Beranda blog Halaman 18

Tren Taruhan Online di Indonesia dalam Beberapa Tahun Terakhir

0

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek
kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk dalam pola konsumsi hiburan daring. Dalam
beberapa tahun terakhir, aktivitas taruhan online mengalami peningkatan signifikan seiring
dengan pertumbuhan pengguna internet dan penetrasi smartphone yang semakin luas.
Fenomena ini tidak dapat dilepaskan dari transformasi digital yang mendorong masyarakat
untuk mengakses berbagai layanan secara cepat dan praktis melalui perangkat seluler.

Di tengah dinamika tersebut, berbagai platform bermunculan dan beradaptasi dengan
kebutuhan pengguna lokal. Salah satu nama yang kerap disebut dalam diskusi mengenai
platform internasional yang diakses dari Indonesia adalah dafabet indonesia, yang
mencerminkan bagaimana pasar domestik terhubung dengan ekosistem digital global.

Pertumbuhan Akses Internet dan Perangkat Mobile

Faktor utama yang mendorong tren taruhan online adalah meningkatnya akses internet di
berbagai wilayah. Harga smartphone yang semakin terjangkau serta ketersediaan paket
data dengan biaya relatif murah membuat masyarakat dari berbagai latar belakang sosial
ekonomi dapat terhubung ke dunia maya.

Mayoritas pengguna kini mengakses internet melalui perangkat mobile dibandingkan
komputer desktop. Pola ini berpengaruh langsung pada cara layanan taruhan online
dikembangkan. Platform cenderung mengutamakan desain yang responsif, navigasi
sederhana, dan waktu muat yang cepat agar dapat diakses dengan nyaman melalui layar
berukuran kecil.

Selain itu, kemudahan instalasi aplikasi serta sistem notifikasi real time turut meningkatkan intensitas interaksi pengguna dengan platform digital.

Perubahan Perilaku Konsumen Digital

Dalam beberapa tahun terakhir, perilaku konsumen digital Indonesia menunjukkan
kecenderungan mencari layanan yang instan dan efisien. Pengguna tidak lagi memiliki
toleransi tinggi terhadap proses yang lambat atau sistem yang rumit. Hal ini juga berlaku
dalam konteks taruhan online.

Transaksi yang cepat, proses pendaftaran yang ringkas, serta akses ke berbagai jenis
permainan dalam satu akun menjadi daya tarik utama. Integrasi metode pembayaran lokal
seperti dompet digital dan transfer bank berbasis aplikasi turut mempermudah proses
transaksi.

Di sisi lain, meningkatnya literasi digital membuat pengguna lebih selektif dalam memilih
platform. Ulasan daring, rekomendasi komunitas, dan reputasi merek menjadi pertimbangan penting sebelum membuat keputusan.

Pengaruh Media Sosial dan Komunitas Daring

Media sosial memainkan peran signifikan dalam membentuk tren digital di Indonesia. Informasi mengenai berbagai platform, promosi, maupun pengalaman pengguna menyebar dengan cepat melalui grup percakapan dan forum online. Interaksi ini menciptakan ekosistem diskusi yang memperkuat kesadaran publik terhadap keberadaan layanan taruhan online.

Komunitas daring juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan opini. Dinamika ini menunjukkan bahwa tren taruhan online tidak berkembang secara terpisah, melainkan terhubung erat dengan budaya digital yang lebih luas.

Inovasi Teknologi dan Keamanan

Seiring meningkatnya aktivitas daring, aspek keamanan menjadi perhatian utama. Platform taruhan online dalam beberapa tahun terakhir semakin menekankan penggunaan sistem enkripsi dan verifikasi berlapis untuk melindungi data pengguna. Teknologi ini dirancang untuk meminimalkan risiko kebocoran informasi serta meningkatkan rasa aman dalam bertransaksi.

Inovasi lain terlihat pada pengembangan fitur antarmuka yang lebih ramah pengguna. Desain minimalis, tata letak yang jelas, dan akses cepat ke layanan pelanggan menjadi standar baru dalam industri ini. Transformasi tersebut menunjukkan adanya persaingan yang mendorong peningkatan kualitas layanan.

Tantangan dan Perspektif Regulasi

Meskipun tren taruhan online mengalami peningkatan, isu regulasi tetap menjadi topik penting dalam diskusi publik. Pemerintah Indonesia memiliki kebijakan yang ketat terkait aktivitas perjudian, sehingga akses terhadap platform daring seringkali menghadapi pembatasan tertentu.

Situasi ini menciptakan dinamika tersendiri dalam perkembangan industri. Pengguna harus lebih berhati hati dalam memahami risiko serta aspek hukum yang berlaku. Diskursus mengenai regulasi juga mendorong perdebatan mengenai perlindungan konsumen dan pengawasan aktivitas digital.

Kesimpulan

Dalam beberapa tahun terakhir, tren taruhan online di Indonesia berkembang seiring dengan pertumbuhan teknologi digital dan perubahan perilaku masyarakat. Peningkatan akses internet, dominasi perangkat mobile, serta pengaruh media sosial menjadi faktor utama yang membentuk pola ini.

Meski demikian, perkembangan tersebut tidak terlepas dari tantangan regulasi dan
kebutuhan akan keamanan yang lebih kuat. Memahami tren ini secara objektif membantu
melihat bagaimana transformasi digital memengaruhi berbagai sektor, termasuk industri
taruhan online, dalam konteks masyarakat Indonesia yang semakin terhubung secara
digital.

Dari Mimbar Tarawih, Kapolres Barru Serukan Sinergi Keamanan

0

BARRU — Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap melaksanakan Safari Ramadan dengan mengikuti salat tarawih berjamaah di Masjid Al-Jawahir, Kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru, Senin (2/3/2026) malam.

Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres Barru itu disambut hangat oleh jamaah. Usai salat, Kapolres menyempatkan diri menyampaikan pesan-pesan kamtibmas di hadapan warga yang memadati masjid.

Safari Ramadan ini merupakan bagian dari program Bakohumas yang bertujuan memperkuat komunikasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Momentum Ramadan dinilai tepat untuk membangun kedekatan serta menyerap aspirasi warga secara langsung.

Di hadapan jamaah, Kapolres menegaskan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan suci. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Melalui Safari Ramadan ini, kami ingin mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat. Sinergi yang baik akan menjadi kunci terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Barru,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan potensi gangguan yang kerap muncul pada malam hari selama Ramadan, seperti pencurian, balap liar, hingga gangguan ketertiban umum lainnya. Karena itu, peran aktif masyarakat dinilai sangat dibutuhkan.

Warga diminta tidak ragu melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. Menurut Kapolres, kolaborasi antara aparat dan masyarakat menjadi langkah efektif dalam mencegah tindak kriminalitas.

Rombongan Safari Ramadan turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Barru, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Barru, Kapolsek Barru, Anggota DPRD Kabupaten Barru, serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Barru.

Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor, sehingga masyarakat Barru dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Bupati Gowa Serahkan 238 SK Kepala Sekolah dan Pengawas, Perkuat Pelayanan Pendidikan Daerah

0

 Pemerintah Kabupaten Gowa resmi menyerahkan 238 Surat Keputusan (SK) penugasan kepada kepala sekolah dan pengawas untuk jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun 2026. Penyerahan SK ini berlangsung di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, pada Senin (2/3).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, yang berpesan agar seluruh penerima SK bekerja dengan komitmen tinggi dalam menjalankan visi dan misi pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan sektor pendidikan.

“Kami yakin kepala sekolah yang menerima SK siap bekerja dan bertanggung jawab menyelesaikan persoalan pendidikan, mulai dari hal terkecil hingga terbesar di sekolah masing-masing. Mereka juga harus siap menghadapi tantangan internal maupun eksternal,” ujar Bupati Sitti Husniah, menegaskan pentingnya peran kepala sekolah dan pengawas dalam peningkatan mutu pendidikan.

Bupati juga menyampaikan bahwa capaian sektor pendidikan di Kabupaten Gowa patut dibanggakan. Berdasarkan survei kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah tahun 2025, sektor pendidikan meraih tingkat kepuasan tertinggi mencapai 92,5 persen. Angka ini, menurutnya, menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Gowa.

Penugasan kepala sekolah dan pengawas mengacu pada sejumlah regulasi, yakni Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, serta Surat Edaran Bersama Mendikdasmen dan Kepala BKN Nomor 9 Tahun 2025 dan Nomor 5 Tahun 2025 terkait pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian guru sebagai kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Dalam penjelasannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufik Mursad, menyampaikan bahwa pada tahap pertama telah diserahkan SK kepada 65 orang tenaga pendidik melalui promosi, terdiri dari 8 kepala TK, 20 kepala SD, dan 37 kepala SMP, termasuk 36 mutasi dan 17 pemberhentian.

