Belasan Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Bone diundang ke Jakarta usai berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengapresiasi dan memberi reward kepada para Kepsek berupa biaya tiket pesawat PP ke Jakarta.
Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman – Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin terus kerkomitmen dalam pembangunan lingkungan berkelanjutan kembali membuahkan prestasi membanggakan.
Setelah sebelumnya menerima apresiasi nasional sebagai Pembina Program Kampung Iklim (Proklim), Bupati Bone Asman Sulaiman kembali mengantarkan daerahnya mencatat sejarah baru di sektor pendidikan melalui Program Adiwiyata.
Kini sebanyak 15 sekolah di Kabupaten Bone berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional Tahun 2025 dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Penyerahan penghargaan dalam seremoni resmi di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
“Alhamdulillah ini apresiasi yang luar biasa, tidak mudah untuk mendapatkan predikat sebagai sekolah adywiyata, ada banyak kriteria yang harus dipenuhi. Kami juga berterima kasih kepada Bupati Bone yang telah memberikan apresiasi dan reward kepada para Kepsek yang mendapatkan penghargaan ini, berupa biaya tiket pesawat PP ke Jakarta, “ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam
Diberitakan sebelumnya, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa capaian ini merupakan wujud nyata konsistensi visi pembangunan Bone yang berlandaskan prinsip Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan, khususnya dalam memprioritaskan sektor lingkungan.
“Adiwiyata adalah investasi strategis untuk membentuk karakter masyarakat Bone yang peduli lingkungan dan berbudaya bersih di masa depan,” ujar Bupati Bone.
Program Adiwiyata di Bone berfokus pada penguatan praktik pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui pembiasaan dan kegiatan edukasi langsung di sekolah. Sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik didaur ulang sebagai produk ramah lingkungan.
Bupati menegaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari dukungan kebijakan daerah yang mendorong penerapan empat komponen inti Adiwiyata: kebijakan sekolah peduli lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan partisipatif, serta sarana dan prasarana ramah lingkungan.
Adapun sekaolah yang meraih penghargaan Adiwiyata yakni SDN 23 Jeppe’e, SMAN 13 Bone, SD Inpres 10/73 Bajoe, SD Inpres 12/79 Jeppe’e, SD Inpres 5/81 Passippo, SDN 22 Jeppe’e, SDN 27 Passippo, SDN 162 Poleonro, SDN 41 Mallari, SDN 10 Manurunge, SMPN 1 Barebbo, SMPN 2 Sibulue, SMPN 1 Watampone, dan SMPN 7 Watampone.
