Saturday, September 26, 2020

Kenalan Dengan Rapid Test Buatan Anak Bangsa, Akurasinya Hingga 96 Persen

Indonesia telah mampu memproduksi alat rapid test sendiri yang dinamakan RI-GHA.

FAJARPENDIDIKAN.co.id- Kini, dengan adanya RI-GHA Covid-19 Rapid Diagnostic Test IgG/IgM yang telah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan pada 19 Mei lalu, penuntasan pandemi diyakini bakal lebih cepat.

Ternyata, rapid test inovasi dalam negeri ini memiliki beberapa keunggulan mulai dari hasil tes hingga harga yang murah. Yuk, simak rangkuman fakta-fakta RI-GHA, rapid test buatan dalam negeri dihimpun dari suaracom.

Diinisiasi Dalam Waktu 2 Bulan

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN) Bambang Brodjonegoro menyatakan, butuh waktu 2 bulan saja bagi Kemenristek, khususnya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk menyusun prototipe hingga benar-benar memfinalkan produk tersebut, tentunya dengan bantuan mitra produksi.

Bekerjasama dengan 2 Mitra Usaha

Adapun saat ini, Kemenristek telah memiliki 2 mitra usaha produksi rapid test yaitu Hepatika Mataram dan Laboratorium Prodio. Ke depannya, pihaknya akan mencari mitra tambahan untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi RI-GHA.

“Apalagi tadi seperti yang disampaikan Pak Menko PMK, Pak Presiden sudah menginstruksikan untuk menyetop impor produk terkait Covid-19 yang bisa diproduksi di dalam negeri,” imbuh Bambang.

Hasil keluar 15 Menit

Bambang menyatakan, salah satu keunggulan RI-GHA ialah hasil tes keluar hanya dalam waktu 15 menit saja.

Akurasi tinggi

Tak cuma itu, alat rapid test ini memiliki desain yang lugas dan praktis serta dapat digunakan untuk menguji sampel darah kapiler, serum, plasma atau whole blood untuk mendeteksi OTG, ODP, PDP dan pasca infeksi.

Level spesifitasnya sendiri mencapai 96 persen dan level sensivitasnya mencapai 98 persen.

Harga Murah

Rapid test ini dijual per boks. Dengan rincian, 20 kaset tes cepat, 20 pipet tetes dan 1 botol buffer untuk 20 tes. Harganya disebutkan sebesar Rp 75 ribu per tes.

Bakal diproduksi 600 Ribu

Kemenrinstek menargetkan, pihaknya akan memproduksi 400 ribu rapid test kit bulan Agustus mendatang.

Hal itu dilakukan guna mempercepat pemenuhan kebutuhan rapid test dalam negeri. Adapun untuk bulan ini, produksi rapid test kit dalam negeri ditargetkan mencapai 200 ribu unit. “Besaran produksi kami target 200 ribu bulan ini, bulan depan 400 ribu,” kata Bambang. (*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Kampanye Germas di Era Pandemi Covid-19

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tim Promosi Kesehatan Puskesmas Bangkala Kabupaten Jeneponto dan Mahasiwa Magang Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat, melakukan kegiatan...

Terbaik di Indonesia Timur, Komitmen Pemda Barru dalam Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - 'Paritrana' adalah bahasa sansekerta yang bermakna perlindungan, Tidak banyak daerah yang memiliki progresivitas dalam memberikan perlindungan kepada Tenaga Kerja...

Bupati Suardi Sebut Keistimewaan Profesi Bidan di Muscab IBI Cabang Barru

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id -Musyawarah cabang ketujuh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Barru, digelar di Gedung Tower Kantor Bupati Barru dan dibuka oleh Bupati...

Kemenag Luncurkan Garda Kagum; Gerakan Pemberdayaan Komunitas Guru Madrasah

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kemenag Luncurkan Garda Kagum; Gerakan Pemberdayaan Komunitas Guru MadrasahPeluncuran Garda Kagum KemenagKab. Barru - Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan...

DPK Sulsel Gelar Bimtek Perpustakaan untuk Peningkatan Performance Pengelola Perpustakaan

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan Moh Hasan Sijaya, S.H., M.H membuka acara Bimbingan Teknis Perpustakaan Angkatan...

REKOMENDASI