Sementara itu, pada tahap kedua, pemerintah Kabupaten Gowa menyerahkan 238 SK, yang terdiri atas:

  • 5 promosi Kepala TK

  • 180 promosi Kepala SD

  • 27 promosi Kepala SMP

  • 13 promosi Pengawas

  • 13 mutasi kepala sekolah

Taufik menambahkan bahwa Dinas Pendidikan akan segera melaksanakan seleksi lanjutan untuk mengisi 88 jabatan kepala sekolah definitif, yang terdiri atas 11 TK, 70 SD, dan 7 SMP. Kekosongan jabatan ini terjadi akibat proses validasi data antara sistem KSPSTK dan Dapodik yang masih berlangsung, serta adanya kepala sekolah yang pensiun atau meninggal dunia di luar jadwal seleksi.

Selain itu, Taufik memastikan bahwa pembayaran gaji dan tunjangan guru tahun 2025 siap dicairkan. Penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR), gaji ke-13, tunjangan profesi, serta tambahan penghasilan non-sertifikasi tahun 2024/2025 akan diberikan kepada 8.434 guru dengan total anggaran mencapai Rp31.226.415.000.

Acara penyerahan SK turut dihadiri oleh Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, serta sejumlah pimpinan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa.

Reporter: Drs. Salman

Semarak Ramadhan SMP Negeri 3 Bajeng 2026 Resmi Dimulai, Dukung Program Gowa Caradde dan Gowa Mengaji

0

Bajeng, 2 Maret 2026SMP Negeri 3 Bajeng resmi memulai kegiatan Semarak Ramadhan 2026 pada Senin (2/3/2026). Program pembinaan karakter religius tersebut dijadwalkan berlangsung selama enam hari dan akan berakhir pada Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan Semarak Ramadhan merupakan agenda pembinaan yang dirancang untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan peserta didik melalui berbagai lomba dan aktivitas keagamaan. Selain menjadi ajang kompetisi, program ini juga bertujuan melatih keterampilan, membangun rasa percaya diri, serta membiasakan siswa tampil di depan umum.

Adapun cabang lomba yang dipertandingkan meliputi lomba kultum, adzan, hafalan surah-surah pendek, hafalan doa harian, hafalan bacaan salat, serta tadarrus Al-Qur’an. Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan menjadi sarana pembiasaan ibadah sekaligus penguatan karakter siswa selama bulan suci Ramadhan.

Pelaksanaan Semarak Ramadhan 2026 sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Gowa, yakni Gowa Caradde yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan dan pembinaan karakter peserta didik, serta Gowa Mengaji yang mendorong budaya membaca dan memahami Al-Qur’an di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 3 Bajeng berupaya berkontribusi dalam mendukung visi pembangunan daerah berbasis pendidikan dan nilai-nilai keagamaan.

Kegiatan ini berada di bawah tanggung jawab Kepala SMP Negeri 3 Bajeng, Zulkifli. Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Pembina OSIS dijabat oleh Harmin.

Susunan panitia kegiatan terdiri atas Irfan Auliah Rahmat sebagai sekretaris, Rosnihaeraty Asjik sebagai bendahara, Magfira sebagai Seksi Bidang Perlengkapan, Nurjannah sebagai Seksi Bidang Acara, serta Andi Putri Auliya Halim sebagai penanggung jawab dokumentasi.

Dalam keterangannya, Kepala SMP Negeri 3 Bajeng menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar perlombaan, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter siswa.

“Semarak Ramadhan ini bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari proses pembentukan karakter. Kami ingin nilai-nilai religius, keberanian tampil, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an tertanam kuat dalam diri peserta didik. Semoga kegiatan ini menjadi kontribusi nyata sekolah dalam mendukung program Gowa Caradde dan Gowa Mengaji,” ujarnya.

Semarak Ramadhan 2026 akan ditutup pada Sabtu (7/3/2026) dan dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan seluruh siswa, guru, dan staf sekolah sebagai momentum mempererat silaturahmi serta kebersamaan keluarga besar SMP Negeri 3 Bajeng.

