Saturday, September 19, 2020

Pengabdian Masyarakat, Dosen Unismuh Makassar Bina Perempuan Nelayan di Barombong

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat, dosen dari Prodi Arsitektur dengan Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperkenalkan Kokedama dan Rancangan Ruang Produktif bagi kelompok perempuan nelayan di Barombong, Makassar.

Hasniar selaku ketua kelompok mawar menyampaikan, pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh tim dosen dari Prodi Arsitektur dengan Prodi Ilmu Pemerintahan Unismuh membuat protipe desain ruang produktif.

“Berlokasi di Kampung Ujung Kassi Barombong Makassar, kegiatan ini menggunakan metode workshop dan pelatihan secara partisipatif kepada kelompok perempuan nelayan untuk membuat layout ruang kolong rumah panggungnya (siring), hingga konsep desain ruang yang biasa mereka gunakan untuk beraktivitas komunal,” ujarnya, Jumat (17/1/2020).

Kegiatam berlangsung sejak tanggal 14 September 2019 lalu itu. Andi Annisa Amalia, Nurhikmah Paddiyatu, Andi Luhur Prianto dan Hamrun awalnya memulai kegiatan pengabdian ini dengan sosialisasi dan FGD.

Sampel yang digunakan untuk prototipe adalah siring rumah panggung milik ketua RT 4 RW 05 Barombong. Kegiatan FGD dihadiri oleh ibu-ibu rumah tangga nelayan yang berjumlah 20 orang.

Berdasarkan hasil FGD disepakati bahwa kelompok perempuan nelayan akan memfungsikan bagian siring rumahnya untuk ruang usaha dan ruang komunal kelompok. Tahapan selanjutnya setelah FGD, dilakukan pula wokrshop merangkai storage untuk penjemuran maupun penyimpanan kripik dan ikan asin.

prototipe desain ruang produktif yang telah dirancang dosen dari Prodi Arsitektur dengan Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Foto : Istimewa

Pada pelatihan ini, tim pengabdi berkolaborasi dengan komunitas entrepreunership Mahasiswa Arsitektut Universitas Fajar Makassar. Peserta pelatihan sangat antusias, karena praktek merangkai tanaman hias dengan menggunakan media lumut dan pasir adalah hal yang sangat baru bagi mereka.

Melalui Program Pengabdian Masyarakat, Hasniar selaku ketua kelompok mawar berharap prototipe desain ruang produktif yang telah dirancang bersama, nantinya dapat diwujudukan secara fisik tanpa menghilangkan nilai lokal dan identitasnya sebagai Kampung Nelayan.

“Selain kegiatan FGD, pengenalan produk untuk wirausaha baru bagi ibu-ibu nelayan juga dilakukan, berupa pelatihan pembuatan tanaman hias yang disebut kokedama,” pungkasnya.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

BPJS Ketenagakerjaan Gencar Ajak Guru Mengaji Jadi Peserta, Ini Manfaatnya!

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- BPJS Ketenagakerjaan gencar melakukan sosialisai mengajak penerimaan insentif guru mengaji untuk menjadi pesertanya. Hal tersebut seperti yang...

DKM Bakal Lakukan Pameran Daring ‘Semangat 2020’

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari setengah tahun. Semua lini kehidupan seperti sedang diuji daya tahannya, termasuk posisi seni...

Danlantamal VI Sambut Hangat Kunjungan Dirut PT. Semen Tonasa

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP., menyambut hangat kunjungan Direktur Utama...

REKOMENDASI