Saturday, September 26, 2020

Kapal Perang Tangguh Penjelajah Samudera KRI Multatuli-561 Sambangi Dermaga Baru Lanal Kendari

FAJARPENDIDIKAN.co.id – KRI Multatuli – 561 kapal tertua kedua yang dimiliki TNI AL setelah KRI Dewaruci dan sudah berpengalaman dan teruji menjalajahi samudera sambangi dermaga baru Mako Lanal Kendari dalam rangka bekal ulang dan reparasi. Senin, (03/08/2020).

Kapal yang dibuat pada tahun 1961 di galangan Ishikawajima Harima, Tokyo, Jepang pada awalnya adalah kapal jenis tender kapal selam, namun seiring perkembangan jaman dialih fungsikan sebagai Kapal Markas Apung.
.
KRI Multatuli – 561 mempunyai berat dengan muatan penuh 6.741 ton, serta muatan kosong 3.220 ton. Dimensi kapal ini 111,35 x 16 x 6,98 meter, dan ditenagai 1 mesin diesel barmeister & wain – 1 shaft dengan 5500 bhp. Kecepatan maksimumnya 18,5 knot atau setara 34 km per jam. Kapal yang masuk dalam jajaran Satuan kapal Ampibi Komado Armada II ini diawaki oleh 96 personel, dan di komandani oleh Letkol Laut (P) Djawara H.T. Whimbo A. yang merupakan Perwira Lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1998.
.
Danlanal Kendari Kolonel Laut (P) Andike Sry Mutia S.Sos., mengatakan bahwa KRI Multatuli – 561 yang sedang melaksanakan Operasi di bawah kendali operasi Guskamla Koarmada III dan menjadi kapal markas. Dalam pelayaran ini onboard Komandan Guskamla Koarmada III Laksma TNI Taat Siswo Sunarto, S.E., M.Si. KRI Multatuli – 561 sandar di Kendari dalam rangka bekal ulang air tawar dan melaksanakan beberapa perbaikan sebelum melanjutkan operasi di Perairan Indonesia wilayah timur.

Hal ini merupakan tugas pokok Lanal Kendari dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri dari KRI, Marinir, Pesawat Udara, dan Pangkalan ) yaitu sebagai pangkalan dengan fungsi 5 R ( Rebased, Refuelling, Replenishment, Repair dan Rest serta Recreation ) bagi unsur-unsur TNI AL yang beroperasi di wilayah kerja Lanal Kendari.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Kampanye Germas di Era Pandemi Covid-19

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tim Promosi Kesehatan Puskesmas Bangkala Kabupaten Jeneponto dan Mahasiwa Magang Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat, melakukan kegiatan...

Terbaik di Indonesia Timur, Komitmen Pemda Barru dalam Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - 'Paritrana' adalah bahasa sansekerta yang bermakna perlindungan, Tidak banyak daerah yang memiliki progresivitas dalam memberikan perlindungan kepada Tenaga Kerja...

Bupati Suardi Sebut Keistimewaan Profesi Bidan di Muscab IBI Cabang Barru

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id -Musyawarah cabang ketujuh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Barru, digelar di Gedung Tower Kantor Bupati Barru dan dibuka oleh Bupati...

Kemenag Luncurkan Garda Kagum; Gerakan Pemberdayaan Komunitas Guru Madrasah

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kemenag Luncurkan Garda Kagum; Gerakan Pemberdayaan Komunitas Guru MadrasahPeluncuran Garda Kagum KemenagKab. Barru - Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan...

DPK Sulsel Gelar Bimtek Perpustakaan untuk Peningkatan Performance Pengelola Perpustakaan

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan Moh Hasan Sijaya, S.H., M.H membuka acara Bimbingan Teknis Perpustakaan Angkatan...

REKOMENDASI