Selasa, Januari 19, 2021

Jurnal MKMI FKM Unhas Lakukan FGD Menuju Jurnal Terindex Scopus

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Jurnal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia (MKMI) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka mempersiapkan MKMI untuk teeindex scopus.

Kegiatan yang dilakukan selama dua hari 21-22 November 2020 itu, bekerjasama dengan Publication Management Center (PMC) Unhas dan dihadiri oleh seluruh tim redaksi MKMI unhas .

Dr. Ida Leida, SKM., MKM., M.Sc.PH sebagai Editor in chief Jurnal MKMI menyampaikan bahwa: “Saat ini Jurnal MKMI sudah sejak 2014 terakreditas Sinta-2 dan sejauh ini belum ada jurnal di bidang Kesehatan Masyarakat yang terindeks scopus.”

Oleh karena itu, Ida Leida dan Indra Dwinata sebagi wakil editor memandang perlu dilakukan upgrading agar dapat terindeks scopus.

Kegitan ini  di support oleh WCU  Unhas dan di harapan dapat mempercepat diseminasi hasil riset di bidang Kesmas sehingga dapat meningkatkan riset impact, baik bagi masyarakat, industri maupun universitas,  Selain itu kegiatan ini dapat mendukung Unhas untuk masuk dalam World Class University.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset dan Inovasi FKM Unhas.

Dalam sambutannya Ansariadi, SKM., M.Sc.PH., Ph.D menyampaikan bahwa: “Jurnal MKMI merupakan jurnal yang memiliki kapasitas dalam melakukan pengembangan ke arah terindeksi scopus. Hal ini dapat dilihat bahwa sejauh ini Jurnal MKMI di bawah pimpinan bu Ida dan tim yang kuat,  senantiasa mampu mempertahankan kualitasnya yang telah terakreditasi Sinta-2.”

“Oleh karena itu, selaku pimpinan fakultas akan sangat mendukung kegiatan ini. Harapan kami tentunya dengan jurnal MKMI terindeks scopus maka dapat mendorong dan meningkatkan FKM dalam bidang riset,” harapnya.

Kegiatan upgrading  ini dikawal oleh para narasumber dari PMC yaitu Ir. Muhammad Arsyad, SP., M.Si., Ph.D (Ketua PMC Unhas), Dr. forest. Muhammad Alif K.S., S.Hut., dan Ir. Andi Dirpan, STP., M.Si., Ph.D.   M.Si, Ahsan Yunus, SH., MH, Tahir Sapsal, STP., M.Si.

Kegiatan dimulai dari bedah jurnal MKMI dan standarisasi untuk syarat minimal terindeks scopus yang mencakup : aims and scope, standing of editor, proses peer review , hasil penilaian narasumber Alif dan Arsyad pada  jurnal MKMI,  maka  jurnal tersebut sudah sangat layak untuk bisa di-upgrade menjadi jurnal  terindex scopus.

Hal ini dapat dilihat melalui sitasi artikel yang diterbitkan di Jurnal MKMI  dan berpa indikator lain secara keseluruhan, sehingga Jurnal MKMI dapat berproses ke tahap pengajuan indeksing jurnal.

Dengan melakukan beberapa persiapan seperti pengaturan tampilan Online Journal System (OJS) dan  segera mempersiapkan  manusrip untuk dua issue submission ke scopus.

Harapan ida Leida Jurnal MKMI semoga  tahun depan  Jurnal MKMI dapat terindex scopus.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sah! STIE Nobel Jalin Kerja Sama dengan PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda)

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia Makassar sepakat melaksanakan kerja sama dengan PT. Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), senin 18...

Jasa Raharja Peduli Sasar Masyarakat Terdampak Covid-19 di Empat Lokasi Ini

FAJARPENDIDIKAN.co.id- PT. Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan mengadakan giat pembagian sembako dengan mengusung tema “Pegawai dan Manajemen Jasa Raharja Berbagi Bantuan Donasi...

Peduli Gempa Sulbar, Sekolah Islam Athirah Galang Donasi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah melalui Tim Athirah Peduli melakukan penggalangan donasi untuk korban terdampak gempa Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat,...

PBB Terbitkan Laporan Demografi; Populasi Laki-Laki Jauh Lebih Sedikit

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Baru-baru ini PBB menerbitkan laporang Demografi suku pertama 2019 yaitu manusia berjumlah 7.7 Milyar orang di planet bumi ini.

Opini : Potensi Unggul Generasi Terancam Demi Korporasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) bersama Google, Gojek, Tokopedia, dan Traveloka menyelenggarakan program Bangun Kualitas...

REKOMENDASI