Sabtu, Januari 23, 2021

Komlab PGSD FIP UNM “Goes To School” Ajak Murid SD Muhammadiyah 3 Peduli Lingkungan

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Komunitas Laboratorium (Komlab) Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kegiatan “Komlab Goes To School” di SD Muhammadiyah 3 Makassar, Jl. Urip Sumoharjo, Kamis, 23 Januari 2020.

Summiati selaku Ketua Umum Komlab  mengungkapkan kegitan Komlab Goes To School merupakan kegitan rutin yang digelar sebagai inspirasi gerakan sosial peduli pendidikan yang bertujuan untuk berbagi pengalaman belajar dan bermain meningkatkan potensi dan kreativitas siswa.

“ini menjadi kegiatan rutin yang kami lakukan, sebagai gerakan peduli pendidikan yang bertujuan untuk berbagi pengalaman belajar dan bermain meningkatkan potensi dan kreativitas siswa” ungkap Summiati.

Kali ini Komlab Goes To School mengangkat tema “Peduli Lingkungan menuju Generasi Cerdas Bebas Sampah” yang disusun menjadi beberapa item kegiatan baik dalam penyajian materi dan games yakni, materi pentingnya menjaga lingkungan, drama pentingnya menjaga lingkungan, games pilah sampah, crafting roket air, dan mewarnai pop up.

“Ada beberapa item kegiatan yang kami buat untuk mengajak dan memperkenalkan kepada siswa SD sejak dini dalam menjaga lingkungan yang kemudian kami buat dalam beberapa bentuk kegiatan pembelajaran yang menyenangkan,” jelas ketua panitia Komlab Goes To School, Faris Eka Surya Dinata.

Sementara itu, Ema Suryani Sahabudin selaku Dosen Pembina berharap apa yang dilakukan mahasiswanya merupakan bagian dari bentuk aplikasi pengetahun yang ia dapatkan selama di bangku kuliah, sehingga dapat memberikan pengalaman mengajar dan mendesain proses pembelajaran semenarik mungkin.

“Ini mejadi ruang mahasiswa kami untuk mengaplikasikan ilmu yang ia dapatkan, selain menjadi gerakan sosial untuk berbagi, kami juga berharap, mahasiswa kami dapat mendesain suatu proses pembelajaran yang aktif dan kolaboratif dan menyenangkan,” harapnya. (FP)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Unhas Kembali Salurkan Satu Ton Ayam Palekko dan Telur Untuk Korban Gempa Sulbar

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Fakultas Peternakan bekerjasama dengan PT. Charoen Pokphand kembali menyalurkan donasi berupa satu ton olahan ayam palekko...

Mahasiswa PBL Posko 9 Ujung Tanah FKM Unhas Gelar Penyuluhan Prokes dan Swab Test

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Salah satu rangkaian kegiatan PBL II FKM Unhas yakni melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Aula Kantor Kelurahan Ujung Tanah, Kecamatan...

Usai Dilantik, Ketua OPDIS SD Islam Athirah 2 Makassar Ucapkan Terima Kasih

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - SD Islam Athirah 2 Makassar menggelar pelantikan Organisasi Peserta Didik Intra Sekolah (OPDIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK)...

SMAN 3 Wajo Raih Segudang Prestasi di Masa Pandemi Covid-19

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Menggantung asa dan pantang menyerah demi prestasi adalah keniscayaan. Inilah sebuah kalimat yang patut diberikan kepada segenap civitas akademi SMA...

Peduli, SMAN 15 Bone Galang Bantuan untuk Korban Gempa Sulbar

Bone, FAJARPRNDIDIKAN.co.id- Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang dilanda bencana, SMAN 15 Bone menggalang bantuan untuk korban gempa Sulawesi Barat (Sulbar). Bantuan...

REKOMENDASI