Mahasiswa Magang Unhas Ikut Kegiatan Orientasi KAP Dalam Pencegahan Stunting

Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur khususnya Bidang Kesehatan Masyarakat bersama dengan mahasiswa magang Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP), Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) mengadakan kegiatan Orientasi Komunikasi Antar Pribadi (KAP) Dalam Pencegahan Stunting di Kabupaten Luwu Timur selama 4 hari pada tanggal 18-21 Oktober 2022 bertempat di Hotel I Lagaligo.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petugas kesehatan (promotor kesehatan & nutrisionis) dalam memberikan edukasi pencegahan stunting kepada masyarakat & kelompok rentan.

- Advertisement -

Saat ini, angka stunting di Kabupaten Luwu Timur masih berada pada angka 19,9%, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penurunan angka stunting menjadi 14% di tahun 2024.

BACA JUGA :   Gelar Pelatihan Karya Tulis Ilmiah, HIMPOSEP FE UNM Hadirkan Penulis dari FLP
- Advertisement -

Pembukaan kegiatan orientasi KAP ini dibuka oleh Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, Andi Tulleng, SKM MKes.

Kegiatan di hadiri oleh 100 orang petugas kesehatan terdiri dari promosi kesehatan, petugas gizi, bidan, dan perawat.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dan pemateri dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Hasimah, SKM MKes, Nur Aisyah Abadi, SKM MKes dan Andi Haerani S. Hakim, SKM MKes.

Mahasiswa magang dari Universitas Hasanuddin yang turut hadir dalam kegiatan ini adalah Nadya Tri Wulandari Bahri dari departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP).

Sebelum materi diberikan peserta diberikan kuesioner pre dan post test berupa soal pengetahuan 20 nomor untuk menilai pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan orientasi KAP ini dilakukan.

BACA JUGA :   Unibos Kembali Menambah Prodi yang Terakreditasi Unggul

Kegiatan ini  sangat  mendukung untuk pencapaian SDGs nomor 2 yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi, serta mendorong pertanian yang berkelanjutan , serta SDGs no 6 yaitu menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan bagi semua orang.

“Kegiatan ini mempunyai manfaat sebagai Komunikasi Antar Pribadi dimana menjadikan peserta orientasi lebih mengenal diri sendiri dan terbuka pada orang lain, serta mengetahui cara menanggapi dan memprediksi sikap dan tindakan orang lain pada kita,” ucap Sekdis Dinas Kesehatan Luwu Timur Andi Tulleng.

Bagikan

REKOMENDASI UNTUK ANDA
- Advertisment -

POPULER: