ADV A1

Menengok Nasib Pendidikan Generasi Coronial

Penulis: Andi Abil Hasan Rivai

FAJAR Pendidikan

Mengulas pendidikan di Indonesia saat ini memang tak ada habis-habisnya. Terlebih di beberapa tahun terakhir ini, pendidikan di kala pandemi Covid-19 memperlihatkan kita situasi yang tidak karuan secara nyata, di tengah ketidakpastian dengan berbagai problematika pendidikan nasional yang semakin kompleks dari waktu ke waktu.

Pastinya semua tengah merasakan ditengah situasi yang melelahkan terkuras banyak pikiran, tenaga dan waktu bahkan mengganggu kesehatan mental atau psikis.

Aspek pendidikan ialah aspek yang amat penting untuk terus ditingkatkan. Sejauh ini pendidikan di Indonesia memiliki tujuan yang sangat mulia yang termaktub lewat Undang- Undang Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, disebutkan dalam Undang-Undang tersebut bahwa tujuan pendidikan di Indonesia ialah “Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Saat ini, sudah dua tahun lamanya pandemi Covid-19 melanda tanah air, semenjak kemunculan-nya dampak yang ditimbulkan akibat dari pandemi ini salah satunya adalah membuat metode pembelajaran di Indonesia yang semula dilakukan secara tatap muka dalam ruangan.

BACA JUGA :   Redupnya Semangat yang Berkualitas

Namun, kini proses pembelajaran itu seiring perjalanan masa pandemi berubah, kemudian mengacu pada transformasi digitalisasi sebagai alternatif dilakukannya Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ, dengan menggunakan platform-platform yang dapat menghubungkan satu sama lain secara daring demi keberlangsungan proses pembelajaran.

Kendati demikian, metode daring dengan pembelajaran jarak jauh tak sedikit yang merasa resah dengan metode pembelajaran tersebut.

Lantaran hambatan-hambatan yang ditemui seperti koneksi jaringan yang buruk, di sejumlah daerah masih banyak belum memiliki akses jaringan yang memadai.

Tak hanya sampai disitu, jejak pembelajaran saat ini juga telah mengalami sedikit peningkatan seiring perkembangan Covid-19 yang mulai melandai.

Kemudian diterapkan pembelajaran dengan metode blended learning dengan skema Pertemuan Tatap Muka atau PTM Terbatas, ada yang daring dan adapula yang luring dengan mematuhi anjuran protokol kesehatan.

Tetapi tetap juga terdapat banyak kendala dalam proses pelaksanaannya, yang paling menonjol adalah fasilitas yang belum memadai menjadi salah satu faktor penghambat.

Pembelajaran metode daring maupun luring seperti sekarang ini belum sepenuhnya efektif, di lihat dari masih banyaknya catatan kendala yang menjadi masalah, baik masalah internal maupun eksternal.

BACA JUGA :   Masa Pandemi Tingkatkan Kemalasan Siswa Berakibat Kurangnya Pemahaman Materi

Pada situasi ini saya menaruh perhatian khusus pada dunia pendidikan di Indonesia saat ini bahwa Ketidaksiapan menghadapi situasi pandemi Covid-19 berakibat pada nasib pendidikan generasi muda saat ini yang mengalami kemunduran kualitas pendidikan.

Tentunya ini menjadi refleksi bagi pemerintah bahwa perlunya dilakukan evaluasi setiap regulasi untuk mengkaji ulang permasalahan di berbagai lini yang kerap terjadi pada sistem pembelajaran di masa pandemi ini.

Jika tidak dibenahi, hal ini akan mempengaruhi nasib pendidikan nantinya. Mereka saat ini yang tengah menempuh pendidikan seharusnya memperoleh haknya sebagai warga negara dengan kualitas pendidikan yang layak.

Karena ini menyangkut masa depan bangsa, generasi muda saat ini adalah bibit yang akan tumbuh dan berkembang di masa depan sebagai pionir yang akan membawa kemajuan bagi bangsa dan negara.

Menengok fenomena sosial yang sedang terjadi dalam dunia pendidikan ini menjadi tantangan dan kesulitan yang dihadapi bersama.

Berakhirnya Covid-19 akan menjadi titik harapan bagi kebanyakan orang-orang setelah pandemi Covid-19.

Pasca pandemi, menjadi momentum pemulihan sistem pendidikan yang tidak terbatas oleh pandemi.

Dan tidak di pungkiri juga bahwa media digital dapat terus digunakan sebagai media pembelajaran nantinya.

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI