Niat Puasa Rajab, Pahalanya Sebesar Ibadah 900 Tahun

Bacaan niat puasa Rajab, bisa dibaca malam dan siang hari. Berikut bacaan latin dan artinya.

FAJAR Pendidikan

Senin (14/2/2022) merupakan Ayyamul Bidh bulan Rajab. Berikut bacaan niat puasa sunnah Rajab dan keutamannya. Bulan Rajab termasuk ke dalam empat bulan mulia bagi umat Islam.

Hal ini menjadikan bulan Rajab sangat istimewa sehingga berbagai amalan yang dikerjakan di dalamnya juga memiliki kandungan nilai yang sangat tinggi, di antaranya puasa Rajab.

Bacaan niat puasa Rajab adalah doa yang dibaca untuk orang-orang yang melkasanakan puasa Rajab. Bagaimana doa niat puasa Rajab? Bolehkah dibaca tidak pada malam hari atau di keesokan harinya? Berikut penjelasan selengkapnya.

Salah satu amalan sunnah bulan Rajab adalah berpuasa. Sebagaimana dikutip NU Online, menurut Imam al-Ghazali (w. 1111 M), kesunnahan berpuasa lebih ditekankan pada hari-hari yang memiliki kemuliaan.

Ketentuan Puasa Rajab boleh dilakukan hanya beberapa hari saja. Tidak boleh selama satu bulan penuh.

Terkait hal ini, sebagian sahabat Nabi, lanjut al-Ghazali, memakruhkan puasa Rajab selama satu bulan penuh karena dianggap menyerupai puasa bulan Ramahan. Sebagai saran, puasa Rajab baiknya dilakukan saat bertepatan hari-hari utama agar pahalanya lebih besar. Seperti pada ayyâmul bidh (tanggal 13, 14, dan 15), hari Senin, hari Kamis, dan hari Jumat (al-Ghazali, Ihyâ ‘Ulumiddîn, juz 3, h. 432).

BACA JUGA :   Ini Kelender Liturgi Bulan Oktober 2022, Lengkap Bacaan Harian

Niat Puasa Rajab: Bacaan Latin dan Artinya

Waktu niat puasa Rajab adalah pada malam hari, yakni sejak terbenamnya matahari sampai terbit fajar. Berikut adalah lafal niatnya, demikian ditulis NU niat puasa rajab ke 3.

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah ta‘âlâ.”

Ketentuan Membaca Niat Puasa Rajab Siang Hari

Karena puasa Rajab merupakan puasa sunnah, maka bagi orang yang lupa niat pada malam hari, boleh niat siang harinya, yakni dari pagi hari sampai sebelum tergelincirnya matahari (waktu zuhur), selagi ia belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Berikut adalah lafal niat ketika siang hari:

BACA JUGA :   Renungan Harian Katolik, Sabtu 1 Oktober 2022: Jika Kamu Tidak Bertobat dan Menjadi Seperti Anak Kecil ini, Kamu Tidak akan Masuk ke dalam Kerajaan Surga

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri rajaba lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Rajab hari ini, sunnah karena Allah ta’âlâ.

Tanggal 1 Rajab 1443 H jatuh pada Kamis, 3 Februari 2022 M menurut Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Keputusan penentuan awal Rajab ini didasarkan pada laporan tim rukyat yang tidak melihat hilal di seluruh Indonesia pada Selasa 29 Jumadal Akhirah 1443 H /1 Februari 2022 M.

Bulan Rajab termasuk di antara bulan-bulan hijriah yang mulia dalam Islam. Amalan puasa yang dianjurkan pada Rajab adalah puasa-puasa sunah yang sudah lazim dikerjakan seperti bulan-bulan lainnya. Sebagai misal, puasa Senin dan Kamis, puasa Ayyamul Bidh (Hari-hari Putih), serta puasa Daud.

niat puasa rajab ke 3 dan niat puasa rajab ke 2022

 

Bagikan:

- Advertisment -
REKOMENDASI UNTUK ANDA