Sunday, July 5, 2020

Dimulai Agustus, Nadiem Larang Kuliah Tatap Muka Kecuali Ini

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan tahun akademik perguruan tinggi tetap dimulai pada bulan Agustus mendatang walau pandemi virus corona (Covid-19) belum bisa dipastikan mereda.

Kendati demikian, Nadiem menuturkan sistem pembelajaran atau perkuliahan tetap akan dilakukan secara online atau dalam jaringan (daring).

“Tahun akademik perguruan tinggi tetap bulan Agustus 2020, tetapi pembelajaran di perguruan tinggi di semua zona masih dilakukan secara daring, jadi masih online belum belajar tatap muka,” kata Nadiem dalam diskusi virtual, Senin (15/6).

Tahun akademiki tidak diundur karena Nadiem yakin perguruan tinggi mampu menjalankan sistem pembelajaran jarak jauh via internet. Lebih mampu ketimbang jenjang pendidikan menengah dan dasar.

Akan tetapi, ada kegiatan yang tetap boleh dilakukan tanpa harus via internet. Salah satunya kegiatan yang berhubungan dengan proses kelulusan mahasiswa yang sulit jika dilakukan via internet.

“Contoh penelitian di laboratorium untuk skripsi, tesis dan disertasi, biasanya ini small grup atau project individu, seperti tugas lab, praktikum, studio, bengkel dan hal-hal seperti ini yang butuh mesin, butuh perlatan dan lain-lain,” tuturnya.

Terkait aktivitas prioritas itu, kata Nadiem, masing-masing pimpinan perguruan tinggi diperbolehkan untuk mengizinkan mahasiswanya datang ke kampus.

Kebijakan itu diambil karena Kemendikbud tidak ingin mengorbankan mahasiswa yang akan lulus. Sebab, lanjutnya, hal itu justru berpotensi menciptakan masalah lain.

“Jadi masih tidak diperkenankan untuk melakukan kuliah tatap muka, tidak diperkenankan berbondong-bondong untuk mahasiswa masuk kampus, cuma buat indivial project yang khsusus prioritas untuk kelulusannya,” ujar Nadiem.

Diketahui, sejak virus corona mewabah, perkuliahan jenjang perguruan tinggi dilakukan via online atau internet. Kegiatan di kampus benar-benar dibatasi guna mencegah penularan virus corona.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Dituding Sebar Hoaks, Humas UIN Akan Laporkan Mahasiswa

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Humas UIN Alauddin Makassar membantah telah menyebarkan hoaks dalam rilis resmi yang beredar terkait pertemuan pimpinan dan lembaga kemahasiswaan, Rabu...

Di Gladak KRI Diponegoro-365, Danguspurla Koarmada II Serahkan Alkes Mabes TNI Kepada Danlantamal VI

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II Laksamana Pertama TNI Rahmat Eko Rahardjo, M.Tr. (Han), CHRMP., menyerahkan Alat Kesehatan...

Galakkan Operasi Aman Nusa, Yon C Pelopor Kelilingi Pusat Perbelanjaan

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Mengenakan pakaian seragam lengkap dengan senjata, regu Patroli Aman Nusa Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, tampak menyambangi dan...

OPINI : Tidak Sense of Crisis, Cacat Bawaan Pemerintah Kapitalistik

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri membuat kebijakan luar biasa (extraordinary) untuk menangani krisis akibat pandemi Covid-19. Jika para...

Pos TNI AL Torobulu Amankan Puluhan Gas Elpiji 3 Kg Bersubsidi Di Pelabuhan Penyeberangan

Konawe Selatan, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pos TNI AL (Posal) Torobulu jajaran Lanal Kendari berhasil amankan puluhan gas elpiji 3 Kg bersubsidi di Pelabuhan...

REKOMENDASI