Saturday, September 19, 2020

Patuhi SOP Covid-19, Forkopimda Dan Pemkab Barru Sepakat Buka Kembali Tempat Ibadah

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersepakat membuka kembali seluruh tempat Ibadah, dengan tetap mengacu pada Standard Operasional Prosedur (SOP) Coronavirus deseases 2019 (Covid-19), Protokoler Kesehatan.

Kesepakatan bersama tersebut diputuskan berdasarkan arahan Pemerintah pusat mengenai “new normal” atau tatanan kehidupan baru melalui Rapat koordinasi (Rakor) berjarak yang digelar Forkopimda bersama Pemkab Barru di Ruang kerja Bupati Barru, Jalan Sultan Hasanuddin, Coppo Barru, Kabupaten Barru, Kamis 28 Mei 2020.

Diketahui pada Rakor tersebut, salah satu yang disepakati yakni, memberi kelonggaran umat beragama untuk menjalankan ibadah di rumah ibadah masing-masing. Dengan syarat harus mematuhi standar protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Pada arahannya, Bupati Barru Suardi Saleh mengutarakan bahwa, pandemi Covid-19 belum bisa diprediksi masa berakhirnya sebelum ditemukan vaksin. Karena itu, Pemerintah menganggap ini adalah kondisi baru mesti dijalani yang disebut, new normal.

“Olehnya itu kita rapat bersama sebagai upaya untuk menjalani new normal. Salah satu yang kita bahas dan sepakati, yakni mengizinkan kembali pelaksanaan ibadah di masjid, dan rumah ibadah lainnya dengan standarisasi protokol kesehatan yang harus dipatuhi,” ujar Suardi Saleh.

Bupati Suardi Saleh juga menambahkan, kalau pihaknya sudah menindaklanjuti hasil kesepakatan itu melalui surat edaran yang ditandatanganinya untuk diteruskan ke masing-masing pengurus dan penanggungjawab rumah ibadah. Seperti masjid, gereja, dan tempat ibadah lainnya.

“Terlebih dahulu kita harus memenuhi syarat yang telah kita tentukan bersama. Pengurus atau penanggungjawab rumah ibadah harus menandatangani kesediaan mematuhi standar protokol kesehatan penanganan Covid-19,” tuntas Suardi Saleh.

Tampak dalam surat edaran yang melampirkan sejumlah pernyataan yang harus ditandatangani pengurus Masjid, Lurah, Kepala Desa, berisi lima poin. Seperti di poin pertama, wajib menyediakan tempat cuci tangan dan memakai sabun di setiap pintu masuk rumah ibadah. Begitupun masjid yang dibuka untuk shalat Jum’at diminta agar durasi waktu khutbah dipersingkat.

Reporter : Abd Latif Ahmad

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

BPJS Ketenagakerjaan Gencar Ajak Guru Mengaji Jadi Peserta, Ini Manfaatnya!

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- BPJS Ketenagakerjaan gencar melakukan sosialisai mengajak penerimaan insentif guru mengaji untuk menjadi pesertanya. Hal tersebut seperti yang...

DKM Bakal Lakukan Pameran Daring ‘Semangat 2020’

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari setengah tahun. Semua lini kehidupan seperti sedang diuji daya tahannya, termasuk posisi seni...

Danlantamal VI Sambut Hangat Kunjungan Dirut PT. Semen Tonasa

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP., menyambut hangat kunjungan Direktur Utama...

REKOMENDASI