Reporter: Drs. Salman

Sidak Ramadan, Polisi di Barru Pastikan Sembako Tidak Ngelunjak

0

BARRU — Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Barru memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional wilayah Kabupaten Barru dalam kondisi aman danstabil selama bulan Ramadan 2026. Kepastian itu diperoleh setelah dilakukan pemantauan langsung di lapangan.

Pemantauan berlangsung pada Sabtu, 28 Februari 2026, di Pasar Sentral Mattirowalie. Kegiatan ini dipimpin Kasat Reskrim Polres Barru, Iptu Akbar Sirajuddin, bersama sejumlah personel Satgas Pangan.

Menurut Akbar, pengawasan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi dan lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang dan selama Ramadan. Peningkatan permintaan masyarakat dinilai berpotensi memicu fluktuasi harga.

Dalam inspeksi tersebut, petugas mengecek sejumlah komoditas utama seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, daging, dan kebutuhan pokok lainnya. Hasilnya, stok dinyatakan tersedia dalam jumlah mencukupi.

Distribusi barang dari pemasok ke pedagang juga terpantau berjalan lancar. Aktivitas jual beli di pasar berlangsung normal tanpa hambatan berarti.

“Kami tidak menemukan adanya praktik penimbunan maupun kelangkaan bahan pokok. Stok tersedia cukup dan distribusi berjalan normal,” kata Akbar kepada wartawan.

Ia menambahkan, stabilitas pasokan menjadi indikator penting dalam menjaga keterjangkauan harga. Meski terjadi kenaikan pada beberapa komoditas, menurut dia, pergerakannya masih dalam batas wajar.

Satgas Pangan, kata Akbar, akan terus melakukan pemantauan secara berkala selama Ramadan. Langkah ini ditempuh untuk memastikan tidak ada pelanggaran yang merugikan masyarakat.

Pengawasan juga mencakup koordinasi dengan pedagang dan distributor guna memastikan rantai pasok tetap terjaga. Polisi mengingatkan pelaku usaha agar tidak melakukan praktik penimbunan.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas pasar hingga akhir Ramadan.

Dengan hasil pemantauan tersebut, Polres Barru menyatakan kondisi pasokan bahan pokok di wilayahnya masih terkendali.

Aparat memastikan pengawasan akan terus diperkuat demi menjaga rasa aman masyarakat selama bulan suci.

Inspiratif! Pesantren Ramadan Terpadu di Baar Bentuk Generasi Beriman dan Berakhlak Mulia

0

Dalam rangka mengisi dan memaknai bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, RA Muhammadiyah Baar, MIS Baar, MTs Muhammadiyah Baar, dan MAS Hidayatullah Baar menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadan Terpadu. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 26 Februari hingga 1 Maret 2026, dengan melibatkan seluruh peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.

Pesantren Ramadan Terpadu ini bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan peserta didik kepada Allah Swt. serta menanamkan nilai-nilai tauhid, moral, dan pemahaman yang mendalam mengenai makna bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembinaan keagamaan yang terstruktur, sistematis, dan berkesinambungan, sehingga mampu membentuk pribadi peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Ilmia Luzu, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi para pendidik dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Menurutnya, pembinaan spiritual sangat penting sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda.

“Pesantren Ramadan Terpadu ini kami laksanakan untuk meningkatkan ketakwaan serta menanamkan nilai tauhid, moral, dan makna sejati bulan Ramadan. Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan agar peserta didik dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan dimulai dengan penyampaian materi tentang tauhid dan thaharah, dilanjutkan dengan pembelajaran ilmu-ilmu keagamaan lainnya. Selain itu, peserta didik juga dibiasakan melaksanakan shalat tahajud, tadarus Al-Qur’an, serta shalat berjemaah. Berbagai kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran beribadah, meningkatkan kedisiplinan, serta membentuk sikap tanggung jawab.

Tidak hanya berfokus pada pembinaan spiritual, Pesantren Ramadan Terpadu ini juga menjadi wahana pengembangan potensi dan kreativitas peserta didik.

Para siswa menampilkan pidato dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab, serta menyajikan seni drama yang sarat dengan pesan moral dan nilai pendidikan. Setiap penampilan diharapkan dapat melatih kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, serta menumbuhkan semangat berkarya.

Antusiasme peserta didik terlihat sangat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Seluruh rangkaian acara diikuti dengan tertib, penuh semangat, dan rasa tanggung jawab.

Kreativitas serta kemampuan peserta didik tampak menonjol dalam setiap sesi kegiatan, sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, komunikatif, dan menyenangkan.

Dalam pelaksanaannya, panitia menghadapi sejumlah tantangan, baik dari aspek teknis maupun pengelolaan waktu. Namun, berkat kerja sama yang solid antara para guru, dukungan dari Pemuda Peduli Pendidikan Baar, serta bantuan dari berbagai pihak, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik memperoleh bekal ilmu agama yang bermanfaat, memahami nilai-nilai kebaikan, serta senantiasa bersyukur kepada Allah Swt.

Pesantren Ramadan Terpadu diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam membentuk generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Konferensi PGRI Cabang Parigi Sukses Digelar, Basri B. Pimpin Masa Bakti 2026–2031

0

Parigi, 26 Februari 2026 – Konferensi Cabang PGRI Cabang Parigi berlangsung sukses pada Kamis (26/2/2026). Agenda lima tahunan tersebut menjadi forum strategis dalam menetapkan arah kebijakan organisasi sekaligus memilih kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031.

Kegiatan ini dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Gowa, Sappe Mangngiriang, S.Pd., M.Pd., yang secara resmi membuka konferensi serta memberikan arahan kepada peserta. Hadir pula Camat Parigi, Latif Has, S.Sos., yang menyatakan dukungan pemerintah kecamatan terhadap peran PGRI dalam peningkatan mutu pendidikan di wilayahnya.

Konferensi PGRI Cabang Parigi
Konferensi PGRI Cabang Parigi

Selain unsur organisasi dan pemerintah kecamatan, konferensi turut dihadiri lima kepala desa se-Kecamatan Parigi, Kepala Puskesmas, serta Kepala Kantor Penyuluh KB. Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan pendidikan di tingkat kecamatan.

Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kabupaten Gowa menegaskan pentingnya soliditas dan profesionalisme guru dalam menghadapi dinamika dan tantangan pendidikan yang terus berkembang. Ia berharap kepengurusan baru mampu menyusun serta menjalankan program kerja yang inovatif dan berorientasi pada peningkatan kompetensi guru.

Konferensi PGRI Cabang Parigi
Konferensi PGRI Cabang Parigi

Senada dengan itu, Camat Parigi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi secara tertib dan demokratis. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan insan pendidikan menjadi kunci dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing.

Melalui sidang pleno yang berlangsung demokratis, forum menetapkan susunan pengurus PGRI Cabang Parigi masa bakti 2026–2031 sebagai berikut:
Ketua: Basri B., S.Pd., M.Si.
Wakil Ketua I: Sulaiman, S.Pd.
Wakil Ketua II: Sahruddin, S.Pd., M.Si.
Sekretaris: Akbar, S.Pd., MM.

Ketua terpilih, Basri B., S.Pd., M.Si., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kompetensi guru, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan di Kecamatan Parigi.

“Ke depan, kami akan fokus pada penguatan program peningkatan kompetensi guru, mempererat solidaritas antaranggota, serta memperluas kolaborasi dengan seluruh pihak terkait,” ujarnya.

Konferensi ditutup dengan doa bersama dan harapan agar kepengurusan baru mampu menjalankan amanah secara profesional dan bertanggung jawab demi kemajuan pendidikan di Kecamatan Parigi dan Kabupaten Gowa.

Sore Menghangatkan, Polsek Soppeng Riaja Barru Bagi Takjil Gratis

0

BARRU – Suasana sore di depan Mako Polsek Soppeng Riaja, Kelurahan Kiru-Kiru, Kabupaten Barru, Rabu (25/2/2026), tampak berbeda. Sejumlah personel kepolisian bersama Bhayangkari berdiri di tepi jalan membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan yang melintas.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Ramadhan Berkah” dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Aksi sosial ini dipimpin langsung Kapolsek Soppeng Riaja, Iptu Deddy A.L, S.H., M.M, didampingi Ketua Bhayangkari Ranting Soppeng Riaja, Ny. Nour Deddy.

Satu per satu pengendara motor maupun mobil menerima paket takjil untuk berbuka puasa. Warga sekitar pun ikut merasakan kebahagiaan melalui pembagian tersebut.

Kapolsek Soppeng Riaja, Iptu Deddy, mengatakan kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya di bulan penuh berkah.

“Melalui kegiatan Ramadhan Berkah ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, terutama para pengguna jalan dan warga sekitar. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan semakin mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat,” kata Deddy kepada wartawan.

Ia menambahkan, momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan emosional antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Kegiatan berlangsung tertib dan penuh keakraban. Senyum warga yang menerima takjil menjadi pemandangan hangat menjelang waktu berbuka puasa.

Aksi sosial ini diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen Polri untuk hadir lebih dekat dan humanis di tengah masyarakat.

Pemkab Bone-Cabdisdik Wilayah III Sukses Safari Ramadan

0

Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik)Wilayah III Bone sukses membersamai Pemkab Bone dalam Kegiatan Safari Ramadan 1447 H serentak menyentuh 27 Kecamatan, ratusan desa dan ribuan masjid. Safari ini melibatkan Cabdisdik Wialayah III Bone dan seluruh OPD se Kabupaten Bone.

“Alhamdulillah, Cabdisdik Wilayah III Bone sukses membersamai Pemkab Bone dalam Kegiatan Safari Ramadan 1447 H serentak menyentuh 27 Kecamatan, ratusan desa dan ribuan masjid. Bukan hanya Cabdis III Bone, namun melibatkan seluruh OPD se Kabupaten Bone, “tulis akun Shabiel Zakariah dilansir FAJAR PENDIDIKAN

Kepala Seksi Pembinaan SMA & FP3DMT Cabdis III Bone itu menyebutkan, khusus Cabdis III Bone diberikan amanah menyasar tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Libureng (tiga desa-masjid), Ulaweng (dua desa-masjid), Tellu siattinge (dua desa-dua masjid), dan Barebbo (tiga desa-tigamasjid).

Agenda Safari Ramadhan meliputi Buka Puasa Bersama Warga Desa setempat di rumah Kepala Desa atau di Masjid. Shalat Maghrib berjamaah, Isya, dan Tarawih serta Witir.

Selain itu, tim menyampaikan sambutan seragam Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, yang menyeru agar masyarakat memanfaatkan Ramadhan tahun ini dengan maksimal. Kemudian disampaikan program Pemkab Bone yang sudah dicapai selama setahun ini.

Tim juga membagikan Alquran kepada tiap masjid yang disambangi. Program Wakaf Alquran itu, selaras dengan Program Pemberantasan Alquran yang dijalankan Pemrov Sulsel dibawah kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman . Bagian dari Program Ramadan Andalan Mengaji (RAM) 1447 H Andalan SulSel . Alquran tersebut berasal dari sumbangan sukarela dari guru-guru dari beberapa sekolah.

“Kami ucapkan kepada seluruh Kepala sekolah dan Guru yang membantu kelancaran Safari Ramadhan ini dan Waqaf Alquran, terutama SMAN 11 Bone, SMAN 15 Bone, SMAN 14 Bone, SMKN 4 Bone, SMAN 10 Bone, dan SMAN 13 Bone, “pungkasnya.*

Di Balik Seragam Negara: Luka yang Tak Pernah Sembuh

0

Opini – Kematian seorang anak berusia 14 tahun seharusnya menjadi duka yang sunyi. Tanpa debat. Tanpa pembelaan. Tanpa narasi tandingan. Hanya keheningan dan empati.

Namun di negeri ini, bahkan duka pun sering dipaksa menjadi pertanyaan.

Seorang pelajar madrasah yang seharusnya pulang membawa buku dan mimpi, justru pulang dalam keadaan tak bernyawa. Ia tidak berada di medan perang. Ia bukan korban bencana. Ia tidak melawan negara. Ia hanya seorang anak.

Dan ketika kekerasan itu datang dari mereka yang mengenakan seragam negara, persoalannya tidak lagi sederhana.

Saya percaya, kegagalan suatu negara tidak pertama-tama terlihat ketika ia gagal menjadi kaya. Kegagalan sejatinya terlihat ketika ia gagal melindungi yang lemah.

Sejak kecil kita diajarkan bahwa polisi adalah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kalimat itu dihafal di sekolah, diucapkan dalam upacara, dan ditanamkan sebagai doktrin moral. Namun setiap kali seorang warga sipil—terlebih seorang anak—tewas dalam kekerasan aparat, apakah kalimat itu masih pantas digunakan?

Kini ia terdengar bukan lagi sebagai janji, melainkan slogan kosong yang kehilangan makna.

