Saturday, October 24, 2020

Korcab VI DJA II Kembangkan Kreativitas Dengan Pelatihan Membatik

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Masa Pandemi Covid-19 masih sementara berlangsung dan bukan berarti menjadi hambatan untuk mengembangkan kreativitas bagi masyarakat untuk bisa membuka peluang yang baru dalam meningkatkan taraf perekonomian mandiri.

Hal tersebut menjadi dasar oleh Korcab VI Daerah Jalasenastri Armada II (DJA II) untuk menggelar pelatihan membatik yang berlangsung di Gedung Martadinata (Naval Museum) Mako Lantamal VI yang dipimpin langsung oleh Ketua Korcab VI DJA II Ny. Erna Benny Sukandari yang diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota Korcab VI DJA II, Jum’at (16/10/2020).

Ny. Erna menyampaikan bahwa pelatihan membatik yang dilaksanakan ini adalah salah satu upaya untuk melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia, untuk itu perlu ditanamkan kecintaan pada seni budaya, salah satunya adalah dengan memberikan pengenalan maupun pelatihan membatik kepada ibu-ibu anggota Korcab VI DJA II di Makassar.

“Tentu saja harus dengan pengarahan dari ahli membatik yang sudah professional dan berpengalaman, oleh karena itu kami mengundang pembimbing dari luar yaitu Ibu Andi Aisha Jeanny sekaligus pemilik dari Sanggar Batik Balla’ Sari yang khusus membatik dengan konsep mengangkat ciri khas daerah Sulawesi Selatan”, ujarnya.

“Dalam pelatihan membatik ini, para peserta ditantang membuat kain batik dengan kreasi sendiri namun sedapat mungkin menjadi batik khusus sesuai dengan sosial budaya Khas Sulawesi Selatan”, tambahnya.

Ketua Korcab VI DJA II juga mengungkapkan bahwa membatik juga merupakan peluang bagi para anggota Korcab VI DJA II untuk membuka wirausaha baru, sehingga bisa membantu taraf perekonomian secara mandiri dari rumah sendiri di masa Pandemi Covid-19 sekarang ini.

“Kami melaksanakan pelatihan ini juga atas dasar anjuran dari Ketua Umum Jalasenastri Ibu Vero Yudo Margono yang mengatakan bahwa Istri Prajurit harus mampu menciptakan ekonomi kreatif dari rumah dalam situasi Pandemi Covid-19 saat ini, sehingga diharapkan bisa meningkatkan perekonomian keluarga,” ungkap Ny. Erna.

Pelaksanaan pun berjalan dengan tetap menjalakan protokol kesehatan agar semakin menekan penyebaran Covid-19 di Kota Makassar.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Gandeng Dewan Pers, RSPP, dan Pertamina Berikan Tes Swab PCR Gratis 105 Insan Media

Jakarta, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Dengan menggandeng Dewan Pers, Pertamina memberikan pelayanan tes usap polymerase chain reaction (PCR) gratis kepada 105 insan media. Pelaksanaan tes...

Pramuka Saka Bahari Makassar Sambut Danlantamal VI Dengan Tiupan Pluit Khas TNI AL

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Anak – anak Pramuka Saka Bahari Makassar sambut kedatangan Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Danlantamal VI ) Laksamana...

Wujudkan Kedokteran yang Berkeadilan, PSPD FKIK UIN Alauddin Miliki Jalur Afirmasi Agama dan Ekonomi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan  (PSPD FKIK) UIN Alauddin Makassar telah resmi menerima mahasiswa baru sejak...

OPINI : The Real Impostor Negara Dan Suara Masyarakat

FAJARPEBDIDIKAN.co.id - Awal mulanya Omnibus Law menyuarakan tentang kenaikan gaji,pengurangan jam kerja dan semakin banyaknya lapangan kerja. Padahal realitanya Omnibus law menjadi...

Vidcon Antisipasi Covid-19, Libur akhir Oktober

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir Oktober 2020, sebagaimana ditetapkan dalam Keppres no 17 tahun 2020...

REKOMENDASI