiri sekaligus menjadi distingsi PBAK tahun ini bahwa  di FAH mendapatkan satu mahasiswa asal United Kingdom untuk sama sama belajar,” ujar Pria kelahiran Soppeng itu.

- Iklan -

Ia menambahkan bahwa PBAK tahun ini juga menghadirkan narasumber sekaligus motivator dari alumni FAH sendiri yang sekarang sedang mengambil program doktor di Belanda. Ia adalah Syahrul Rahman alumni BSI tahun2014.

Lebih lanjut, Ia membeberkan berbagai tantangan masa depan yg bakal dihadapi Mahasiswa nantinya yang berbeda dengan tantangan yang dihadapi sekarang ini. Akibat dari akselerasi percepatan teknologi informasi.

Namun tantangan itu, kata Mantan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Sains dan Teknologi itu, fakultas Adab sdh berusaha melakukan langkah-langkah antisipatif merespon tuntutan zaman antara lain dg melakukan Reviuw kurikulum dan Pemetaan Mata Kuliah berbasis MBKM.

- Iklan -

“FAH telah melakukan kerja kerja produktif merespon tuntutan zaman yang akan dihadapi dimasa yang akan datang.

Baca Juga:  Pembukaan Pekan Ilmiah dan Olarahraga HMJ-EI gelar Seminar Nasional dengan Tema "Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045: Generasi Muda Harus Apa?"

Dua hari yang lalu kita sudah melakukan review kurikulum berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dg menghadirkan narasumber yang berkaliber dr berbagai perguruan tinggi, termasuk stakeholder dr berbagai instansi. Ini salah bukti bahwa Fak. Adab sangat responsif terhadap perubahan zaman” ujarnya.

Terakhir, Ia menegaskan bahwa kampus dg segala kebebabsan Akademiknya harus mampu mengubah mindset Mahasiswa dg melakukan hijrah intelegensi dari intelegensi rasional dan digital ke intelegensi spritual. Menurutnya,  Intelegensi spritual itu yg dibina UIN Alauddin, khususnya FAH. Mahasiswa dibina memiliki kebebasan akademik yang senantiasa terkontrol dengan kecerdasan spiritual.

“Mudah mudahan setelah menjadi mahasiswa bisa menyeimbangkan intelegensi rasional dengan intelgensi spritual agar tidak menjadi manusia humanis sekuler tapi mampu melahirkan manusia Rabbani yang sukses dunia juga mendapatkan keselamatan di akhirat,” pungkasnya.

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU