Rabu, Januari 20, 2021

Peduli Lingkungan Hidup, GenBI Sulsel Adakan Diskusi “Memahami Perubahan Iklim Global”

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Penerima Beasiswa Bank Indonesia Sulawesi Selatan yang tergabung dalam Komunitas Generasi Bank Indonesia (GenBI SulSel) mengadakan webinar lingkungan hidup interaktif dengan tema Lingkungan Hidup ‘Understanding and Responding to Global Climate Change’, Sabtu 05 September 2020.

Webinar ini adalah bentuk inisiasi kepedulian GenBI Sulsel akan informasi holistik mengenai Climate Change. Fasilitas yang disediakan oleh GenBI Deputi Lingkungan Hidup berbentuk wadah diskusi melalui aplikasi Zoom dengan kehadiran pemateri yakni Muhammad Riszky yang merupakan staff Wahana Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan (WALHI Sulsel). Dengan materi menarik mengenai cara merespon masifnya perubahan iklim, diskusi ini dihadiri oleh 114 orang peserta, baik dari anggota GenBI dan masyarakat umum.

Ketua GenBI Sulawesi Selatan, Yusdin, mengapresiasi inisiatif keluarga GenBI yang tetap peduli akan lingkungan walaupun terkendala kondisi pandemi.

“Saya sangat mengapresiasi kepada seluruh teman-teman Generasi Baru Indonesia Sulawesi Selatan khususnya Deputi Lingkungan Hidup karena telah berhasil menyelesaikan program kerja ini sebagai bukti nyata bahwa GenBi SulSel telah menjadi Agent of Change dalam membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai lingkungan khususnya climate change. Saya berharap dengan kegiatan ini juga seluruh peserta yang hadir bisa menjadi leader on combating Climate Change,” ungkap Yusdin saat menyampaikan sambutan.

Webinar yang berlangsung selama 2 jam tersebut selain berisi pemahaman climate change, juga ditambah dengan post-test untuk mengukur kepahaman para peserta webinar. Antusiasme para peserta terefleksikan dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta kepada pemateri.

Pada sesi akhir webinar, pemateri Muhmammad Riszky menitikberatkan hasil diskusi bahwa, “Gerakan-gerakan individual tidak akan cukup untuk menekan laju perubahan iklim kalau tidak ada tindakan dari pemerintah selaku pengambil kebijakan. Kebijakan yang diambil sama pemerintah juga harus harmonis,” tutupnya

Citizen: Meylinda/GenBI

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Istri Bupati Barru Hasnah Syam Berikan Bantuan Para Korban Gempa Sulbar yang Mengunsi di Barru

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Memegang amanah sebagai "Istri Kepala Daerah" sekaligus "Tokoh Nasional" merupakan dua anugerah yang dapat memberi manfaat besar bagi sebanyak...

Sah! STIE Nobel Jalin Kerja Sama dengan PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda)

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia Makassar sepakat melaksanakan kerja sama dengan PT. Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), senin 18...

Jasa Raharja Peduli Sasar Masyarakat Terdampak Covid-19 di Empat Lokasi Ini

FAJARPENDIDIKAN.co.id- PT. Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan mengadakan giat pembagian sembako dengan mengusung tema “Pegawai dan Manajemen Jasa Raharja Berbagi Bantuan Donasi...

Peduli Gempa Sulbar, Sekolah Islam Athirah Galang Donasi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah melalui Tim Athirah Peduli melakukan penggalangan donasi untuk korban terdampak gempa Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat,...

PBB Terbitkan Laporan Demografi; Populasi Laki-Laki Jauh Lebih Sedikit

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Baru-baru ini PBB menerbitkan laporang Demografi suku pertama 2019 yaitu manusia berjumlah 7.7 Milyar orang di planet bumi ini.

REKOMENDASI