Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (UNHAS) melaksanakan program kerja individu berupa digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Desa Allaere, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Jumat (30/1).
Program tersebut dilaksanakan oleh Andi Nurzahra Khaerunnisa B, mahasiswa Jurusan Agribisnis angkatan 2023, sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan transformasi digital di tingkat desa. Kegiatan ini bertujuan membantu pelaku UMKM dalam mengadopsi sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS.
Melalui penggunaan QRIS, pelaku usaha diharapkan dapat mempermudah proses transaksi, meningkatkan kenyamanan pelanggan, serta memperluas jangkauan pasar. Sistem pembayaran digital ini juga dinilai mampu meningkatkan daya saing UMKM di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T memberikan pendampingan langsung kepada pemilik usaha, mulai dari pembuatan akun QRIS, pengisian data usaha, hingga praktik penggunaan kode QR dalam simulasi transaksi. Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab terkait manfaat dan kendala penggunaan sistem pembayaran digital.
Andi Nurzahra Khaerunnisa B selaku pelaksana program menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital pelaku UMKM agar lebih siap menghadapi perubahan pola transaksi di era modern.
“Dengan memiliki QRIS, pelaku UMKM tidak hanya memudahkan pelanggan dalam bertransaksi, tetapi juga membuka peluang untuk menerima pembayaran digital yang semakin diminati masyarakat,” ujarnya.
Para pelaku usaha di Desa Allaere menyambut baik program tersebut. Mereka menilai pendampingan pembuatan QRIS sangat membantu dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha serta mempercepat pelayanan kepada pelanggan yang menginginkan transaksi non-tunai.
Program digitalisasi UMKM ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku usaha di Desa Allaere untuk memanfaatkan teknologi secara lebih luas dalam kegiatan bisnis mereka. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