Ketika Alat Keselamatan Berubah Fungsi

Helm, dalam logika keselamatan, adalah pelindung kepala dari benturan. Tetapi bagaimana jika helm berubah menjadi alat pemukul?

Yang hancur bukan hanya tengkorak seorang anak. Yang retak adalah makna negara itu sendiri.

Memang benar, negara melalui aparatnya memegang monopoli atas kekerasan yang sah. Namun “sah” tidak pernah berarti tanpa batas. Kekuasaan selalu dibatasi oleh hukum, etika, dan kemanusiaan. Ketika aparat memukul seorang anak hingga tewas, itu bukan sekadar pelanggaran disiplin. Itu adalah pengkhianatan terhadap kontrak paling dasar antara negara dan rakyatnya: perlindungan.

Pola yang Terus Berulang

Peristiwa seperti ini bukan yang pertama. Ia seolah menjadi pola panjang—lingkaran setan yang terus berulang: kekerasan terjadi, klarifikasi disampaikan, investigasi diumumkan, janji evaluasi diucapkan, lalu publik diminta melupakan.

Negara mungkin mampu melupakan. Tetapi keluarga korban tidak.

Setiap tragedi hampir selalu diikuti satu kata yang sama: oknum.

Kata itu terdengar seperti tempat persembunyian paling aman bagi institusi. Dengan menyebut “oknum”, tanggung jawab dipersempit menjadi kesalahan individual. Seolah-olah kekerasan adalah kecelakaan personal, bukan kemungkinan kegagalan sistemik.

Pertanyaannya sederhana: berapa banyak “oknum” yang dibutuhkan sebelum kita berani menyebutnya sebagai persoalan kelembagaan?

Angka yang Tidak Bisa Diabaikan

Dalam kajian berjudul Urgensi Reformasi Polri Secara Total yang ditulis oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Soegijapranata Catholic University (hlm. 2), tercatat 4.118 kasus kekerasan oleh aparat kepolisian sepanjang 2020–2025.

Rinciannya:

2020: 921 kasus

2021: 621 kasus

2022: 677 kasus

2023: 622 kasus

2024: 645 kasus

2025: 602 kasus

Dan itu baru kasus kekerasan. Belum termasuk dugaan pelanggaran lain seperti pungutan liar, perlindungan bandar narkoba, pelecehan seksual, hingga pembunuhan.

Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Di balik setiap angka, ada wajah. Ada keluarga. Ada kehidupan yang berubah selamanya.

Ujian Integritas Negara Hukum

Negara hukum tidak diukur dari seberapa keras ia menghukum rakyatnya. Ia diuji dari seberapa tegas ia menghukum aparatnya sendiri ketika bersalah.

Integritas negara tidak terlihat ketika berhadapan dengan warga yang lemah. Integritas diuji ketika negara berhadapan dengan dirinya sendiri.

Masalah terbesar bukan hanya kematian korban, tetapi impunitas pelaku. Ketika aparat merasa konsekuensi dapat dinegosiasikan, kekerasan menjadi kemungkinan yang selalu tersedia. Dan di titik itulah negara berisiko berubah dari pelindung menjadi ancaman.

Anak itu tidak membawa senjata. Ia tidak memimpin pemberontakan. Ia tidak menggulingkan negara. Ia hanya seorang pelajar.

Jika seorang pelajar saja bisa kehilangan nyawa dalam interaksi dengan aparat, apakah rasa aman masih bisa disandarkan pada institusi seperti Kepolisian Negara Republik Indonesia?

Negara selalu menuntut rakyatnya untuk percaya—percaya pada hukum, percaya pada keadilan, percaya pada institusi. Namun kepercayaan bukan sesuatu yang bisa diperintahkan. Ia harus diperoleh.

Dan setiap kali kekerasan terjadi tanpa akuntabilitas yang jelas, kepercayaan itu ikut dikubur bersama korban.

Negara Harus Memilih

Di titik ini, negara harus memilih dengan jujur: menjadi pelindung, atau menjadi institusi yang terus kehilangan legitimasi di mata rakyatnya.

Karena jika seorang anak 14 tahun saja tidak selamat dari kekerasan aparat, maka yang sedang sekarat bukan hanya satu nyawa.

Melainkan hati nurani negara itu sendiri.

 

Nama penulis : M. RESKI RAHMATULLAH