- Advertisement -

Keutamaan Selalu Menjaga Wudhu, Amalkan Kapan Saja

Ada keutamaan jika seseorang terus menerus dalam keadaan sudi atau berwudhu. Yaitu tatkala wudhu batal, kemudian kembali berwudhu lagi.

Keadaan seperti itu akan muda bagi kita untuk melakukan ibadah. Kala ingin membaca Al-Qur’an dan memegang mushaf, maka bisa langsung membaca. Kala ingin laksanakan shalat sunnah, maka dengan muda pula bisa melakukannya. Inilah yang didapat dari orang yang selalu menjaga wudhu.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keutamaan orang yang selalu menjaga wudhu disebutkan dalam hadist berikut, tentang Bilal, yang disebutkan bahwa, suara sandal beliau sudah terdengar di surga. Dari Abu Buraidah, Rasulullah SAW di pagi hari memanggil Bilal, lalu berkata :

BACA JUGA:  Renungan Harian Katolik Rabu 25 Januari 2023: Makna Kehidupan dan Spiritualitas Kristen

“Wahai Bilal, kenapa Engkau mendahuluiku masuk Surga ? Aku tidaklah masuk surga sama sekali melainkan aku mendengar suara sandalmu di hadapanku. Aku memasuki surga di malam hari dan aku dengan suara sandalmu di hadapanku.

Bilal Menjawab :

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Wahai Rasulullah, aku biasa tidak meninggalkan shalat dua rakaat sedikitpun. Setiap kali aku berhadats, aku lantas berwudhu dan aku membebani diriku dengan shalat dua rakaat, setelah itu. (HR.Tirmizi no.3689 dan hmad 5 : 354. Al Hafizh Abu Thohir, mengatakan, sanad hadist tersebut hasan).

BACA JUGA:  Renungan Harian Kristen, Rabu 11 Januari 2023: Ketaatan kepada Allah

Syaikh Abu Malik dalam Fiqhus Sunnah Lin Nisaa (hal 49) menyatakan, di sunnahkan berwudhu seyiap kali wudhu tersebut batal karena adanya hadats.

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan; Di sunnahkan menjaga wudhu atau diri dalam keadaan suci. Termasuk juga kala tidur dalam keadaan suci’’. (Kitab Matan Al Idhoh, hal 20). (p/wa/ana)

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

 

Bagikan

REKOMENDASI UNTUK ANDA
- Advertisment -

POPULER: