Selasa, Mei 11, 2021

Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan Virtual FKM Unhas dan Dinkes Mamasa

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) melakukan pendampingan tata kelola program kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat pada hari Jumat, 19 Juni 2020 pukul 13.30 WITA.

Pertemuan ini bukan kali pertama dilakukan, pertemuan pendampingan secara daring ini merupakan pertemuan kedua kalinya dilaksanakan oleh Tim Pendamping FKM Unhas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa.

Agenda pada pertemuan daring yang pertama tim pendamping FKM Unhas telah memaparkan tentang maksud dan tujuan diadakan pendampingan tata kelola program kesehatan Dinas Kesehatan Mamasa dan pertemuan yang kedua kalinya adalah pemaparan hasil review Renja (Rencana Kerja) Tahun 2020 dan Tahun 2021 yang telah disusun oleh pihak Dinas Kesehatan Mamasa.

Kegiatan dimulai dengan pembukaan kegiatan oleh moderator yaitu admin dari tim pendamping Dinas Kesehatan Mamasa (St.Rosmanely SKM), dilanjutkan dengan pemaparan hasil Review Renja Tahun 2020 dan Tahun 2021 per bab oleh tim FKM Unhas, dalam hal ini Muh Yusri Abadi, SKM., M.Kes berdasarkan Permendagri Nomor 86 tahun 2017.

Dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin langsung oleh Dr. Lalu Muhammad Saleh, SKM., M.Kes dan Dr. Healthy Hidayanty, SKM., M.Kes  selaku ketua tim dan anggota tim pendamping Dinas Kesehatan Mamasa  yang menjadi topik diskusi yaitu kendala dan masalah yang dihadapi selama penyusunan Renja.

Adapun dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa yang sempat hadir yaitu, para Kepala Bidang (kabid), Kasubag, serta Tim Perencana Dinas Kesehatan.

Kasubag Perencana Yunus Ma’dika,S.Ip.,M.Si.AK mengatakan, penyusunan Renja Dinkes Mamasa menemui sejumlah kendala.

“Awal penyusunan masih bingung, belum pernah dilakukan pelatihan atau bimtek, penyusuna renja belum melibatkan OPD, penyusuanan renja hanya mengacu pada DPA, penyusunan renja di Dinkes Mamasa dilakukan hanya dua orang, belum pernah diadakan review renja sebelumnya,” ungkapnya.

Untuk itu, kedua pihak berharap untuk dapat terus menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Dinas Kesehatan menyampaikan apresiasi terhadap FKM Unhas atas pendampingan yang diberikan dan mengharapkan pendampingan lebih lanjut secara luring jika situasi sudah kondusif agar penyusunan Renja Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep kedepannya dapat lebih optimal dan menajadi contoh Renja di Mamasa. (*)

ANDA MUNGKIN SUKA

BERITA DAERAH TERBARU

Operasi Ketupat 2021, Sat Sabhara Polres Wajo Melakukan Pengamanan Serta Penyekatan Arus Mudik

Sengkang, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sat Sabhara Polres Wajo melakasanakan Pam dan pengaturan lalulintas dari arah Kabupaten Bone Sulawesi Selatan untuk dilakukan pemeriksaan serta...

Bupati Wajo Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Tahun 2021 di Mapolres Wajo

Bupati Wajo H. Amran Mahmud, S.Sos. M.Si memimpin apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Ketupat 2021 yang di ikuti oleh Para Forkopimda...

Cek Petugas Pos Pam dan Pos Yan Ops Ketupat 2021, Kasat Lantas Polres Wajo Beri Semangat

FAJARPENDIDIKAN.co.id- Selaku Pawas Operasi Ketupat 2021, Kasat Lantas Polres Wajo AKP Hasanang, SH rutin melakukan kontrol pada Posko Pelayanan maupun Posko Pengamanan...

Anda Bendahara? Yuk Ikuti Sharing Session Bendahara Mahir Pajak

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Watampone kembali bersinergi dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Watampone menggelar kegiatan “Sharing Session Bendahara...

Program Pangkep Hebat, Bidang Kesehatan Resmi Beroperasi

Pangkep,FAJARPENDIDIKAN.co.id- Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan melaunching program unggulan bidang kesehatan, siap jemput, antar, jaga dan peduli (Sijagai), di Lapangan Citra Mas...

Begini Cara Polres Bone Edukasi Masyarakat Agar Tak Mudik

Sosialisasi larangan mudik lebaran Idul Fitri di tahun ini tidak melulu dilakukan di jalanan. Polres Bone memiliki cara tersendiri untuk mengedukasi masyarakat...

RAMADAN KEREN

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Masjid At Tabayyun : Manusia Merdeka Iktikaf di Tenda Arafah

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tenda " Arafah" Masjid At Tabayyun di komplek Taman Villa Meruya mendapat kunjungan "Manusia Merdeka " hari Minggu (9/5) pukul...

Canangkan Beasiswa Pendidikan Putra Putri Maros, Polibos Rajut Kerja Sama dengan Bupati Maros

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Direktur Politeknik Bosowa (Polibos) Asrul Hidayat M,T yang didampingi langsung oleh Wakil Direktur I Yoan Elviralita M.T,  Wakil Direktur II...

Operasi Ketupat 2021, Sat Sabhara Polres Wajo Melakukan Pengamanan Serta Penyekatan Arus Mudik

Sengkang, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sat Sabhara Polres Wajo melakasanakan Pam dan pengaturan lalulintas dari arah Kabupaten Bone Sulawesi Selatan untuk dilakukan pemeriksaan serta...

Pekerja Bangunan Ditemukan Tak Bernyawa di Tempat Kerjanya

Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Seorang pekerja bangunan bernama Husen Bin Johan (46), ditemukan tak bernyawa di tempat kerjanya, di Jln. Bau Baharuddin, Kelurahan...

La Liga : Sevilla vs Real Madrid Berakhir Seri

FAJARPENDIDIKAN.co.id- Laga pekan ini, Sevilla vs Real Madrid berkahir seri, pada pertandingan kali ini, real madrid mengejar puncak klasemen namun tertahan oleh...

REKOMENDASI