Tuesday, July 7, 2020

Mahasiswa PGSD UNM Kunjungan Wisata Kebudayaan di Polewali Mandar

Polman, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar dari kelas BC61 melakukan studi wisatawan budaya di Polewali Mandar, 8 – 10  November 2019.

Dalam studi wisata budaya mahasiswa mengunjungi tempat pembuatan perahu sandeq Mandar, pengrajin ‘lipaq saqbe’, ziarah makam imam Lapeo dan menyaksikan acara kebudayaan saeyyang pattudu’, dan ziarah makam Tosalam di salabose.

Dosen pengakuh mata kuliah ‘perspektif global’ Hamzah Pagarra  mengungkapkan kegiatan tersebut bagian dari proses pelaksanaan mata kuliah dimana mahasiswa melakukan observasi dan berdiskusi secara langsung terhadap masyarakat yang ada di Polewali Mandar.

Mata kuliah ini berisi tentang segala sisi kehidupan manusia beserta isu-isu aktual yang dikaji, dianalisis dan dievaluasi melalui aspek-aspek kehidupan yaitu aspek sosial, ekonomi, politik, budaya, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

“kegiatan tersebut merupakan bagian dari mata kuliah untuk membangun persfektif mahasiswa dengan cara obsevasi kebudayaan secara langsung berdiskusi bersama masyarakat terhadap budaya dan kearifan lokal di Polewali mandar,” ungkapnya.

Lebih lanjut Hamzah berharap dari kegiatan ini mahasiswa diharapkan memiliki wawasan yang luas mengenai segala sisi kehidupan manusia yang dilihat dari sudut pandang atau perspektif secara global (mendunia).

“Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan memiliki wawasan yang luas mengenai segala sisi kehidupan manusia yang dilihat dari sudut pandang atau perspektif secara global (mendunia). Dari situlah mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan dan ketrampilannya pada kancah lokal atau dengan kata lain think globally at locally,” harapnya.

Sementara itu, ketua tingkat BC61 Riantika mengungkapkan, kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan pemahaman secara langsung yang ia dapatkan di masyarakat.

“Hal ini menjadi pengalaman baru bagi kami apalagi pada saat di tempat Tosala Imam Lapeo yang bertepatan dengan maulid nabi. Di kegiatan ini kami bisa berinteraksi secara langsung dan mendapatkan pengetahuan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dalam menindaklanjuti kegiatan tersebut Riantika dan teman-temannya akan menyusun laporan hasil observasi yang nantinya akan di buat dalam bentuk majalah. (RLS)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Tiga Peserta UTBK Berkebutuhan Khusus Ikut Ujian di UNM Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tiga peserta Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) dengan berkebutuhan khusus mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)...

Pendaftaran UMPTKIN 2020 Ditutup, UIN Alauddin Peringkat Pertama Kampus Paling Diminati

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2020 telah resmi ditutup pada Minggu (5/7/2020). Dari...

Pustakawan dan Organisasinya

REFLEKSI HUT IPI KE 47 | 7 JULI 1973 -  7 JULI 2020Oleh: Tulus Wulan Juni (Pustakawan Madya Dinas Perpustakaan Kota Makassar)

Dosen Unhas Segera Lakukan Rapid Test, Berikut Jadwalnya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Upaya melakukan pemutusan rantai penularan Covid-19, sebanyak 1.652 dosen Universitas Hasanuddin dari seluruh fakultas dan program studi akan segera...

Dear Mahasiswa, Ini Syarat Penerima Bantuan Keringanan Biaya Kuliah di Masa Pandemi

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Pemerintah mengeluarkan aturan keringanan uang kuliah tunggal bagi mahasiswa yang terkena dampak Covid-19. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun...

REKOMENDASI