Lego-lego Institute Makassar; Lahir dari Sebuah Keresahan

FAJAR Pendidikan

Populer

Kepedulian terhadap dunia pendidikan Indonesia merambah banyak kalangan, termasuk anak muda. Sekarang ini, ada banyak komunitas yang fokus kegiatannya pada pendidikan. Salah satunya adalah komunitas Lego-lego Institute Makassar.

Sebagai komunitas yang peduli akan pendidikan bagi anak jalanan dan ingin mengabdikan diri untuk turut berperan dalam dunia pendidikan di Indonesia, hal inilah sangat diinginkan kalangan anak muda di komunitas Lego-lego Institute Makassar. Komunitas yang bergerak di bidang seni, sosial dan edukasi ini hadir di tengah-tengah masyarakat untuk saling berbagi dan peduli antarsesama.

- Advertisement -

Ketua Umum Komunitas Lego-lego Institute Makassar, Aswar Sulvikar Parajai
menjelaskan, dengan melihat dan mengingat akan pendidikan, kesehatan dan kesenian sangat menarik untuk diketahui oleh khalayak umum. Maka dari itu, terciptalah pemikiran untuk membentuk komunitas ini, dengan tujuan sebagai wadah untuk berpartisipasi secara nyata.

“Mengabdikan diri dalam proses pembangunan bangsa berdasarkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip keilmuan dalam membawa tiga visi utama, yaitu Pendidikan, Kesehatan dan Kesenian dengan tujuan untuk berpartisipasi ke masyarakat yang lebih nyata,” ujar Aswar kepada FAJAR PENDIDIKAN.

Komunitas ini memiliki tiga divisi, yakni Divisi Kesehatan (Kampung Medis), Divisi Pendidikan (KPMP), dan Divisi Seni (Pa’rimpungang Seni).

Aswar mengatakan, komunitas ini lahir dari keresahan keanggotanya yang menilai masih adanya ketimpangan sosial dan kemanusiaan terhadap anak jalanan di wilayah perkotaan Makassar.

“Kami membentuk Komunitas ini untuk mengimbau para generasi bangsa Indonesia turut ikut berpartisipasi dan memberikan dukungan untuk masyarakat yang membutuhkan, baik dari segi pendidikan, kesehatan dan seni, dengan berbagai kegiatan dengan lebih berfokus kepada pendampingan sosial dan pendidikan bagi anak-anak jalanan,” terangnya.

BACA JUGA :   Komunitas 1000 Guru, Traveling Sambil Menabur Kebaikan

Volunter (sukarelawan) Lego-lego Institute ini terdiri dari kalangan mahasiswa dan karyawan swasta.

Program Divisi

Program-program Lego-Lego Institute ini memiliki agenda sesuai dengan divisi utamanya, yaitu dari segi Divisi Kesehatan, Divisi Pendidikan, dan Divisi kesenian. Untuk Divisi Kesehatan, komunitas Lego-lego Institute ini melakukan edukasi dan pemeriksaan kesehatan di berbagai tempat di Kota Makassar (khususnya di kampung kumuh).

“Dari Divisi Kesehatan, kami melakukan edukasi dan pemeriksaan di daerah Kabupaten Bulukumba, Jeneponto, Pinrang dan Bone. Agenda selanjutnya di Kabupaten Sinjai. Kami mengajarkan untuk usia dini menjaga kesehatan, seperti praktik cuci tangan dan sikat gigi yang benar,” ucap Anwar, Ketua Umum Komunitas Lego-lego Institute.

Dari Divisi Pendidikan, lanjut Anwar, pihaknya mengajarkan beberapa anak yang putus sekolah dan membuka lapak baca secara gratis. Divisi Kesenian melakukan pementasan seni dengan mengajak anak-anak jalanan atau lembaga kesenian kampung.

Terpisah, Pendiri Komunitas Lego-lego Institute, Abd Fajar M mengaku, dirinya berupaya memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan masyarakat kurang mampu dan memberdayakan generasi muda intelektual untuk ikut berperan aktif.

“Dengan upaya kami untuk mencerdaskan generasi anak bangsa, kita berupaya untuk memperjuangkan serta mengabdi dan mendidik dan mencerdaskan generasi bangsa yang kurang mampu dengan berbagai cara yang kreatif dan inovatif,” tuturnya.

BACA JUGA :   Komunitas 1000 Guru, Traveling Sambil Menabur Kebaikan

Jalin Kerja Sama

Lego-lego Institute juga bekerja sama PMI (Palang Merah Indonesia) dalam bentuk kegiatan Donor Darah. Tidak hanya itu, mereka juga bekerja sama perusahaan swasta dalam pelaksanaan program CSR (Corporate Social Responsibility) untuk berbagi beras kepada tukang bersih jalanan.

Abd Fajar M selaku pendiri komunitas mengatakan, “Kami bekerja sama PMI sebagai bentuk kepedulian anggota dan masyarakat terhadap saudara-saudara kita yang membutuhkan.”

“Oleh karena itu, setetes saja darah dari pendonor menjadi sangat berarti, baik bagi pendonor, maupun bagi kepentingan dan keselamatan sesama yang membutuhkan,” tutur Abd Fajar.

Komunitas ini juga membangun jaringan lokal, nasional dan internasional untuk mengumpulkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Baik moril maupun materil yang akan dipergunakan untuk memenuhi fasilitas pendidikan untuk anak-anak binaan Lego-lego Institute dengan utuh dan menyeluruh.

VisiMisi

Komunitas Lego-lego ini memiliki visi dan misi, yaitu meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan wawasan anggota di bidang Kesehatan, Pendidikan dan Kesenian. Memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan masyarakat kurang mampu.

Memberdayakan generasi muda intelektual untuk ikut berperan aktif memperjuangkan serta mengabdi untuk mendidik dan mencerdaskan generasi bangsa yang kurang mampu dengan berbagai cara yang kreatif dan inovatif.

Mengefektifkan kepedulian anggota dan masyarakat terhadap saudara-saudara yang kekurangan, anak yatim piatu dan korban bencana alam. Serta mengaktifkan Kampung Binaan di wilayah pinggiran kota atau perkampungan kumuh. (*)

- Advertisement -