- Advertisement -

Isu Penculikan Anak Santer di Medsos, Begini Tanggapan Polres Bone

Belakangan ini masyarakat Bone diresahkan isu penculikan terhadap anak di Bone yang santer beredar di media sosial, Kasubsi PIDM Sihumas Polres Bone Iptu Rayendra menegaskan agar masyarakat jangan mudah percaya sebelum memastikan kebenaran informasi yang diterima.

Lebih lanjut Ray sapaan akrab Iptu Rayendra Muktar mengatakan, penyebaran informasi tak selalu benar adanya, bahkan tak sedikit justru menjurus ke berita hoax. Ia mengingatkan agar tidak mudah percaya informasi yang tidak jelas.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Jangan dengan mudah percaya dengan isu yang berkembang sebelum temukan fakta, seperti isu penculikan,” ujarnya, Rabu (18/1/2023).

Untuk itu, kata dia, masyarakat terutama para pengguna media sosial diwanti-wanti agar tidak menelan langsung informasi yang didapat, terlebih bila belum jelas kebenarannya.

Beberapa hari ini, masyarakat diresahkan dengan adanya beberapa isu adanya kasus penculikan terhadap anak. Padahal, informasi tersebut belum jelas kebenarannya hingga menyebar luas di masyarakat.

BACA JUGA:  Terima Rombongan Dinas ESDM, Bupati Luwu Timur Minta Izin Usaha Pertambangan Dipermudah
-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Apalagi, sebelumnya masyarakat Bone juga sempat dihebohkan dengan adanya isu anak yang hendak digendong dan ingin dimasukkan ke dalam mobil yang sementara ini kami masih mendalaminya .

Kendati begitu, kata Rayendra, langkah antisipasi oleh semua pihak sangat diperlukan terutama dalam menjaga anak-anaknya. Dengan membekali, mengajarkan dan mengingatkan anak untuk tidak mudah terpengaruh dengan orang yang tidak dikenal.

Selain itu, mengajarkan anak menolak ajakan orang tak dikenal, melindungi dan mengawasi anak ketika bermain di luar rumah, Jauhkan anak dari penggunaan barang-barang mewah yang mencolok.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jika di tempat ramai, ingatkan anak untuk tidak memisahkan diri dari orangtua atau keluarga terdekatnya, jika di sekolah agar ajari anak menunggu jemputan di dalam area sekolah sebelum orang tua datang menjemput, dan jika kondisi terpaksa, ajari anak berteriak memanggil orang lain atau menangis bertujuan menarik perhatian orang sekitar untuk membantu.

BACA JUGA:  HIMAGRIN Bone Gelar Dialog Peluang-Tantangan Budidaya Perikanan

Ia juga menegaskan, hingga saat ini tetap aman dan tidak ditemukan adanya laporan kasus penculikan dalam wilayah hukum Polres Bone.

“Masyarakat tidak perlu resah yang berlebihan. Hal itu justru akan menimbulkan keresahan dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, mari jaga keluarga kita,” pintanya.

Namun, Rayendra juga meminta kepada masyarakat agar tidak langsung mempercayai sebuah informasi yang diterima. Akan tetapi, perlu juga ditelusuri kebenarannya.

“Paling tidak di kroscek dulu jangan langsung diterima mentah-mentah. Apabila ragu, segera melaporkan ke Bhabinkamtibmas, Polsek atau Polres,” tandasnya.*

Bagikan

REKOMENDASI UNTUK ANDA
- Advertisment -

POPULER: